Logo World Cup 2010SETIAP penggagas dan tuan rumah pasti menginginkan hajat yang digelarnya sukses. Keinginan seperti itu pula yang jelas ada di benak Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (FIFA) dan Pemerintah Afrika Selatan (Afsel) terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2010.

Seperti dimafhumi, kejuaraan yang mempertemukan tim-tim nasional terbaik di planet bumi tahun depan itu adalah bangunan tonggak sejarah baru bagi FIFA. Untuk kali pertama kejuaraan empat tahunan itu digelar di benua Afrika dan Afsel mendapatkan kehormatan sebagai tuan rumah.

Namun total 75 pertandingan kualifikasi di seluruh dunia yang dilangsungkan pada Sabtu (10/10), Minggu (11/10), dan Rabu (14/10) telah membuat ciut nyali FIFA dan Pemerintah Afsel. Mereka cemas gaung Piala Dunia 2010 yang bersejarah ini akan berkurang dan kemilau sinarnya meredup karena bintang-bintang sepakbola dunia semacam Lionel Messi (baca Mario Kempes dan Keprihatinan Argentina pada tulisan lain di kategori FOOTBALL FOCUS), Cristiano Ronaldo, Michael Ballack, Thierry Henry dan Franck Ribery, serta beberapa lainnya absen akibat timnas masing-masing terancam tidak lolos.

Dalam diskursus lolos dan gagalnya timnas para bintang itu ke Afsel, saya memaklumi bila ada penilaian munculnya ‘’teori konspirasi’’. Bahwa FIFA pasti akan merekayasa sedemikian rupa agar timnas yang sudah tenar di dunia dengan bintang-bintang yang telah go global benar-benar dijamin bisa tampil di Afsel tahun depan.

Namun, pada sisi lain, saya masih memercayai bahwa FIFA –yang oleh Presiden Sepp Blatter pernah diklaim lebih berpengaruh dibandingkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu— pasti tetap menjunjung tinggi sportivitas dan spirit fair play. Membiarkan hasilnya di lapangan sesuai dengan jerih upaya tim-tim yang terlibat.  Semuanya diserahkan pada keyakinan dan perjuangan masing-masing tim, termasuk strategi yang diyakini membawa hasil jitu.  Seperti kata pepatah Arab, man jadda wajada alias siapa giat (berusaha) pasti dapat (yang diinginkannya).

Oleh karena itu, menyongsong dua laga terakhir kualifikasi Zona Eropa, keputusan FIFA yang memastikan memberlakukan seeding (unggulan) pada undian playoff untuk Zona Eropa di markas besar Zurich, Swiss, pada 17 Oktober nanti seyogianya tidak langsung distempel sebagai ‘’hadiah cuma-cuma’’ bagi tim-tim tenar. Dengan sistem seeding yang sejatinya tidak dikenalkan sejak Kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Eropa mulai digulirkan ini, memang tim-tim besar seperti Jerman (andaikata pada akhir kualifikasi ini menduduki posisi runner-up di grupnya) tidak akan berjumpa Prancis, seandainya di grupnya Les Bleus juga berakhir di posisi kedua, pada duel playoff bulan depan.

Dengan sistem seeding itu, Jerman bisa saja bertemu Kroasia, Latvia, Bosnia,  Slovenia atau lainnya. Begitu pula Portugal atau Swedia andaikata pada akhir kualifikasi juga menduduki posisi runner-up di grupnya. Karena diunggulkan, di atas kertas Jerman, Prancis, dan Portugal/Swedia dinilai memiliki kemampuan untuk mengalahkan lawan-lawannya.

Konspirasi? Tunggu dulu. Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) sudah menyetujui aturan seeding tersebut, yang didahului dengan perilisan ranking tentatif (sementara) bulan lalu.

Pada satu sisi mungkin UEFA menyetujuinya karena toh mereka tidak dirugikan dengan aturan seeding tersebut. Jatah dari Benua Eropa ke Piala Dunia 2010 tetap 13 tim –yang terdiri atas 9 juara grup yang lolos otomatis dan delapan runner-up terbaik memperebutkan sisa empat slot melalui playoff.

Di sisi lain, UEFA menyadari pula bahwa Piala Dunia merupakan hajat superbesar yang melibatkan banyak uang. Katakanlah pertimbangan bisnis juga masuk kalkulasi. Tidak saja demi FIFA, namun juga untuk kepentingan perekonomian tuan rumah.

