Franklin Lobos setelah bebas dari ''penjara perut bumi''. PHOTO: GABRIEL ORTEGA-PEMERINTAH CILE

Papa, kami ingin mengirim sebuah bola untukmu, tapi tidak bisa melewati tabung itu.

Kalimat itu melekat di secarik kertas tulisan Carolina, Agustus lalu, beberapa hari setelah 33 petambang Cile terjebak di lokasi bawah tanah di areal penambangan emas dan tembaga Copiapo, San Jose. Surat yang ditunjukkan kepada media setempat itu ditulis oleh Carolina untuk ayahnya, Franklin Erasmo Lobos Ramirez, salah seorang petambang yang ikut terjebak di kedalaman hampir 600 meter dari permukaan.

Franklin Lobos, demikian nama populer sosok 53 tahun itu, tidak saja penggandrung sepakbola. Ia adalah bekas pemain sepakbola profesional di klub lokal dan pemain tim nasional. Wajar bila Carolina ingin mengirimkan sebuah bola sebagai penghibur sang ayah yang terisolasi di perut bumi, jauh dari riuh dunia.

Jika kala itu baru sebatas keinginan, tidak lagi kini. Rabu (13/10) pukul 02.20 waktu Cile, Lobos menjadi penambang ke-27 yang diangkat dengan kapsul dari terowongan yang telah dihuni bersama 32 petambang lainnya selama 2 bulan 9 hari. Sorak dan tangis haru menyambut Lobos ketika keluar dari pipa tabung yang mengangkatnya dari ‘’penjara perut bumi’’. Sebuah bola ‘’adidas’’ lantas ada di tangannya. Ia juga memeluk haru Carolina.

 

Franklin Lobos saat masih menjadi pemain sepakbola. PHOTO: MINERO

 

‘’Terima kasih, terima kasih,’’ ucap Lobos mengomentari momen pembebasan bersama 32 rekannya yang tidak saja menjadi perhatian, tetapi juga menyatukan hati penduduk dunia.

Berbeda dengan lazimnya bekas pemain sepakbola, setelah gantung sepatu pada 1995 Lobos memilih tidak tetap berkutat di dunia olahraga. Ia bekerja sebagai sopir di perusahaan pertambangan di tanah kelahirannya, Copiapo. Selain sebagai penunjuk jalan, tugasnya adalah antar jemput para petambang ke lokasi penambangan. Saat ia hendak membawa para petambang keluar dari lokasi bawah tanah pada 5 Agustus 2010 lalu, terjadilah musibah longsor itu.

Lahir di Copiapo, bagian utara Cile, pada 2 Juni 1957, Lobos mencatat debut sebagai pemain sepakbola pro pada 1982 bersama klub Regional Atacama. Semasa bermain ia dijuluki El Mortero Magico (si Mortar Magis) karena tendangan bebasnya yang luar biasa kencang. Di klub itu pula ia memutuskan gantung sepatu pada 1995.

Sebelumnya ia juga melanglang ke klub-klub lokal lainnya, seperti Cobresal dan ikut memberinya gelar juara Liga Cile, lalu Deportes Antofagasta, Santiago Wanderers, serta Union La Calera. Yang membuat ia berbangga adalah saat membela timnas pada 1980 hingga 1990-an dengan salah satu catatan gemilang andil mengantarkan Cile lolos ke Olimpiade 1984. Tapi Lobos kemudian tidak masuk skuad timnas yang beraksi di olimpiade yang dihelat di Los Angeles, AS, tersebut.