Michael Jackson di Bahrain, 2005. (AL-ARABIYA)
Michael Jackson di Bahrain, 2005. (AL-ARABIYA)

MENDIANG Michael Jackson seorang muslim? Tayangan langsung pelbagai stasiun televisi pada upacara pelepasan jasad sang bintang di Staples Center, Los Angeles, Selasa tengah malam hingga Rabu dini hari WIB (7-8 Juli) sudah menjawabnya.

Saat MJ terbujur kaku di peti matinya nan megah bertakhtakan emas, paduan suara (choir) mendendangkan lagu-lagu rohani kematian. Stevie Wonder juga ikut menyenandungkan lagu perpisahan di antara para selebritas yang hadir, seperti Mariah Carey, Queen Latifah, Lionel Richie, dan Berry Gordy. Ikut pula memberi pidato perpisahan dua bintang basket Magic Johnson dan Kobe Bryant.

Magnet peristiwa pelepasan jasad MJ itu pun mengubur pemberitaan dan fokus publik pada kematian arsitek Perang Vietnam, mantan Menteri Pertahanan AS Robert McNamara, Senin (6/7) dalam usia 93 tahun. Jackson memang lebih dari sekadar entertainer.

Sedangkan beberapa kakak lelaki MJ, termasuk Jermaine Jackson, membentuk pagar hidup untuk menerima ucapan belasungkawa dari hadirin. Ucapan Jermaine-lah yang sempat memantik spekulasi di segenap penjuru dunia bahwa MJ seorang muslim. Keyakinan publik itu kian menguat saat Jermaine berucap, ‘’Semoga Allah selalu menerimamu di sisi-Nya’’ beberapa saat setelah MJ mengembuskan napas terakhir.

Pernyataan Jermaine, seorang muslim yang  dipercaya menjadi juru bicara keluarga itu, beredar luas di YouTube. Menurut Jermaine, pengalaman mendiang MJ selama ‘’tur kehidupan’’ di Teluk pada 2005 telah membukakan pintu hatinya pada Islam.

MJ, demikian Jermaine, menilai Islam sebagai agama yang mulia, agama yang secara tegas dan keras menolak rasisme di seluruh muka bumi. Padahal masalah kultur dan ras itu menjadi dilema yang diperangi MJ sepanjang hidupnya.

Selepas divonis bebas atas dakwaan pelecehan seksual terhadap anak-anak pada tahun itu, MJ memang mengajak anak-anaknya pindah ke Bahrain. Hampir setahun King of Pop itu tinggal di sana, menjadi tamu istimewa sekaligus sahabat keluarga kerajaan.

Hubungan mereka lantas merenggang. Di Pengadilan Tinggi London pada 2007, Pangeran Bahrain Sheikh Abdulla bin Hamad Isa Al Khalifa menggugat MJ senilai $7 juta. MJ diseret ke pengadilan karena telah mengkhianati ‘’kesepakatan bisnis’’ untuk merekam lagu-lagunya di bawah label rekaman yang disiapkan oleh Sang Pangeran, yang mana hasilnya akan disumbangkan kepada para korban tsunami di Asia pada 2004 silam.

Menurut pengacara sang pangeran, saat di Bahrain itu MJ sangat butuh duit karena kondisi keuangannya sudah mulai morat-marit. Namun MJ menilai ada ‘’kesalahpahaman’’ dalam klausul kesepakatan itu. MJ merasa tidak ada kewajiban untuk melakukan rekaman amal tersebut dan yang diterimanya dari sang Pangeran Bahrain tidak lebih merupakan ‘’bantuan persahabatan’’. Kasus ini pun ditutup tahun lalu setelah dicapai penyelesaian di luar pengadilan.

‘’Kepergian Michael Jackson merupakan kehilangan luar biasa bagi industri musik,’’ ujar Pangeran Bahrain, Sheikh Abdulla, yang pernah bersengketa dengan almarhum dalam ucapan belasungkawa di Gulf Daily News.

Yang jelas, pernyataan Jermaine pada hari kematian MJ tersebut kembali membawa ingatan publik ke peristiwa di awal 2007 lalu. Saat itu untuk kali pertama Jermaine mengatakan bahwa MJ segera memeluk Islam. Lantas pada November tahun lalu berbagai media melaporkan bahwa MJ memang sempat memeluk Islam.

Mana yang benar? Hanya Tuhan Yang Maha Tahu. Namun dari pelaksanaan upacara pelepasan jasadnya itu, setidaknya bisa diketahui ‘’keyakinan’’ sosok MJ hingga akhir hayatnya. Di sisi lain, tidak bisa disangkal bahwa magnet MJ memang luar biasa di kalangan pencintanya, muslim dan non-muslim, di negara yang mayoritas penduduknya muslim atau tidak. Mendiang ‘’Sang Raja’’ memang fenomenon.

Namun, di situs pribadinya yang juga dikutip stasiun televisi Al-Arabiya, penyanyi folk and country Yusuf Islam, yang sebelumnya dikenal sebagai Cat Stevens itu, menampik pemberitaan pelbagai media bahwa dia pernah hadir menyaksikan ikrar MJ sebagai muallaf. Pernyataan pelantun tembang lestari Morning Has Broken itu muncul saat MJ banyak dililit masalah dan jauh-jauh hari sebelum mangkat.

Kala itu Yusuf Islam pun berharap MJ menemukan kedamaian di hatinya dan bisa comeback ke dunia hiburan, dunia musik yang mampu memberi inspirasi kepada generasi mendatang. Seperti para pencinta MJ, yang diucapkan Yusuf Islam adalah sekadar harapan. Jika Allah berkehendak lain, siapa mampu mencegah?