Sejarah perfilman dunia tidak terpisahkan dari namanya. Ia pula yang berjasa mengenalkan dunia pada si kekar Arnold ‘’Arnie’’ Schwarzenegger, kini Gubernur California, Amerika Serikat, lewat Conan the Barbarian. Dialah Dino De Laurentiis.

Rabu (10/11) atau Kamis (11/11) WIB, Laurentiis mangkat pada usia 91 tahun di Los Angeles, AS. ‘’Perfilman kehilangan salah seorang tokoh besar. Nama Dino De Laurentiis terpatri dalam sejarah perfilman,’’ tutur Walter Veltroni, mantan Wali Kota Roma sekaligus penggagas Festival Film Roma Internasional, kepada Kantor Berita AFP.

Lahir di Torre Annunziata, dekat Naples, Italia, pada 8 Agustus 1919, karier putra pembuat pasta itu meroket setelah La Strada (1954) yang digarapnya bersama Roberto Rossellini dan Federico Fellini diganjar dengan Piala Oscar.

Piala Oscar itu merupakan penahbisan awal dari kerja keras sebelumnya. Pada 1947, usai  ‘’mengabdi’’ di Angkatan Darat Italia pada Perang Dunia II, ia mendirikan Dino De Laurentiis Studios. Pada 1950-an ia mulai menggarap beberapa film epik, seperti Ulysses bersama Kirk Douglas serta War and Peace dengan aktris Audrey Hepburn.

Tantangan berat menghadang ketika studio yang didirikannya di Roma, Dinocitta, untuk menandingi fasilitas perfilman Cinecitta yang lebih lengkap, tidak terealisasi. Sejumlah film yang dihasilkan Dinocitta, seperti Barbarella, tidak mampu bersaing merebut hati penonton.

Di tengah kegalauan itu plus realitas namanya kian menempel di mulut insan perfilman global menyusul Piala Oscar yang diraihnya, pada 1970-an De Laurentiis hijrah ke AS. Di Negeri Abang Sam ia membesut beberapa film laris, di antaranya, Serpico, Death Wish, dan remake dari King Kong (1976). Ia juga memproduseri empat film yang menampangkan sosok pembunuh berantai Hannibal Lecter.

Nama De Laurentiis semakin berkibar saat beberapa film epik produksinya, seperti Flash Gordon dan King Kong, mendapatkan sambutan luar biasa di dunia. Suksesnya tersambung dengan kejeliannya menemukan Arnie pada 1980-an untuk main di Conan the Barbarian.

Ia juga menghasilkan Manhunter, film pertama tentang Hannibal ‘’The Cannibal’’, kemudian sekuelnya, Hannibal, lantas remake berlabel Red Dragon, dan prekuel Hannibal Rising.

Pada penganugerahan Oscar 2001, De Laurentiis mendapatkan penghargaan Irving Thalberg Memorial atas pengabdiannya. Mendiang meninggalkan seorang istri, Martha, dan dua anaknya serta empat anak hasil pernikahan pertamanya dengan aktris Silvana Mangano.