Fernando Torres kembali menjadi andalan Rafa Benitez saat duel prestisius menjamu Arsenal di Anfield, Minggu (13/12) malam. PHOTO: SPORTS ILLUSTRATED

DUEL Liverpool vs Arsenal, Minggu (13/12) malam, bakal kian menarik. Tidak hanya karena pertempuran ini melibatkan dua raksasa dalam himpunan kekuatan tradisional the big four, tetapi juga menilik hasil beberapa pertandingan Liga Primer pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari WIB. Jika pekan sebelumnya yang menjadi fenomena adalah banyak pemain gagal mengeksekusi penalti, maka pekan ini ditandai kejutan berupa tertahan, bahkan tumbangnya, tim-tim bintang musim ini.

Di kandangnya pemuncak klasemen Chelsea ditahan 3-3 oleh Everton, sedangkan Aston Villa gemilang mencatatkan kemenangan pertama dalam 20 tahun di Old Trafford dengan menggulung tuan rumah Manchester United (MU) 1-0. Manchester City tertahan di kandang Bolton 3-3 dan Tottenham Hotspur justru tumbang 0-1 di hadapan pendukungnya sendiri oleh Wolverhampton.

Meski stuck dengan meraup hanya satu poin, Chelsea masih aman di puncak klasemen dengan 37 poin dari 16 laga, disusul MU di posisi kedua dengan 34 poin dari jumlah laga yang sama. Villa berada di posisi ketiga dengan 29 poin, juga dari 16 laga. Baru kemudian ada Arsenal di peringkat keempat dengan 28 poin, namun baru memainkan 14 pertandingan.

Spurs di posisi kelima dengan 27 poin dari 16 laga, disusul Man. City dengan 26 poin (15 laga), baru kemudian ada The Reds Liverpool dengan 24 poin di posisi ketujuh yang baru memainkan 15 laga.

Hitungan matematis saja, hasil-hasil pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari tersebut sangat membesarkan hati The Gunners (Arsenal) dalam lawatan ke Anfield, kandang Liverpool.  Kans perburuan gelar Liga Primer masih terbuka, apalagi perjalanan belum sampai separuh musim ini. Jika minus dua laga dibandingkan Chelsea, MU, dan Villa tersebut bisa dioptimalkan, niscaya pasukan Arsene Wenger mampu memberi perlawanan sengit pada The Blues dan The Red Devils hingga akhir musim.

Alhasil,  Arsenal menilai laga di Anfield nanti merupakan must-win effort.  Harus menang. Ikhtiar ke arah itu sudah dimulai Wenger pertengahan pekan ini di kandang Olympiakos Piraeus (Yunani) pada laga akhir penyisihan grup Liga Champions. The Gunners yang telah memastikan lolos ke babak 16 besar mengistirahatkan para bintang serta pemain senior dan merumputkan para pemain mudanya yang rata-rata masih berusia 21 tahun, seperti Kerrea Gilbert, Fran Merida, Carlos Vela, Jack Wilshere, Aaron Ramsey, serta debutan Kyle Bartley dan Tom Cruise.

Pilihan tersebut bukannya tanpa risiko: Arsenal tumbang 0-1 di Athena, tetapi who cares? Wenger tak peduli. Toh timnya sudah lolos ke babak 16 besar dan punya misi yang tidak kalah vital dan penting di Liga Primer. Dalam kasus ini, fairness yang menyangkut nasib dua tim lain pada fase penyisihan grup Liga Champions itu –Olympiakos dan Standard Liege (Belgia)— bukan lagi urusannya.

Di televisi SkySports, Mathias Sammer, Pemain Terbaik Eropa 1996 yang kini menjabat Direktur Teknik pada Persatuan Sepakbola Jerman (DFB), mencibir sikap Wenger dengan menurunkan ‘’Tim Taman Kanak-Kanak (TK)’’ itu. Tak layak untuk kompetisi se-elite Liga Champions meski UEFA tidak melarangnya.  Namun Wenger justru menjawab bangga karena bisa memberikan ‘’Tim TK’’-nya itu bermain di level tinggi Eropa, apalagi hanya kalah tipis.

