Presiden Cile Sebastian Pinera (kanan) memeluk Mario Sepulveda, satu dari 33 petambang yang diselamatkan, setelah 69 hari terkurung di perut bumi lokasi penambangan emas dan baja San Jose, Rabu (13/10). PHOTO: JOSE MANUEL DE LA MAZA-KANTOR KEPRESIDENAN CILE VIA AP

Sejarah baru. Harapan baru. Meski medannya sangat menantang plus berbagai kendala teknis di lapangan, dikeluarkannya total 33 petambang Cile yang terkurung selama 69 hari di ruang ‘’perut bumi’’ merupakan operasi penyelamatan (rescue operation) paling menakjubkan di dunia.

Sebelumnya beberapa operasi penyelamatan juga dinilai berhasil. Berikut lima operasi penyelamatan bencana penambangan terspektakuler dalam sejarah modern, seperti diintisarikan The Christian Science Monitor:

 

CILE: AGUSTUS-OKTOBER 2010

Sebanyak 33 petambang terkurung sejak bencana terjadi pada 5 Agustus akibat ambruknya salah satu bagian penyangga areal penambangan bawah tanah di gurun San Jose, bagian utara Cile. Pada 13 Oktober waktu Cile (14 Oktober WIB), total 33 petambang bisa dikeluarkan satu per satu melalui tabung kapsul yang didesain Lembaga Penerbangan Luar Angkasa AS (NASA). Lebih cepat dari perkiraan semula yang menyatakan operasi rampung menjelang Natal nanti.

Sebuah bor dengan ujung seperti godam raksasa (boreholes) dipakai untuk membuat lubang sedalam 622 meter. Dasar lubang itu mendekati ‘’penjara perut bumi’’ tempat 33 petambang terperangkap. Dari lubang itu anggota rescue bisa mencapai lokasi para petambang. Dari lubang itu pula kapsul meluncur ke bawah, lantas mengangkut satu per satu petambang ke permukaan. Fantastis! Total 33 petambang selamat.

 

CHINA: APRIL 2010

Sebanyak 115 petambang berhasil diangkat ke permukaan setelah delapan hari terperangkap di bawah tanah serta berjuang melawan arus deras banjir yang menerjang lokasi penambangan Wangjialong di Provinsi Shanxi. Petugas rescue mengebor, menciptakan lubang, guna memasok udara untuk para petambang yang terperangkap. Sedangkan para petambang dipaksa bekerja keras memompa air keluar agar bisa bertahan hidup sekaligus memudahkan tim penyelamat melihat dan mengeluarkannya.

Beberapa di antara petambang itu tidak sabar. Mereka mencari jalan ke luar sendiri dengan cara menggali terowongan. Nahas hasilnya. Terowongan-terowongan itu malah menjadi jalan serangan air bah. Maka dari total 153 yang terperangkap, yang bisa selamat hanya 115 orang.

 

RUSIA: OKTOBER 2003

Sebanyak 71 petambang di wilayah selatan Rusia terperangkap setelah air dari danau bawah tanah menerjang lokasi kerjanya. Sebanyak 25 pekerja mampu meloloskan diri, tetapi butuh 36 jam untuk bisa kontak dengan rekan-rekannya yang masih terjebak. Banyak yang meyakini mereka tidak akan selamat di tengah terjangan banjir dan hantaman udara dingin.

Namun kerja keras tim rescue membuahkan hasil gemilang: 44 petambang bisa diselamatkan, satu ditemukan meninggalkan, serta seorang lagi dinyatakan hilang.

 

PENNSYLVANIA: JULI 2002

Ketika permukaan lokasi penambangan Quecreek diterjang banjir, sembilan petambang terperangkap di lokasi bawah tanah. Tim penyelamat harus bertindak cepat agar para petambang tersebut tidak tewas tenggelam. Diborlah lubang sedalam 240 kaki.

Mula-mula untuk memasok oksigen bagi para penambang nahas itu, tetapi kemudian dimanfaatkan untuk meniupkan lebih banyak oksigen hingga tercipta kantong udara bertekanan besar. Ampuh. Kantong udara yang tercipta dari lubang bor itu mampu menghambat serbuan air. Dari lubang itu pula sembilan petambang bisa diangkat ke permukaan dan selamat.

 

PENNSYLVANIA: AGUSTUS 1963

Operasi penyelamatan di Cile pada Oktober 2010 ini tidak ubahnya jawaban atas ‘’teka-teki’’ pada musibah di Pennsylvania 1963 silam. Tahun itu untuk kali pertama boreholes dipakai dalam operasi menyelamatkan tiga petambang yang terperangkap di lokasi penambangan batu bara di gua. Namun sejak itu boreholes tidak banyak dipakai.

Pada operasi rescue 1963 itu, mula-mula dibor lubang selebar 6 inci untuk menelisik lokasi para korban. Setelah dideteksi, baru dilakukan pengeboran jalur lubang yang lebih lebar untuk mengangkat para korban. Tapi cara ini sangat memakan waktu dan dinilai berisiko pada benturan fisik. Ketiga pekerja bisa diangkat, tapi seorang meninggal. Sedangkan dua yang selamat memakai helm football (sepakbola khas AS) dan pelindung kepala dari sejenis rotan.