FIFA World Cup U-17 2011: Menempa Mental Calon Bintang

PERHATIAN penggemar sepak bola dunia saat ini mungkin masih tertuju ke perhelatan Piala Eropa U-21 di Denmark, Gold Cup (Piala Emas) 2011 di AS, maupun persiapan perhelatan Copa America 2011 di Argentina mulai 1 Juli mendatang. Bisa pula ke bursa transfer pemain di liga-liga elite Eropa.

Padahal, sejatinya ada event  yang tidak kalah penting –meskipun sebagian orang mengatakan kurang menarik— di sela-sela beberapa turnamen yang masih dan akan bergulir tersebut. Mulai Sabtu (18/6) waktu setempat atau Minggu (19/6) waktu Indonesia hingga 10 Juli 2011, di Meksiko berlangsung kejuaraan Piala Dunia U-17 atau FIFA World Cup U-17.

Sebanyak 502 pemain dari 24 tim nasional bersaing menjadi yang terbaik dalam ajang dua tahunan ini. Mereka dibagi dalam enam grup dengan masing-masing grup terdiri atas empat tim (lihat pembagian grup dan jadwal pertandingan pada bagian lain tulisan ini).

Format yang berlaku pada turnamen ini, dua tim teratas pada klasemen akhir masing-masing grup plus empat tim peringkat ketiga terbaik lolos ke putaran kedua (babak 16 besar) yang mulai memberlakukan sistem gugur (knock-out). Untuk menghindari eksploitasi pada calon-calon bintang pada masa mendatang, jika sebuah pertandingan dalam fase gugur itu berakhir seri, maka pemenangnya langsung ditentukan melalui adu tendangan penalti. Tidak perlu lagi ada perpanjangan waktu (extra time).

Dari sisi komersial, memang harus diakui Piala Dunia U-17 masih kalah pamor dibandingkan Piala Dunia untuk timnas senior. Bahkan, bisa pula dikatakan kejuaraan Piala Dunia U-17 yang ke-14 sejak kali pertama digelar pada 1985 di China itu kalah gengsi dibandingkan kejuaraan-kejuaraan resmi yang dihelat konfederasi-konfederasi kontinental, seperti Piala Eropa dan Copa America.

Namun, sebagai barometer pembinaan masing-masing timnas, Piala Dunia U-17 berperanan penting untuk memberikan pengalaman sekaligus kesempatan kepada para pemain muda berbakat yang berkontribusi sekaligus menjadi andalan timnas senior pada masa mendatang. Melalui kejuaraan ini, para pemain diharapkan bisa bebas memamerkan skill-nya. Bintang-bintang sepak bola dunia seperti Cesc Fabregas, Xavi, Carles Puyol, Iker Casillas (Spanyol); Alessandro Del Piero (Italia); Marcello Gallardo, Juan Sebastian Veron (Argentina); Ronaldinho, Anderson, Adriano (Brasil); Landon Donovan, Da Marcus Beasley, Oguchi Onyewu (Amerika Serikat); Toni Kroos (Jerman); dan bintang-bintang dari negara-negara lain merupakan produk turnamen ini.

Bola resmi FIFA World Cup U-17 di Meksiko 2011. PHOTO: AFP / GETTY IMAGES

Di sisi lain, pada Piala Dunia U-17 ini pula masih bisa disaksikan adanya pemerataan prestasi. Jika di Piala Dunia untuk timnas senior juaranya selalu dibagi antara timnas-timnas Eropa dan Amerika Selatan, maka di Piala Dunia U-17 ini timnas dari Afrika masih berkesempatan menunjukkan tajinya. Bahkan, timnas dari Asia seperti Arab Saudi pernah pula menjuarainya saat Piala Dunia U-17 di Skotlandia pada 1989.

Di Meksiko kali ini, memang tidak ada lagi Ghana (juara 1991 dan 1995) serta Nigeria yang bisa dikata merajai beberapa edisi sebelumnya kejuaraan Piala Dunia U-17, yakni juara 1985, 1993, dan 2007. Swiss, juara edisi 2009 yang terbilang mengejutkan setelah mengalahkan Nigeria di partai final, bahkan juga tidak lolos ke putaran final pada kejuaraan kali ini.