Di Anfield, jelas Wenger tidak akan berani menurunkan ‘’Tim TK’’-nya, apalagi harus menghadapi Liverpool yang kini dilanda amuk dendam. Seperti dikutip Goal, Manajer Liverpool Rafael ‘’Rafa’’ Benitez sudah memaklumatkan duel melawan The Gunners sebagai ‘’awal musim baru’’, padahal musim berjalan hampir separuh.

Arshavin, ancaman serius untuk benteng pertahanan Liverpool.

The Reds sudah tersisih dari ajang Liga Champions, yang ditutup dengan kekalahan 1-2 di kandang sendiri oleh Fiorentina pertengahan pekan ini. Statistik pun menunjukkan Liverpool menang hanya tiga dari total 14 laga terakhirnya di semua ajang, serta tidak pernah menang di Anfield sejak 25 Oktober 2009.

Jadi mengalahkan Arsenal merupakan misi besar jika pasukan Rafa tidak ingin menghabiskan sisa musim ini dengan duka rana sekaligus upaya keras mencapai jatah tiket Liga Champions musim depan. Spirit tempur di Liga Primer yang tidak terkalahkan pada empat laga terakhir serta tidak pernah kalah di Anfield –sejak Aston Villa menggebuk The Reds di kandangnya itu pada Agustus lalu— bisa menjadi modal pasukan Rafa.

Jika Rafa dan pasukannya percaya pada tradisi, maka mereka juga  harus yakin tidak akan bisa ditundukkan The Gunners di Anfield.  Dalam lima laga terakhir menjamu Arsenal di Liga Primer,  Liverpool tidak terkalahkan: menang tiga kali dan dua kali seri.

Sangat menarik ditunggu. Liverpool dan Arsenal –yang sepanjang musim ini keduanya dipusingkan dengan cedera para pemain—akan bertemu dengan misi masing-masing yang sangat penting. Juga masing-masing masih dihadapkan pada masalahnya untuk dipecahkan, serta diadu keampuhannya di lapangan Anfield.

Kekuatan Liverpool pun nyaris sempurna lagi untuk laga menjamu Arsenal ini. Fernando Torres sangat mungkin comeback pada laga Liga Primer ini setelah absen enam pekan akibat hernia. Torres sudah diuji dengan diturunkan sebagai pengganti pada laga melawan Fiorentina. Demikian pula Alberto Aquilani yang sudah tampil saat pertandingan Liga Champions menjamu Fiorentina itu. Hanya Ryan Babel yang dalam kondisi kurang fit karena masih dalam taraf penyembuhan cedera engkel.

Problem cedera pemain justru masih bejibun dihadapi kubu Arsenal. Gelandang Alex Song bebas dari sanksi dan kemungkinan bisa turun, tetapi kondisi Eduardo dan Abou Diaby masih fifty-fifty. Diharapkan istirahat karena tidak dimainkan di Yunani pertengahan pekan ini bisa membantu recovery mereka jelang duel penting di Anfield. Robin van Persie masih dirundung cedera panjang dan baru bisa balik Maret mendatang. Daftar pelbagai cedera juga menghinggapi Tomas Rosicky, Kieran Gibbs, Johan Djouoru, Nicklas Bendtner, Gael Clichy, serta Emmanuel Eboue.

Dengan kondisi tersebut, Liverpool masih berpeluang mengalahkan Arsenal jika lini tengah The Reds benar-benar digdaya. Di sinilah peran Javier Mascherano dan Yossi Benayoun sangat dibutuhkan untuk menyokong Steven Gerrard dalam menghambat suplai bola The Gunners yang dikomandani Cesc Fabregas ke lini depan di mana Samir Nasri, Carlos Vela, dan Andrei Arshavin bisa menjadi ancaman serius lini belakang The Reds yang akhir-akhir ini tampak keropos.

PERKIRAAN STARTING LINE-UP

Liverpool: Reina, Johnson, Carragher, Agger, Insua, Mascherano, Aquilani, Benayoun, Gerrard, Torres, Kuyt.

Arsenal: Almunia, Sagna, Gallas, Vermaelen, Traore, Ramsey, Fabregas, Denilson, Nasri, Vela, Arshavin.