Kepala Rooney yang Kian Menakutkan

Rooney mengangkat trofi Carling Cup setelah menumbangkan Aston Villa di Stadion Wembley, 28 Februari 2010. PHOTO: GETTY

STADION Wembley di pengujung Februari 2010. Sekira 88.596 pasang mata menatap saksama arah lari bola yang dimainkan Manchester United (MU) dan Aston Villa pada laga pemuncak Piala Liga (Carling Cup) 2009/2010. Informasi akhir di papan skor menunjukkan: MU 2-1 Villa.

Penta pertama musim ini telah mengisi rak trofi The Red Devils. Lagi-lagi Wayne Rooney menabalkan namanya tidak saja sebagai key player, tetapi juga penentu kemenangan ‘’Setan Merah’’ pada duel yang dilakoninya tidak sejak kickoff ini.

Seturut jalan musim ini memang terasa mudah bagi Rooney untuk menambang gol demi gol, memenangkan pertandingan, serta mengumpulkan trofi untuk MU. Piala Liga musim ini merupakan trofi keenam yang diukir MU dengan gol Rooney sebagai penentu selama empat tahun terakhir.

Bisa dikatakan Rooney kini menjadi ‘’momok paling menyeramkan’’ di ajang persaingan sepakbola Inggris dan Eropa ketimbang pemain mana pun. Cukuplah ini memberi sinyal ekstrawaspada untuk calon lawan-lawan Inggris di putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan mulai Juni nanti. Why?

Jika dicermati, naluri gol Rooney kini tidak saja tajam lewat kakinya, melainkan juga kepalanya. Gol penentu kemenangan ke gawang Villa yang dikawal Brad Friedel 16 menit sebelum bubar di final Carling Cup kali ini, lagi-lagi, dihasilkan dari heading-nya.

Dua pekan sebelumnya, double heading Rooney pula yang memberikan MU kemenangan 3-2 di San Siro, kandang AC Milan, pada first leg babak 16 besar Liga Champions. Performa Rooney pun mendapatkan apresiasi luar biasa dari media Italia, yang jarang melakukan ini kepada pemain asal Inggris. Sampai-sampai koran olahraga La Gazzetta dello Sport pun menjulukinya sebagai ‘’idola baru’’ publik sepakbola Negeri Pizza itu.

Gol Rooney yang memastikan trofi Carling Cup ke gawang Villa ini setipe dengan gol heading pertamanya ke gawang Milan yang kini mulai ramai digunjing sebagai ‘’gol kepala khas Rooney’’. Pemain yang dimasukkan Sir Alex Ferguson pada menit ke-41 menggantikan Michael Owen yang cedera itu terbang menanduk bola dengan penuh presisi. Bola tidak perlu meluncur deras, tetapi cukup menukik sekaligus mematikan langkah kiper.

Pada laga itu, Villa sempat memimpin lewat penalti James Milner pada menit ke-5, yang disamakan oleh gol Owen pada menit ke-12. Penalti diberikan setelah striker Villa, Gabriel Agbonlahor, dijatuhkan Nemanja Vidic di petak terlarang. Wasit Phil Dowd dinilai manajer Villa, Martin O’Neill, kelewat lunak karena pelanggaran keras berbuah penalti tersebut seharusnya layak diganjar kartu merah.

Vidic layak diusir dari lapangan. Namun Dowd tidak melakukannya. Bahkan kartu kuning pun tidak diberikan kepada Vidic. Pemain belakang MU ini memang pada akhirnya mendapatkan kartu kuning pada menit ke-82 akibat, lagi-lagi, melakukan pelanggaran kepada Agbonlahor. Tetapi, demikian O’Neill, tentu saja ceritanya akan lain seandainya pada pelanggaran berbuah penalti itu Vidic sudah mengantongi kartu kuning.

Namun yang menjadi topik utama media Inggris –seperti The Independent, Daily Mail, dan The Times—bukan kontroversi itu, melainkan gol kepala Rooney. Berdasar data statistik, gol penentu kemenangan di Carling Cup itu merupakan gol kedelapan Rooney yang dihasilkan dari tandukan dalam sembilan laga terakhirnya.

Itulah gol ke-20 Rooney dalam 20 laga terakhirnya sekaligus gol ke-27 sepanjang musim ini. MU pun menjadi tim pertama yang mampu menjuarai Carling Cup dua musim beruntun setelah Nottingham Forest (musim 1989 dan 1990).

‘’Jika sudah begini, apa yang Anda katakana tentang Rooney. Dia sudah sejajar dengan Cristiano Ronaldo (Real Madrid) maupun Messi (Barcelona),’’ kata Sir Alex bangga.

Di kursi kehormatan Stadion Wembley, pelatih Timnas Inggris Fabio Capello tampaknya bisa cukup berbangga dan optimistis berangkat ke Afsel bersama Rooney. Namun dia juga tidak bisa kelewat optimistis mengingat masih banyak tugas yang diemban pemain berusia 24 tahun itu bersama MU. Selain di sisa-sisa laga Premier League, tentu saja di Liga Champions. Apalagi kondisi Rooney saat ini juga tidak sepenuhnya fit akibat cedera lutut kambuhan.

GOL-GOL KEPALA ROONEY

MAN UTD 4-0 HULL: Rooney menyambut umpan Nani untuk melengkapi hat-trick pada laga ini.

MAN UTD 3-1 MAN CITY: Rooney menyongsong umpan khas terukur Ryan Gigg pada menit akhir yang mengantarkan MU ke partai final Carling Cup.

MAN UTD 5-0 PORTSMOUTH: Rooney menyambut umpan Darren Fletcher dari sudut pendek.

MILAN 2-3 MAN UTD: Di Liga Champions ini, Rooney mencetak dua gol dengan kepala. Pertama memanfaatkan umpan silang Valencia dan yang kedua menyongsong umpan Fletcher.

MAN UTD 3-0 WEST HAM: Dua gol dari kepala dibukukan Rooney. Pertama tandukan menukik dan kedua memanfaatkan umpan pendek.

ASTON VILLA 1-2 MAN UTD: Di final Carling Cup, Rooney terbang menyambut umpan silang Valencia dan memastikan kemenangan sekaligus memberikan MU trofi pertama musim ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s