Dengan demikian, calon-calon bintang dari Brasil (juara 1997, 1999, 2003) serta the next stars dari Prancis (juara 2001) dan dari tuan rumah Meksiko (juara 2007) akan mendapatkan tantangan dari para pemain muda Argentina, Uruguay, Belanda, Jerman, Denmark, dan negara-negara lain dari Afrika, Amerika Utara, Tengah, dan dan Karibia, Oceania, serta dari Asia—termasuk Korea Utara (Korut) yang menjuarai Piala Asia U-16 tahun lalu.

Timnas Korut yang dibesut An Ye-Gun berharap para pemain di skuadnya ini bisa menjadi tumpuan timnas senior pada masa mendatang. Timnas senior Korut tahun lalu lolos ke putaran final Piala Dunia Afrika Selatan. Meskipun terhenti pada penyisihan grup, setidaknya itu sudah menjadi prestasi besar mengingat itulah partisipasi pertama mereka di putaran final sejak partisipasi sensasional di Piala Dunia 1966 Inggris.

Di Piala Dunia U-17 kali ini, Korut berada di Grup A dan turun pada laga pembukaan menghadapi tuan rumah Meksiko di Stadion Azteca yang dikenal sakral bagi tuan rumah dan angker untuk tim-tim tamu. ‘’Kami juga paham apa makna pertandingan itu,’’ ujar An.

Pengalaman sebagai pelatih timnas U-17 Korut saat Piala Dunia U-17 di Korsel pada 2007 setidaknya membuat An paham apa yang mesti dilakukan. Pada turnamen empat tahun lalu itu, Korut mampu menahan imbang Inggris 1-1 dan lolos ke babak 16 besar dengan predikat tim peringkat ketiga terbaik. Namun, pada putaran kedua mereka dikalahkan 0-3 oleh Spanyol yang selanjutnya tampil sebagai runner-up setelah dikalahkan Meksiko di partai final.

Jadi, menarik ditunggu apa yang bisa dilakukan An saat laga pembukaan menghadapi tuan rumah Meksiko. Piala Dunia U-17 setidaknya telah cukup memberikan pelajaran untuk Korut mengingat selain empat tahun silam, pada 2005 timnas dari Negeri Stalinis itu untuk kali pertama juga lolos ke putaran final di Peru. Namun, ketika itu Korut yang juga lolos dari penyisihan grup dihantam Brasil pada perempat final.

Ironi Bintang Nii Lamptey

Menjadi juara memang harapan setiap partisipan di Piala Dunia U-17 ini. Namun, misi penting lain sejatinya adalah menyiapkan calon-calon bintang untuk timnas senior yang berlaga pada turnamen-turnamen lain bergengsi berikutnya.

Turnamen kali ini merupakan penggemblengan untuk stars in the making, para calon bintang agar sinarnya semakin terang pada masa mendatang. Oleh karena itu, mental bertanding dan sportivitas layak dipupuk sejak dini. Di antaranya, bagaimana seorang pemain harus bersikap sesuai profesinya.

Kasus Nii Odartey Lamptey bisa menjadi cermin (termutakhir nyaris sama dengan nasib bintang muda AS Freddy Adu). Pada kejuaraan Piala Dunia U-17 1991 di Italia, bintang asal Ghana itu bermain cemerlang dan berhasil meredupkan sinar Del Piero, Gallardo, maupun Veron. Selain andil membawa Ghana juara, Lamptey dinobatkan sebagai Pemain Terbaik meskipun top scorer menjadi milik Adriano (Brasil). Lepas turnamen, Lamptey pun menjadi idola di timnas senior dan langsung menjadi pilihan di starting lineup timnas bersama bintang-bintang yang lebih dulu punya nama seperti Abedi Pele dan Tony Yeboah.

