Kesetiaan? Loyalitas? Jangan tanyakan ini kepada pemain sepak bola profesional karena di padang rumput mengais rezeki, setiap sepakan bola adalah uang. Pasar bebas sepak bola memang menggiurkan. Jika klub mampu membayar lebih, banyak pemain bintang bakal tergiur menapakkan kaki di rumput stadion markasnya.

Kesetiaan seperti apa yang bisa diharapkan ketika selepas Piala Eropa 2000 Luis Figo tiba-tiba memutuskan meninggalkan Barcelona menuju rival klasiknya, Real Madrid. Padahal kala itu kapten timnas Portugal yang baru pekan kemarin berkunjung ke Jakarta sebelumnya berikrar kepada fans klub Catalan itu tidak akan meninggalkan Camp Nou.

Apa pula makna kesetiaan untuk Zlatan ‘’Ibra’’ Ibrahimovic kala loncat ke Inter Milan pada saat Juventus, klub yang melambungkan nama bintang asal Swedia itu, tidak hanya dicopot dari gelar juara Serie A Italia akibat skandal calciopoli alias pengaturan skor pada musim 2004-2005, tetapi juga terpaksa didegradasi ke Serie B di musim 2006-2007. Begitu pula saat Ibra meninggalkan Inter ke Barcelona pada Juli 2009.

Sekali lagi semua karena uang meskipun saat pindah klub baik Figo maupun Ibra berargumen mencari klub baru yang lebih menjanjikan gelar juara. Fans marah dan mencap Figo serta Ibra ‘’mata duitan’’. Penilaian serupa baru saja diberikan Liverpudlian (fans Liverpool) kepada Fernando Torres yang pindah ke Chelsea dengan kepastiannya diumumkan pada saat-saat terakhir penutupan jendela transfer paruh musim, Senin (31/1) atau Selasa (1/2) dini hari WIB.

Kepindahan Torres ke Stamford Bridge, markas Chelsea, menorehkan rekor transfer baru di Inggris dengan nilai 50 juta poundsterling (sekira Rp 750 miliar dengan kalkulasi kurs Rp 15 ribu per pound) untuk durasi 5,5 tahun. Nilai itu belum termasuk gaji per pekan serta pendapatan personal lainnya. Chelsea sebelumnya menawar Torres 35 juta pound, tetapi ditolak oleh The Reds.

Nilai transfer Torres lebih besar 3 juta pound dari rekor sebelumnya di Premier League Inggris yang ditorehkan bintang asal Argentina, Carlos Tevez, kala meninggalkan Manchester United ke rival sekota, Manchester City, pada 2009.

Nilai transfer Torres, 26 tahun, merupakan yang terbesar keempat dalam sejarah sepak bola profesional di dunia. Rekor tertinggi masih ditempati Cristiano Ronaldo (80 juta pound) kala menuju Real Madrid dari Manchester United, Juli 2009; Ibrahimovic (56,5 juta pound) pada Juli 2009 dari Inter ke Barcelona; dan Kaka (56 juta pound) saat cabut dari AC Milan ke Real Madrid, Juni 2009.

Harga memburu gelar memang mahal. Chelsea masih terobsesi mampu menjadi yang terbaik di Eropa. Predikat yang belum pernah bisa disandang juara bertahan Premier League ini. Oleh karena itu, merogoh kocek senilai Rp 750 miliar untuk Torres, plus 21,3 juta pound untuk mendatangkan bek David Luiz dari Benfica (Portugal) di jendela transfer kali ini, merupakan konsekuensi yang harus ditempuh sang bos besar The Blues Roman Abramovich.

Padahal klub London Barat ini sebelumnya dilaporkan setahun merugi 70,9 juta pound (terhitung hingga Juni 2010). Pun, nilai kontrak pemain di Inggris yang mulai ‘’gila-gilaan’’ tersebut dikritik berbagai pihak. Namun setiap guliran bola memiliki tujuan.

