BEBE: Dari jalanan, berharap mengubah nasib di Old Trafford. PHOTO: ASSOCIATED PRESS

Bulan lalu usianya genap 20 tahun. Dua tahun lalu ia disiapkan mengikuti kejuaraan sepakbola dunia antartunawisma (Homeless World Cup) mewakili Portugal, tetapi tidak terealisasi. Namun naluri Manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, mengatakan, anak jalanan bernama Tiago Manuel Dias Correia –yang akrab disapa Bebe—bakal menjadi bintang bersinar di Old Trafford.

‘’Ia memang bibit mentahan, tapi kami bisa mengelolanya. Memang layaknya dongeng jika Anda mengikuti latar belakangnya,’’ ucap manajer yang akrab disapa Fergie itu kepada media Inggris.

Merekrut Bebe, si pemain sepakbola jalanan, senilai US$11,5 juta tidak ubahnya gambling untuk MU. Juga aneh bila dibandingkan ‘’ulah’’ klub-klub besar lainnya yang justru menimbun banyak pemain bintang dengan nama telah mengglobal. Sebut saja para pesaing MU di Premier League seperti Manchester City, Chelsea, Arsenal, Liverpool, dan lain-lain. Juga klub-klub raksasa dari negara lain seperti Real Madrid, AC Milan, Inter Milan, dan lain-lain.

Bebe tidak pernah bermain di level teratas kompetisi sepakbola Portugal. Ia ditransfer MU dari klub divisi satu, Vitoria Guimaraes. Percaya atau tidak, Bebe diambil klub itu yang bertindak sebagai free agent dari klub kecil di divisi tiga, Estrela da Amadora, tanpa sepeser pun uang hanya lima pekan sebelum diboyong ke Old Trafford. Dengan kata lain, cuma memiliki Bebe lima pekan telah mengisi kas Vitoria Guimaraes senilai US$11,5 juta.

Investasi berisiko untuk MU? Bisa ya, tetapi siapa tahu kelak tidak terbukti. Namun sukses memboyong Bebe harus diakui pula sebagai kemenangan adu cepat untuk ‘’Setan Merah’’ mengingat Real Madrid konon juga dikabarkan memburu talenta muda tersebut.

Siapakah Bebe? Ia terlahir dari keluarga imigran asal Cape Verde. Sejak kecil hidupnya ada di jalanan yang keras. Sejak kecil itu pula kakak-kakaknya memanggilnya ‘’baby’’, tetapi oleh lingkungan sekitarnya lebih diakrabi sebagai ‘’Bebe’’. Sejak itu julukan tersebut melekat padanya. Menginjak remaja, Bebe dimasukkan ke sebuah panti sosial untuk anak-anak yatim di Loures, arah utara dari Ibu Kota Lisabon.

Meski hidup di panti, ia terus mengasah ketrampilan bermain bola di jalanan. Pencari sekaligus pemandu bakat MU di Portugal, Jorge Mendes, melihatnya musim panas ini, tepat bersamaan dengan perhelatan Piala Dunia 2010 Afrika Selatan (Afsel). Mendes adalah agen yang membawa Cristiano Ronaldo dari MU ke Real Madrid. Mendes juga menjadi pemandu bakat Jose Mourinho, yang mulai musim panas ini menukangi El Real setelah musim lalu mempersembahkan treble winners untuk Inter Milan. Mendes pula yang menyodorkan Bebe ke Guimaraes.

‘’Saat mengidentifikasi seseorang dengan potensi itu, biasanya kami terus memantaunya selama periode tertentu. Tapi pemandu bakat kami di Portugal mengatakan anak ini luar biasa cemerlang. Instinct-nya luar biasa, jadi cepat-cepat kami merekrutnya,’’ ujar Fergie.

Selain dari Mendes, sebelum merekrut Bebe itu Fergie juga melakukan cross checks kepada mantan asistennya di MU, Carlos Queiroz yang kini menukangi Timnas Portugal. Ternyata Queiroz sependapat. Fergie berharap Bebe mampu mengikuti jejak sukses Ronaldo, yang direkrut kala masih remaja dari Sporting Lisbon, serta Nani dan Anderson di Old Trafford.

‘’Manchester United memang sangat cocok untuk para pemain muda yang ingin maju,’’ kata sang manajer.

Old Trafford menunggu pembuktian Bebe.  Ia pun berjanji bermain sebagus mungkin untuk menunjukkan kemampuannya. ‘’Aku memang telah lama merindukan bisa bermain di klub besar. Aku juga berharap sepakbola mampu mengubah kehidupanku,’’ tutur Bebe pekan lalu.

MU telah memberi Bebe harapan. Tidak hanya mewujudkan impian bermain sepakbola, tetapi juga harapan perubahan nasib. Bebe layak mendapatkannya sebagaimana yang kini banyak diidamkan para pemuda jalanan di berbagai penjuru dunia. Sebagaimana dilansir The New York Times, The Mathare Youth Sports Association di Kenya sejak 1987 aktif melatih anak-anak dan pemuda jalanan bermain sepakbola untuk menjauhkannya dari frustrasi dalam hidup, kekerasan, pemakaian narkoba, dan pergaulan bebas berpotensi AIDS.

‘’Ia (Bebe) murni digembleng dari jalanan. Kini ia memiliki klub, klub yang besar dan terkenal. Ia punya banyak potensi dan skills. Badannya tinggi, piawai dalam perebutan bola-bola atas, secara teknis juga cepat dan kuat,’’ komentar Jorge Paixao, pelatih yang sempat memoles Bebe semusim di Estrela da Amadora.

Namun Paixao tidak ragu-ragu menyebut Bebe sebagai aset berharga. Kini tinggal ia memahirkan bahasa Inggrisnya agar bisa menyerap seluruh pelajaran dan instruksi yang didapatnya di Old Trafford.