Dengan aturan seeding itu, tim-tim yang dinilai lebih mumpuni memang diharapkan lolos agar Piala Dunia 2010 tetap marak. Namun, sekali lagi, semua kembali pada bergulirnya bola di lapangan, pada perjuangan anggota tim-tim yang terlibat.

Nah, ketika bola dimainkan, apakah ada jaminan mutlak tim-tim unggulan itu bisa menang atas lawan-lawannya? Tidak juga mengingat FIFA maupun UEFA sudah menegaskan bahwa aturan permainan, fair play, harus tetap ditegakkan di lapangan. Pada banyak pertandingan kualifikasi yang telah dilalui, terjadi juga tim-tim yang dinilai lebih lemah bisa mengimbangi, menahan, bahkan mengalahkan lawan-lawannya yang berperingkat lebih tinggi dan sebelumnya dinilai lebih berpeluang menang.

Katakanlah, bagi tim-tim unggulan itu, bola sudah di depan mata dan tinggal menceploskan ke gawang. Lantas, bukankah tidak jarang bola yang ditendang akhirnya tidak sampai menggetarkan jala? Apalagi pada pertandingan ini gawang tim-tim non-unggulan tersebut juga tidak dibiarkan melompong tanpa pengawalan dan penjagaan.

Cristiano Ronaldo (Portugal). PHOTO: SKY SPORTS
Cristiano Ronaldo (Portugal). PHOTO: SKY SPORTS

AGENDA ZONA EROPA

Inggris, Spanyol, dan Belanda sudah memastikan lolos ke Afsel.

SABTU 10 OKTOBER 2009

Grup 1:

1-Denmark (18 poin) vs 2-Swedia (15 poin)

3-Portugal (13 poin) vs 4-Hungaria (13 poin)

Grup 2:

5-Luksemburg (5 poin) vs 1-Swiss (17 poin)

4-Israel (12 poin) vs 6-Moldova (3 poin)

2-Yunani (14 poin) vs 3-Latvia (14 poin)

Grup 3:

1-Slovakia (19 poin) vs 2-Slovenia (14 poin)

4-Rep Chek (12 poin) vs 5-Polandia (11 poin)

Grup 4:

3-Finlandia (14 poin) vs  4-Wales (9 poin)

2-Rusia (21 poin) vs 1-Jerman (22 poin)

5-Liechtenstein (2 poin) vs 6-Azerbaijan (1 poin)

Grup 5:

5-Estonia (5 poin) vs 2-Bosnia (16 poin)

4-Belgia (7 poin) vs 3-Turki (12 poin)

6-Armenia (4 poin) vs 1-Spanyol (24 poin)

Grup 6:

4-Belarusia (10 poin) vs 5-Kazakhstan (6 poin)

3-Ukraina (15 poin) vs 1-Inggris (24 poin)

Grup 7:

1-Serbia (19 poin) vs 5-Rumania (9 poin)

3-Austria (11 poin) vs 4-Lithuania (9 poin)

2-Prancis (15 poin) vs 6-Kep Faroe (4 poin)

Grup 8:

5-Montenegro (5 poin) vs 6-Georgia (3 poin)

4-Siprus (6 poin) vs 3-Bulgaria (11 poin)

2-Rep Irlandia (16 poin) vs 1-Italia (20 poin)

Grup 9:

(Berisi lima tim dan menyelesaikan penyisihan grup bulan lalu)

1-Belanda (24 poin), 2-Norwegia (10 poin), 3-Skotlandia (10 poin); 4-Makedonia (7 poin), 5-Islandia (5 poin)

RABU 14 OKTOBER 2009 (TERAKHIR)

Andorra vs Ukraina;  Jerman vs Finlandia; Rep Irlandia vs Montenegro; Portugal vs Malta; Swiss vs Israel; Liechtenstein vs Wales; Bosnia vs Spanyol; Inggris vs Belarusia; Prancis vs Austria; Italia vs Siprus; San Marino vs Slovenia; Rep Chek vs Irlandia Utara; Polandia vs Slovakia; Swedia vs Albania; Denmark vs Hungaria; Yunani vs Luksemburg; Latvia vs Moldova; Azerbaijan vs Rusia; Turki vs Armenia; Lithuania vs Serbia; Rumania vs Kep Faroe; Bulgaria vs Georgia; Estonia vs Belgia; Kazakhstan vs Kroasia.