Lionel Messi, diandalkan Barcelona dan amunisi utama Argentina. PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

SIAPA saja pemain sepakbola paling berpengaruh di planet bumi saat ini? Jika pertanyaan ini diajukan kepada Fabio Capello, manajer Timnas Inggris, jawabannya ada tiga pemain: Cristiano Ronaldo (Real Madrid), Wayne Rooney (Manchester United), dan Lionel Messi (Barcelona). Lainnya?

Kata Capello kepada televisi Gol Spanyol, yang lain adalah biasa saja karena mereka tidak mampu membuat ‘’perbedaan untuk klub dan timnasnya’’ seperti diperankan Ronaldo untuk El Real dan Portugal, Rooney untuk MU dan Inggris, serta Messi bagi Barcelona dan Argentina.

Timnas ketiga pemain itu beraksi di putaran final Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Juni-Juli mendatang. Bersama klubnya mereka saat ini juga fokus mengejar juara di liga domestik masing-masing.

Namun untuk persaingan pribadi pada level klub, termasuk untuk kasta tertinggi antarklub Eropa (Liga Champions), bisa dikatakan Messi telah tampil sebagai ‘’pemenang’’-nya.

Ronaldo dan Real Madrid telah tersisih pada babak 16 besar lalu. Sedangkan Rooney dipastikan istirahat antara 2-4 pekan setelah memungut cedera engkel saat MU kalah 1-2 pada first leg babak perempat final Champions di kandang Bayern Munich, pertengahan pekan ini.

Artinya, selain tidak bisa membela MU saat menerima kunjungan Bayern pertengahan pekan depan, dampak kehadiran Rooney juga tidak bisa dirasakan ‘’Setan Merah’’ ketika menjamu pesaing utamanya, Chelsea, di Premier League akhir pekan ini.

Jika penilaian Capello dijadikan patokan, berarti kans MU untuk terus melaju di Liga Champions pun terancam. Begitu pula upayanya bersama MU meraih gelar juara Premier League untuk empat musim beruntun.

Wayne Rooney (kiri), dicemaskan publik Inggris. PHOTO: ASSOCIATED PRESS

Tak terbantahkan, meski sepakbola adalah permainan kolektif, Rooney telah menjelma sebagai roh utama MU dan Inggris. Sepanjang musim ini dia telah mencetak 34 gol untuk MU pada semua ajang. Di timnas, 25 gol telah diukirnya dari total 58 kali membela skuad The Three Lions.

Oleh karena itu, bagi publik Inggris, klub mana pun yang menjuarai Premier League musim ini tidak masalah. Meski pula mereka berharap MU tanpa Rooney mampu membalik defisit atas Bayern di Liga Champions dan lolos ke semifinal, yang terpenting adalah sosok Rooney. Bintang berusia 24 tahun ini harus cepat pulih dan benar-benar fit ketika Inggris mengawali pertandingan melawan Amerika Serikat di Grup C putaran final Piala Dunia 2010 pada 12 Juni mendatang.

‘’England’s worst nightmare (Mimpi buruk paling menyeramkan Inggris),’’ tulis koran The Times, London, mengomentari cedera Rooney.

Stok striker Inggris memang tidak hanya Rooney. Namun, seperti dikatakan Capello, Rooney jadi sangat vital karena kemampuannya membuat perbedaan di lapangan. Kiranya Manajer MU Sir Alex Ferguson sangat sepakat dengan manajer timnas berpaspor Italia tersebut.

Kehilangan Rooney di Timnas Inggris jauh lebih terasa dibanding, misalnya, Timnas Spanyol tanpa Cesc Fabregas yang dipastikan absen di Piala Dunia 2010 setelah patah ketika membawa klubnya, Arsenal, mati-matian menahan Messi dkk dari Barcelona 2-2 pada leg pertama perempat final Liga Champions di Stadion Emirates, pertengahan pekan ini.

Jika ada persamaan, kehilangan Rooney bagi Timnas Inggris sama besarnya dengan Real Madrid dan Portugal tanpa Ronaldo. Apalagi kini Ronaldo, 25 tahun, dipaksa berpacu dengan Messi dkk di Barcelona untuk gelar La Liga Primera musim ini. Barcelona adalah juara bertahan di La Liga itu, begitu pun di Liga Champions.

