LOST ICONS: Raul dan Guti (kanan) segera meninggalkan Real Madrid. PHOTO: REUTERS

‘’Real Madrid selalu di hatiku. Setelah pensiun sebagai pemain, aku ingin kembali ke sini.’’

Minggu (25/7) lepas tengah malam waktu Indonesia, layar CNN di mata para pencinta fanatik Real Madrid, bagai redup ketika menayangkan wajah Guti. Serasa ‘’nasdem’’ alias panas adem (dingin). Merinding campur meriang. Mungkin meradang untuk beberapa orang. Serasa tidak percaya Guti, icon Real Madrid, mengatakan segera cabut dari Santiago Bernabeu.

Usia Guti memang tidak lagi muda, 33 tahun. Tetapi kala usianya baru menginjak 9 tahun, tepatnya pada 1985, ia sudah resmi berkaus Real Madrid dalam program pembibitan pemain usia dini. Adalah Jorge Valdano, yang kini menjabat sebagai Direktur Pelaksana El Real, yang memberikan kesempatan kepada Guti bermain di tim senior pada 1995. Berarti 25 tahun Guti mengabdi di klub itu serta 15 musim bermain untuk Los Merengues di pentas La Liga.

‘’Memang bukan hal mudah, tapi aku juga sedang menimbang tawaran serius Besiktas,’’ ujar pencetak 86 gol dari total 542 penampilannya di segala ajang bersama El Real, serta andil mempersembahkan lima gelar juara La Liga dan tiga juara Liga Champions Eropa.

Jika benar ke klub Turki itu, Guti akan reuni dengan bekas pelatihnya di Real pada 2007-2008, Bernd Schuster asal Jerman. Guti menjelaskan langkah berikutnya dalam konferensi pers di Bernabeu yang dijadwalkan hari ini, Senin (26/7), bersama Raul, icon lain berjuluk ‘’Pangeran Madrid’’. Hanya Raul yang bisa mengungguli catatan waktu dan caps Guti di El Real. Beberapa hari terakhir Raul ramai diberitakan segera hengkang ke klub anggota Bundesliga Jerman, Schalke 04, yang kini dibesut oleh Felix Magath.

Raul, mantan kapten El Real yang juga berusia 33 tahun, mengukir debut di La Liga pada Oktober 1994 di usia 17 tahun. Dia mempersembahkan enam trofi juara La Liga dan tiga gelar Liga Champions. Dua kali pula Raul tampil sebagai top scorer di La Liga. Oktober 2009, ia menyamai rekor 66 gol pemain legendaris Jerman, Gerd Mueller, di tiga kompetisi utama antarklub Eropa dengan golnya ke gawang AC Milan di Liga Champions.

Di Timnas Spanyol, Raul juga pemilik rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa (all-time scoring record) dengan 44 gol dari 102 caps. Ia masih unggul satu gol dari David Villa, pewaris nomor 7 di timnas yang baru menahbiskan diri sebagai juara Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.

Raul dan Guti adalah iconic players di Real Madrid. Niat mereka untuk terus membela Los Merengues hingga gantung sepatu –seperti dilakukan Franco Baresi yang diikuti Paolo Maldini di AC Milan— tidak kesampaian. Pernyataan Guti meninggalkan Real Madrid mungkin tidak sekencang kejutan dari Raul.

Pada 2003 dan 2005, saat dinilai menurun performa, Guti juga disebut-sebut segera cabut dari Bernabeu. Salah satunya menuju Premier League Inggris seperti dilakukan mantan Kapten Real Madrid Fernando Hierro (kini asisten pelatih Timnas Spanyol) sebelum gantung sepatu. Namun siapa sangka Raul, sang pangeran, juga akan hengkang.

Jelas sudah betapa pelatih anyar Real, Jose Mourinho, benar-benar ingin membentuk tim idaman seperti keinginannya. Guti memang sudah berumur, namun ia kerap pula tampil sebagai kunci pembuka dan jalan keberuntungan untuk El Real pada laga-laga krusial. Ketajaman Raul yang masih terasa juga sangat mungkin tidak menarik minat pelatih asal Portugal yang musim lalu mempersembahkan treble winners untuk Inter Milan tersebut.

Meski belum terucap dari para petinggi klub, bukan rahasia bahwa selama dua musim terakhir Real benar-benar jealous bercampur ‘’marah’’ melihat sukses seteru klasiknya, Barcelona. Mourinho dinilai paham betul cara membentuk tim pemenang. Ia mantan asisten pelatih Barcelona kala dipegang Louis van Gaal. Di persaingan Liga Champions musim lalu, Mou dan Inter mampu mempedayai Barcelona yang hingga kini masih dipercayakan kepada asahan Pep Guardiola. Bahkan di final Mou dan Inter juga menjungkirkan Bayern Munich yang hingga kini masih dipoles Van Gaal, bekas atasannya di Barca.

Kiranya yang dibutuhkan Mou adalah amunisi yang benar-benar jitu. Terlebih lagi memasuki musim depan ketika para pemain pilar Barcelona telah unjuk gigi dengan memberi trofi Piala Dunia yang kali pertama untuk Spanyol. Apalagi striker haus gol David Villa juga sudah resmi bergabung ke Camp Nou musim depan.

Mou pun menjanjikan tempat dan kebebasan istimewa untuk manuver bintang senegara, Cristiano Ronaldo, yang musim lalu dinilai kurang maksimal di Real. Bek Portugal Ricardo Carvalho juga ingin menyusul bekas bosnya di FC Porto dan Chelsea itu, siap meninggalkan Stamford Bridge. Begitu pula rekan Carvalho di Chelsea, Ashley Cole. Douglas Maicon juga masih dikait-kaitan siap cabut dari Inter menyusul Mou ke Real sebagaimana ambisi klub Ibu Kota Spanyol ini memboyong bintang muda Jerman di Piala Dunia 2010 lalu, Sami Khedira.

Bahkan media Inggris kemarin masih ramai memberitakan bahwa Mou terus berusaha keras membujuk Kapten Liverpool dan Timnas Inggris, Steven Gerrard, agar pindah ke Bernabeu. Menarik ditunggu apa yang dilakukan Mou di Real Madrid usai klub elite ini melepas para icon-nya.