LIONEL Messi. Saat ini terlalu sulit kiranya menemukan kata-kata yang pas untuk mendeskripsikan kecerdikan dan kelihaian striker ber-KTP Argentina tersebut. Tahun lalu dia merupakan pilar utama sukses Barcelona memajang enam penta. Kontribusi superbesar itu pula yang membuat dia diganjar gelar Pemain Terbaik Eropa dan Pemain Terbaik Dunia FIFA 2009.

Sukses spektakuler itu mungkin saja di luar angan Messi dan seluruh anggota skuad Barca, Pelatih Pep Guardiola, serta manajemen. Tak ketinggalan fans fanatiknya. Namun 2010 jelas mustahil untuk Barca mampu mengulang sukses spektakuler tahun lalu. Barca sudah tersingkir dari ajang Piala Raja (Copa del Rey) setelah pertengahan pekan ini gagal menjawab defisit gol tandang dari Sevilla.

Kemenangan 1-0 di kandang klub Andalusia tersebut pada leg kedua tidak cukup untuk membayar kekalahan 1-2 pada pertemuan pertama. Messi merupakan salah satu pemain yang sangat terpukul atas kegagalan di Piala Raja tersebut.

Namun Minggu (17/1) dini hari WIB, Messi mendapatkan pelipur di pentas La Liga, juga atas klub sama, Sevilla. Di Camp Nou, amuk dendam Barca tertumpahkan. Sevilla pun digilas telak 0-4. Messi mencetak dua gol dalam pertandingan ini dan menorehkan catatan 100 gol sepanjang kariernya berkostum klub kebanggaan Catalan itu.

Kemenangan menghindarkan El Barca dari kondisi malaise spirit. Tiga poin merupakan tujuan utama, tak ada urusan bahwa Sevilla berlaga di Camp Nou ini berkekuatan timpang karena Frederic Kanoute dan Didier Zokora absen karena tugas membela negara di Piala Afrika 2010 sebagaimana Seydou Keita (Mali) di pihak Barcelona.

Sevilla juga tanpa Luis Fabiano yang masih dirundung cedera. Sedangkan Sergio Sanchez juga tidak diturunkan, bahkan bersiap pensiun dini, setelah dideteksi bermasalah dengan jantungnya.

Toh Barca baru bisa memberondong jala Sevilla pada babak kedua lewat gol bunuh diri Julien Escude yang membelokkan arah tendangan Gerard Pique pada menit ke-49, lalu Pedro pada menit ke-70), dan Messi (menit ke-85 dan 90).

Pep Guardiola: masih jadi idola di Barcelona. PHOTO: TELEGRAPH.CO.UK

Sweet revenge. Tidak cuma itu karena sukses tiga poin di Camp Nou juga diikuti makin amannya posisi Barca di puncak klasemen setelah rival abadinya, Real Madrid, terkapar 0-1 di kandang Athletic Bilbao berkat gol dini striker Timnas Spanyol Fernando Llorente pada menit ke-3. Kini Barca memimpin lima poin atas El Real. Dari 18 laga yang mereka mainkan, Barca mengoleksi 46 poin serta 41 untuk Real.

‘’Tidak lebih buruk, tetapi kami bermain jauh lebih fokus malam ini dibandingkan pada Rabu malam (di Piala Raja),’’ ujar Messi.

Perjalanan musim ini masih cukup panjang. Peluang meraih trofi di luar Piala Raja masih membentang. Namun tantangan juga tidak enteng. Tak hanya menyangkut rotasi pemain berdasarkan pelbagai pertimbangan, tetapi juga tentang kelanjutan nasib sang entrenador brilian, Pep Guardiola, yang masih menggantung.

Pelatih berusia 38 tahun yang memberi Barca enam trofi hanya dalam tempo 1,5 tahun itu belum bersedia meneken kontrak perpanjangan dengan beberapa pertimbangan yang tidak sekadar soal gaji. Pep mungkin sadar, keajaiban kerap terjadi hanya sekali. Mustahil rasanya dia bisa mengulang sukses superbesar tahun lalu dengan enam trofi.

Barca dan fans masih sangat butuh Pep. Begitulah penegasan Presiden Barca Joan Laporta. Kontrak Pep berakhir musim panas mendatang dan manajemen Barca sebenarnya ingin secepatnya ada kepastian dari sang pelatih.

Menurut Laporta, sebagaimana dilansir ESPN, jika sampai perayaan Paskah –yang berarti April mendatang— Pep tidak juga bersedia menandatangani kontrak perpanjangan, maka El Barca terpaksa mencari pelatih baru sebagai penggantinya untuk musim mendatang.

‘’Kami tidak akan memaksa Guardiola. Kami beri dia cukup waktu untuk berpikir. Makin cepat kami pastikan pelatih untuk musim depan, itu semakin baik bagi klub,’’ tutur Laporta, yang masih yakin bahwa Pep bakal bertahan di Camp Nou.