Hingga 3 April 2010, total gol musim ini yang dikemas Ronaldo justru melebihi total penampilannya di semua ajang bersama El Real. Dia mengemas 26 gol dari 24 penampilan. Begitu pula di Timnas Portugal yang hingga sejauh ini mengukir 42 gol dari total 22 penampilan.

Cristiano Ronaldo, motor Portugal di Piala Dunia 2010. PHOTO: AFP/GETTY IMAGES

Tugas domestik di La Liga jelas menjadi sumber kecemasan Pelatih Timnas Portugal Carlos Queiroz. Apalagi sepanjang musim ini sang bintang memiliki catatan istirahat cukup panjang akibat cedera engkel yang didapat dalam ‘’tugas negara’’ membela Portugal lawan Hungaria pada 10 Oktober 2009. Dia baru comeback lagi membela Real Madrid pada 29 November 2009 dalam duel melawan seteru klasik, Barcelona, yang berakhir dengan kekalahan 0-1 di Camp Nou.

Lionel Messi? Bisa dikatakan dialah sumber kecemasan terbesar bagi Pelatih Barcelona Pep Guardiola maupun Pelatih Timnas Argentina Diego Armando Maradona. Untuk El Barca dan Pep, bintang berusia 23 tahun itu adalah amunisi utama pada ambisi mempertahankan gelar La Liga dan Liga Champions. Sudah 34 gol dipersembahkan Pemain Terbaik Dunia 2009 FIFA itu dari 41 penampilannya bersama El Barca di semua ajang sepanjang perjalanan musim ini.

Jelas sebuah beban yang menantang Messi, khususnya di Liga Champions kala pertengahan pekan depan giliran Barca menjamu Arsenal pada leg kedua perempat final. Arsenal memang tanpa dua pilar, Fabregas dan William Gallas, pun kondisi Arshavin yang masih meragukan.

Tapi Barca juga tanpa Gerard Pique (akumulasi kartu) dan kapten Carles Puyol yang terkena kartu merah langsung pada leg pertama di Emirates. Padahal keduanya adalah pilar lini belakang yang sudah teruji di pelbagai event sepanjang musim ini. Lagi pula, kurang bisa mempertahankan keunggulan gol –tidak semata kemenangan—akhir-akhir ini juga menjadi ‘’penyakit’’ Barcelona.

Mau tidak mau, Messi harus tetap bisa menunjukkan diri sebagai sang ‘’pembuat perbedaan sekaligus penentu’’ dari apa pun skema maupun pola main yang disiapkan Pep. Di Emirates pertengahan pekan ini, misalnya, Pep yang baru saja memperpanjang kontrak setahun di Camp Nou sengaja tidak menyorongnya terlalu ke depan sehingga lebih banyak beroperasi di lini tengah.

Hasilnya, seperti diakui Manajer Arsenal Arsene Wenger, dia terlalu fokus pada Messi dan menginstruksikan para pemainnya menempel ke mana pun ‘’titisan Maradona’’ itu bergerak. Akibatnya Zlatan Ibrahimovic cukup leluasa bergerak dan menghindari offside trap hingga mampu memborong dua gol El Barca.

Jika El Barca tidak hati-hati, begitu pun Messi, maka Argentina dan Maradona bisa saja meratap tiada henti menyongsong Piala Dunia 2010. Padahal seperti dikatakan Maradona, Messi layak menyandang predikat sebagai penerusnya. Demi Messi pula, pelatih yang baru saja dibuat sengsara oleh anjing piaraannya itu siap mengubah skema dan pola main Tim Tango di putaran final Piala Dunia nanti.

Tentu semua demi ‘’kenyamanan’’ Messi di lapangan. Juga agar lebih menjamin sukses Argentina sebagaimana yang ditunjukkan Messi yang andil besar membawa Argentina menjuarai Piala Dunia U-20 pada 2005 di Belanda (sekaligus menahbiskan Messi sebagai top scorer dan pemain terbaik turnamen itu), serta meraih medali emas cabang sepakbola di Olimpiade Beijing 2008.

Di Piala Dunia 2006 Jerman, Messi memang masuk skuad Argentina tapi hanya duduk di bangku cadangan sebagaimana Theo Walcott di Timnas Inggris yang kala itu dipoles Sven Goran Eriksson. Adakah Messi bakal bermain di Piala Dunia 2010 Afsel dan mengukir prestasi gemilang, membawa Tango juara, seperti keinginannya?