Fans Liverpool merusak dan membakar kaus Torres bernomor 9 di Merseyside.

Di sisi lain, kepindahan Torres ini diwarnai aksi bakar jersey Liverpool bernomor 9 berbubuh nama striker timnas Spanyol tersebut oleh fans di luar areal latihan klub di Melwood. Mereka kecewa Torres pergi kala The Reds begitu butuh tenaganya usai tertatih-tatih mengarungi paruh pertama musim ini. Padahal ia sebelumnya menyatakan loyal pada The Reds.

Pada musim panas 2008 usai sukses mengantarkan Spanyol menjuarai Piala Eropa, Chelsea memang mengungkapkan minatnya, tetapi lantas reda. Mei 2010, Torres kembali santer disebut bakal diboyong Chelsea. Namun usai mengantarkan Spanyol meraih Piala Dunia 2010 Afsel pada Juli lalu, Torres menyatakan loyal kepada The Reds.

‘’Komitmen dan loyalitas saya kepada klub ini dan fans masih seperti saat saya kali pertama meneken kontrak,’’ ujarnya ketika itu.

Torres baru menghabiskan 3,5 tahun di Anfield setelah diboyong dari Atletico Madrid dengan nilai transfer 20 juta pound untuk durasi enam tahun. Pemain yang ikut andil memberi timnas Spanyol gelar Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 itu telah menorehkan 81 gol dari total 142 laga The Reds di segala ajang.

Kini di bawah kendali Manajer Kenny Dalglish yang menggantikan Roy Hodgson, performa Liverpool membaik dan kini menduduki peringkat ke-7 klasemen sementara Premier League. Torres tercatat sebagai top scorer di klub Merseyside ini dengan 9 gol dari 26 aksi di segala ajang pada perjalanan musim ini. Dengan perbaikan performa, King Kenny sesumbar membawa The Reds ke khittahnya, masuk The Big Four, di akhir musim, sehingga Liverpool pun berhak ke Liga Champions Eropa musim depan.

Tetapi Torres tampaknya tidak cukup meyakininya. Ia ingin tetap berlaga di level tertinggi antarklub Eropa guna menjamin posisinya di timnas Spanyol proyeksi Piala Eropa 2012 dan Piala Dunia 2014 Brasil yang diramalkan bakal menandai akhir karier di timnas.

‘’Ini tujuan setiap pemain, bermain untuk salah satu klub papan atas di dunia. Mereka (Chelsea) merupakan salah satu klub terbesar di Eropa dan selalu berjuang mencapai sesuatu,’’ ujar Torres kemarin usai meneken kontrak dengan The Blues sebagaimana dilansir BBC.

Torres ngotot pindah. King Kenny, mau tidak mau, harus melepasnya. Jika tidak ada motif ‘’dendam’’ dengan sengaja menghukum, misalnya tidak memberinya kesempatan bermain pada laga-laga berikutnya karena dianggap membangkang, pelatih baik di mana pun memilih membiarkan pergi pemain yang sudah hilang motivasi di klubnya.

Biarlah Torres pergi. Toh uang senilai Rp 750 miliar dari penjualannya ke Chelsea bisa dipakai The Reds untuk membayar striker muda timnas Inggris, Andy Carroll, dari Newcastle United senilai 35 juta pound (sekira Rp 525 miliar, sudah termasuk gaji dan fasilitas lainnya) dan sisanya bisa ditambahkan untuk transfer Luis Suarez dari Ajax Amsterdam sebesar 22,7 juta pound (sekira Rp 342 miliar). Striker kontroversial  timnas Uruguay yang tahun lalu beraksi di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta itu dikontrak berdurasi 5,5 tahun.

Tinggal menanti, akankah ketajaman Carroll dan Suarez di Liverpool lebih hebat dari taji Torres di Chelsea atau sebaliknya. Pemain dan bos besar sama-sama berharap. Pembuktian ada di lapangan.