Bintangnya melesat di usia yang terbilang muda, namun mentalnya tidak cukup kuat menerima. Dalam waktu yang relatif singkat ia melanglang ke Inggris, Italia, Argentina, Turki, Portugal, Jerman, bahkan hingga ke Shandong Luneng di China pada saat usianya ‘’baru’’ 27 tahun. Usia yang terbilang masa emas seorang pemain bola dan seharusnya masih berada di klub-klub elite dunia. Merasa gagal di rantau, saat usia emas itu ia memilih pulang kampung di tengah sinar bintangnya yang kian redup.

Trofi FIFA World Cup U-17. PHOTO: AFP / GETTY IMAGES

PEMBAGIAN GRUP

GRUP A: Meksiko, Korea Utara, Kongo, Belanda.

GRUP B: Jepang, Jamaika, Prancis, Argentina.

GRUP C: Uruguay, Kanada, Rwanda, Inggris.

GRUP D: AS, Rep Chek, Uzbekistan, Selandia Baru.

GRUP E: Burkina Faso, Panama, Jerman, Ekuador.

GRUP F: Australia, Pantai Gading, Brasil, Denmark.

JADWAL PERTANDINGAN (WAKTU SETEMPAT)

PENYISIHAN GRUP

Sabtu, 18 Juni 2011

GRUP A: Meksiko vs Korut, Kongo vs Belanda

GRUP B: Prancis vs Argentina, Jepang vs Jamaika

Minggu, 19 Juni 2011

GRUP C: Rwanda vs Inggris, Uruguay vs Kanada

GRUP D: Uzbekistan vs Selandia Baru, AS vs Rep Chek

Senin, 20 Juni 2011

GRUP E: Jerman vs Ekuador, Burkina Faso vs Panama

GRUP F: Brasil vs Denmark, Australia vs Pantai Gading

Selasa, 21 Juni 2011

GRUP A: Korut vs Belanda, Meksiko vs Kongo

GRUP B: Jepang vs Prancis, Jamaika vs Argentina

Rabu, 22 Juni 2011

GRUP C: Uruguay vs Rwanda, Kanada vs Inggris

GRUP D: AS vs Uzbekistan, Rep Chek vs Selandia Baru

Kamis, 23 Juni 2011

GRUP E: Burkina Faso vs Jerman, Panama vs Ekuador

GRUP F: Australia vs Brasil, Pantai Gading vs Denmark

Jumat, 24 Juni 2011

GRUP A: Korut vs Kongo, Meksiko vs Belanda

GRUP B: Jepang vs Argentina, Jamaika vs Prancis

Sabtu, 25 Juni 2011

GRUP C: Uruguay vs Inggris, Kanada vs Rwanda

GRUP D: AS vs Selandia Baru, Rep Chek vs Uzbekistan

Minggu, 26 Juni 2011

GRUP E: Burkina Faso vs Ekuador, Panama vs Jerman

GRUP F: Australia vs Denmark, Pantai Gading vs Brasil

PUTARAN KEDUA

Rabu, 29 Juni 2011

Juara Grup D vs Peringkat Ketiga B/E/F

Juara Grup F vs Runner-up Grup E

Runner-up Grup A vs Runner-up Grup C

Juara Grup B vs Peringkat Ketiga A/C/D

Kamis, 30 Juni 2011

Juara Grup E vs Runner-up Grup D

Juara Grup C vs Peringkat Ketiga A/B/F

Runner-up Grup B vs Runner-up Grup F

Juara Grup A vs Peringkat Ketiga C/D/E

PEREMPAT FINAL

Minggu-Senin, 3-4 Juli 2011

SEMIFINAL

Kamis, 7 Juli 2011

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA & FINAL

Minggu, 10 Juli 2011

2 Comments

  1. Ping-balik: Asia Berkibar, Indonesia (Masih) di Mana? | BELANTARA PEMIKIRAN CAK SOL

  2. Ping-balik: Meksiko Muda Juara dan Borong Gelar Pemain Terbaik « belantara cak sol …

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s