SISA perjalanan Premier League musim 2009-2010 makin sengit dan menegangkan. Sukses Chelsea menggelontor gawang Aston Villa 7-1 pada pekan ke-32, Sabtu (27/3), bermakna kontinuitas tekanan kepada Manchester United (MU) yang untuk sementara masih memimpin puncak klasemen dengan 72 poin, satu poin mengungguli The Blues.

Beberapa jam usai Chelsea berpesta di Stamford Bridge, di Reebok Stadium, kandang Bolton W, MU meresponsnya dengan membelasah tuan rumah empat gol tanpa balas. Maka sangat menarik menantikan duel MU kontra Chelsea di Old Trafford pada 3 April mendatang. Hasil duel itu mungkin bisa saja memberikan gambaran, meski tidak absolut, atas persaingan merebut juara Premier League musim ini.

Sedangkan Arsenal yang sempat unggul pada sembilan menit jelang bubar justru dipaksa menerima hasil 1-1 oleh Birmingham. The Gunners kini di peringkat ketiga dengan torehan 68 poin.

Seperti musim-musim sebelumnya, persaingan di papan atas kembali melibatkan tim-tim raksasa dengan nama yang sudah mengglobal. Enam pertandingan lagi Premier League musim ini bakal purna dan ketiga klub tersebut sama-sama masih berpeluang menjadi juara. Mana yang kira-kira lebih memiliki kans juara?

Fokus

Pada teropong ini, Chelsea lebih fokus mengingat sudah tidak lagi direpotkan urusan berkiprah di Liga Champions pasca digulung Inter Milan pada babak 16 besar. Sedangkan MU dan Arsenal masih juga dipaksa menghadapi babak perempat final Champions (MU kontra Bayern Munich dari Jerman dan Arsenal menghadapi raksasa Spanyol, Barcelona).

Dengan demikian, faktor kebugaran para pemain The Blues lebih bisa dijamin. Manajer Chelsea, Carlo Ancelotti, juga tidak lagi disibukkan oleh tuntutan rotasi pemain. Manajer asal Italia itu bisa lebih fokus ke sisa laga Premier League, tidak seperti Alex Ferguson di MU dan Arsene Wenger di kubu Arsenal yang masih dituntut memeras otak perihal rotasi serta strategi.

Konsentrasi Pemain

Pada tinjauan sisi ini dalam bingkai konsentrasi para pemain menatap FIFA World Cup pada Juni-Juli mendatang, tampaknya kekuatan ketiga tim tersebut sebanding. Beberapa pilar tidak masuk tim nasionalnya yang sudah dipastikan tidak lolos. Andai masuk, berdasarkan beberapa performa timnas sebelumnya, mereka juga tidak terbilang sebagai starter.

Bagaimanapun, bagi pemain profesional, berlaga di ajang World Cup merupakan segalanya. Inilah kebanggaan tertinggi, penyempurna apa pun yang telah mereka tunjukkan pada level klub. Perjalanan karier serasa tak lengkap bila tidak pernah tampil di Piala Dunia, apalagi mampu membawa timnasnya juara. Itulah yang sempat disayangkan Paolo Maldini, salah seorang legenda hidup AC Milan, yang hingga akhir kariernya bermain bola tidak pernah berjaya sebagai juara turnamen resmi antarnegara bersama timnas Italia.

Ambisi itu pula yang berusaha dihidupkan David Beckham sejak musim lalu dengan hadir, balik, lalu masuk lagi ke AC Milan dari klub yang resmi memilikinya, LA Galaxy. Demi Piala Dunia 2010 bersama timnas Inggris sebelum harapan itu akhirnya musnah akibat cedera yang dideritanya di laga Serie A bersama Milan.

Piala Dunia merupakan ajang demi eksistensi sekaligus promosi dan pamer diri, khususnya bagi para pemain yang usai turnamen terbesar di jagat itu tidak kembali ke klubnya saat ini. Dengan demikian, para pemain seperti John Terry, Frank Lampard, Florent Malouda, Michael Ballack, Didier Drogba, Nicolas Anelka, dan kawan-kawan di Chelsea yang negaranya lolos ke Afrika Selatan bakal bermain lebih hati-hati agar tetap bisa berlaga di Piala Dunia itu.

Begitu pula Wayne Ronney, Park Ji Sung, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, dan lainnya di MU. Pun ada Samir Nasri, Nicklas Bendtner, Cesc Fabregas, William Gallas, dan rekan-rekannya di Arsenal. Pasti di hati mereka ada ruang untuk strategi bermain bagus di klub tanpa harus membuang kans berlaga di Piala Dunia.

Dari perspektif itu, bisa ditelisik sejauh mana kualitas para pemain lain di masing-masing klub yang sudah dipastikan tidak akan bertolak bersama timnasnya ke Afsel. Sejauh mana kualitas para pelapis untuk posisi-posisi yang selama ini menjadi spesialis para pemain yang bakal ke Piala Dunia itu? Pada perspektif ini, kans MU tampaknya yang paling besar.

Lawan Tersisa

Pada akhirnya, sepakbola memang bukan hitungan matematis. Banyak faktor yang memengaruhi. Namun kans sebuah tim untuk tampil sebagai pemenang atau juara bisa pula diprediksi dari calon lawan (lawan-lawan) yang bakal dihadapi berdasarkan kondisi dan performa tim-tim yang saling berhadapan.
Berikut ini prediksi hasil duel MU, Chelsea, dan Arsenal hingga akhir musim dalam persaingan merebut takhta juara Premier League 2009-2010:

MANCHESTER UNITED (72 POIN)

  1. (Home)  :  vs Chelsea –  Seri (1)
  2. (Away) :  vs Blackburn – Menang (3)
  3. (Away) : vs Man. City  – Kalah (0)
  4. (Home) :  vs Tottenham  – Kalah (0)
  5. (Away) : vs Sunderland – Menang (3)
  6. (Home) :  vs Stoke City – Menang (3)

Prediksi poin akhir: 72 + 10 = 82 poin

CHELSEA (71 POIN)

  1. (Away) : vs Man United –  Seri (1)
  2. (Home) :  vs Bolton W – Menang (3)
  3. (Away) :  vs Tottenham  – Seri (1)
  4. (Home) :  vs Stoke City – Menang (3)
  5. (Away)  :  vs Liverpool – Seri (1)
  6. (Home)  :  vs Wigan  – Menang (3)

Prediksi poin akhir: 71 + 12  = 83 poin

ARSENAL (68  POIN)

  1. (Home)  :  vs Wolves –  Menang (3)
  2. (Away) :  vs Tottenham  –  Seri (1)
  3. (Away)  :  vs Wigan –  Menang (3)
  4. (Home)  :  vs Man City  –  Seri (1)
  5. (Away)  :  vs Blackburn  –  Menang (3)
  6. (Home)  :   vs Fulham –  Menang (3)

Prediksi poin akhir: 68 + 14 = 82 poin

Yang tertera tersebut sekadar hasil utak-atik, namun kemungkinan poin akhirnya tidak lebih dari plus-minus 3 dari prediksi tersebut. Anda berhak punya prediksi lain.