PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

Saat ini Lionel Messi bukan lagi lazimnya manusia. Dia dinilai tak lagi cocok hidup di planet bumi. Real Madrid harus waspada pada duel el clasico di Santiago Bernabeu jika masih ingin memanen hasil musim ini.

‘’He’s a PlayStation player.’’ Manajer Arsenal Arsene Wenger lah pemilik kalimat itu untuk memuji Lionel Messi. Total empat gol Barcelona ke gawang Arsenal, pada second leg perempat final Liga Champions di Camp Nou yang berakhir 4-1 pertengahan pekan ini, diborong Messi.

‘’Dia itu cocoknya tinggal di planet lain.’’ Wow… Pujian yang datang dari Osvaldo Ardiles  –mantan bintang Timnas Argentina saat menjuarai Piala Dunia 1978— kepada BBC usai menyaksikan aksi Messi melawan The Gunners di Camp Nou yang dinilainya ‘’telah jauh dari jangkauan kemampuan rasional’’.

Bejibun pujian kini menghampiri Pemain Terbaik Dunia 2009 Versi FIFA itu. Messi lagi, Messi lagi. Lagi-lagi Messi. Bintang terbaik yang bisa disaksikan pada dasawarsa pertama abad ke-21. Tak salah bila Manajer Timnas Inggris Fabio Capello pernah berujar, saat ini hanya tiga pemain di dunia yang mampu ‘’membuat perbedaan sekaligus menentukan’’ hasil pertandingan. Dialah Messi, Wayne Rooney (Manchester United/MU), dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid).

Musim lalu kala masih memperkuat MU, Ronaldo dan Rooney menyaksikan langsung bagaimana kehebatan dan andil Messi untuk Barca. Di partai final Liga Champions musim lalu, MU bagai diajari bermain ‘’sepakbola yang benar’’ oleh skuad El Barca polesan Pep Guardiola, yang selanjutnya tampil sebagai juara.

Sebelum musim ini bergulir, Ronaldo pindah ke Real Madrid. Sangat menarik menyaksikan dua pemain terbaik dunia selama dua tahun terakhir bertarung di kompetisi yang sama, La Liga Primera Spanyol. Siapa lebih hebat?

29 November 2009. Pembuktian pertama pun tiba di Camp Nou pada pertemuan pertama kompetisi La Liga musim ini. Tuan rumah Barcelona dan Messi menang tipis 1-0. Ronaldo ikut menikmati di lapangan kekalahan El Real itu, meski bisa saja berdalih kondisinya saat itu tidak cukup fit. Laga itu menandai comeback-nya setelah cukup lama istirahat akibat cedera yang didapat kala memperkuat Timnas Portugal melawan Hungaria pada 10 Oktober 2009.

Sabtu, 10 April 2010 atau Minggu (11/4) dini hari di Indonesia. Tiba giliran Ronaldo dan El Real menyambut Barca bersama Messi, yang lagi terbang di awan, di Santiago Bernabeu. Pertarungan demi gengsi el clasico kedua musim ini yang, tentu saja, tidak sekadar ajang pembuktian untuk kesekian bagi Messi dan Ronaldo.

Bagi kedua tim kemenangan merupakan keharusan demi menjamin jalan ke takhta juara kompetisi domestik. Ronaldo dan rekan-rekan setim paham betul. Mereka sadar juga Barca hadir di Bernabeu kali ini dengan mental yang lebih ‘’menggila’’.

Dengan pemain bintang, ‘’malaikat mungil’’ seperti Messi, Barca adalah juara bertahan La Liga sekaligus Liga Champions. Jalan untuk mempertahankan kedua penta itu masih terbuka. Hanya Barca yang tersisa demi harum bendera sepakbola Spanyol di Liga Champions. Klub ini pula yang berkontribusi pemain pilar terbanyak di Timnas El Matador untuk putaran final Piala Dunia 2010 di Afsel, Juni-Juli mendatang.

Sedangkan kehormatan yang tersisa untuk El Real –dengan Ronaldo dan bintang sekelas Ricardo Kaka— adalah juara La Liga. Demi target itu, selayaknya para pemain El Real tidak minder dulu. Jika down duluan, dengan model gempuran Barca dan manuver licin Messi, bukan mustahil klub kebanggaan Ibu Kota Spanyol bakal memetik kekalahan kandang pertamanya di La Liga musim ini.

Bila ini yang terjadi, apalagi jika sampai kalah supermemalukan seperti pertemuan di Bernabeu musim lalu ketika El Real dibantai 2-6, maka kans revans pun sirna dan hanya keajaiban yang mengantarnya ke kursi juara.

‘’Barcelona bukan Messi seorang,’’ kata Ronaldo menyongsong el clasico, Minggu (11/4) dini hari WIB.

Barca memang bukan Messi seorang, tetapi tidak bisa dibantah bahwa Messi adalah roh penting klub Catalan itu. Begitu pula Ronaldo, juga Kaka, musim ini untuk Real Madrid. Jika kedua bintang terakhir ini tak mampu memberikan hasil memuaskan bagi El Real, maka sia-sialah pengeluaran besar klub itu musim ini untuk menyaingi seteru klasiknya itu, Barcelona.

Messi atau Ronaldo? Kita tunggu saja…