Cristiano Ronaldo dan Kaka, dua pilar utama Real Madrid musim ini. PHOTO: GUARDIAN
Cristiano Ronaldo dan Kaka, dua pilar utama Real Madrid musim ini. PHOTO: GUARDIAN

MEMANG benar sepakbola merupakan permainan tim. Sukses sebuah tim ditentukan tidak hanya oleh satu-dua pemainnya, tetapi secara keseluruhan. Tak hanya 11 pemain di lapangan, namun juga yang di bangku cadangan, termasuk pula pelatih dan ofisialnya.

Namun Real Madrid, Senin (5/10) dini hari WIB, merasakan betul betapa tanpa CR9 alias Cristiano Ronaldo yang cedera, mereka kehilangan gigi dan takluk 1-2 di kandang Sevilla. Inilah kekalahan pertama El Real dari enam laga sepanjang bergulirnya La Liga 2009-2010, yang membuatnya tertinggal tiga poin dari Barcelona (18 poin) di puncak klasemen. Sebaliknya kemenangan membuat Sevilla menempel ketat di tempat ketiga, bernilai sama dengan Real tetapi kalah selisih gol.

Tanpa CR9 terlihat Real kehilangan tidak hanya improvisasi, tetapi juga ‘’magnet kendali sekaligus pengalih’’. Serangan-serangan dari sayap kurang menggigit. Alhasil yang menonjol adalah gempuran dari lini tengah dengan mengandalkan individual skill Kaka dan pergerakan tidak kenal lelah Sergio Ramos dibantu Xabi Alonso.

Para pemain Sevilla, khususnya di lini pertahanan, menyadari betul ‘’kepincangan strategi’’ ini. Tak ada CR9,  yang perlu mereka bereskan tinggal Kaka. Jangan sampai bintang Brasil ini leluasa menyuplai bola ke Karim Benzema maupun Raul di lini depan atau melepaskan tendangan kerasnya dari luar kotak terlarang yang beberapa kali terbukti supermanjur mengukir gol.

Untuk melaksanakan misi ini pun para pemain Sevilla tampak percaya diri tidak takut melakukan pelanggaran dekat petak terlarang – hal yang sangat berbahaya bila harus terjadi kala CR9 bisa bermain karena tendangan bebas langsungnya ke gawang sudah cukup terbukti mematikan.

Gol Real untuk menyamakan kedudukan 1-1 melalui tandukan Pepe pada menit ke-61 memang lahir dari set piece bola mati setelah pelanggaran di sisi kanan kotak terlarang Sevilla. Tetapi pelanggaran itu sebenarnya bukan muncul dari sebuah kondisi sangat tertekan. Setelah gol ini –dan sekali lagi tanpa CR9 di kubu El Real— para pemain Sevilla tetap percaya diri dengan pola 4-4-2 yang dipakai tanpa improvisasi hampir di sepanjang laga. Kedua sayapnya juga terus bernafsu menerobos setiap hadangan para pemain Real hingga beberapa kali membuat kiper Iker Casillas kecut.

Bagaimanapun, sejak kehadirannya di Santiago Bernabeu awal musim ini, CR9 masih setia memainkan peran sebagaimana yang dijalankannya di Manchester United (MU). Dialah inti dari ‘’pusaran serangan’’ tim. Alur serangan tertuju dan bertumpu kepadanya (build around him). Dengan kecepatan dan skill-nya CR9 diharapkan merusak konsentrasi pemain lawan.

Ibaratnya CR9 sengaja dipasang sebagai magnet yang mampu menarik para pemain lawan untuk mengepungnya. Jika memungkinkan, dengan lari dan skill-nya Ronaldo akan membawa dan mengeksekusi sendiri bola ke jala lawan. Dilanggar? Ronaldo pun siap menebar ancaman dengan tendangan kerasnya yang setiap waktu bisa mengancam gawang lawan.

Tetapi jika terbuka celah sesempit apa pun karena pemain lawan telanjur terfokus ke Ronaldo, maka tanpa diduga CR9 bisa mengirimkan bola itu ke rekan setimnya untuk menggetarkan jala gawang lawan. Itulah arti CR9 bagi Real Madrid; sebagai sentra serangan sekaligus penambang gol.

Peran seperti itu pula yang musim lalu dilakukan Kaka di AC Milan. Dialah pemegang irama serangan I Rossoneri. Pada dirinya pula alur serangan Milan bertumpu dan dibangun. Tanpa Kaka, apa yang terjadi pada Milan sekarang?

Disaster alias bencana. Demikian meminjam istilah sang bos besar, Silvio Berlusconi, tentang performa timnya pada beberapa laga awal musim ini.

Milan, termasuk Pelatih Leonardo, belum menemukan formula yang pas sepeninggal Kaka meski mereka punya Andrea Pirlo dan Ronaldinho.

Mengacu pada angka, memasuki beberapa pertandingan pada awal musim ini MU memang tampak tidak banyak terpengaruh oleh hengkangnya Ronaldo ke Real. Tetapi, seperti diakui Wayne Rooney kepada Daily Mail edisi 1 Oktober lalu, sejatinya MU dipaksa berjuang keras untuk menghadapi ‘’kekagetan-kekagetan’’ akibat perginya Ronaldo: kalah di Community Shield 2009 dan di laga perdana Premier League 2009-2010.

Beberapa laga juga dilalui kurang mengesankan dan kini harus menyerahkan lagi puncak klasemen sementara kepada Chelsea, yang pada Minggu (4/10) malam membuktikan sebagai salah satu kandidat juara Premier League 2009-2010 dengan menekuk Liverpool 2-0 di Stamford Bridge.

Kini Rooney-lah yang diplot sebagai penambang gol di MU, termasuk tambahan mengeksekusi penalti yang musim-musim sebelumnya juga menjadi jatah Ronaldo. ‘’Tetapi kami masih berusaha menyesuaikan permainan tanpa Cristiano,’’ katanya.

Ronaldo dan Kaka, masing-masing Pemain Terbaik Dunia selama dua tahun terakhir, hadir di Santiago Bernabeu dengan tekad mengukir sejarah. Namun Sevilla telah mengingatkannya bahwa jalan menuju ke sana tidak semulus harapan, apalagi bila mereka tidak bisa turun lapangan bersama.

Real Madrid memang bukan hanya Ronaldo dan Kaka, tetapi kehadiran mereka sungguh lebih dari sekadar berharga, melainkan lebih tepat disebut bermakna.