Torres dengan jersey Chelsea. PHOTOS: SKYSPORTS

Big money means big expectation.

Dari berbagai peristiwa dan komentar yang mengiringi di dunia sepak bola selama sepekan terakhir, saya kira sepenggal kalimat Fernando Torres tersebut merupakan yang terbaik. Sebutlah quotable quote. Tidak hanya atas status Torres kini sebagai pemain termahal di Premier League Inggris, tetapi pernyataan itu juga menyiratkan semangat besar striker timnas Spanyol berusia 26 tahun tersebut.

Pun, semangat Chelsea yang merogoh kocek dalam-dalam hingga senilai 50 juta pound (sekira Rp 750 miliar) untuk memboyongnya dari Liverpool pada momen-momen terakhir transfer window, 31 Januari 2011. Torres ingin sukses di klub seperti andilnya ikut membawa Spanyol juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010. Itu dirasakan tidak ia didapatkan selama 3,5 tahun di Anfield bersama Liverpool.

Torres punya ambisi besar di level klub. Chelsea, juara bertahan Premier League, juga berambisi mengukir sukses di ranah Eropa dan dunia. Ambisi bertemu ambisi. Klop sudah. ‘’Ambisi tim ini untuk memenangi trofi setiap tahun. Itu juga ambisi saya,’’ ujar Torres seperti dilaporkan BBC.

Seiring ambisi itu, tidakkah ia menanggung beban mental untuk mencapainya, apalagi kini sebagai pemain termahal di Premier League dan termahal keempat dalam sejarah sepak bola dunia?

Torres menjawab, yang dirasakan saat ini tidak berbeda seperti saat ia meninggalkan Atletico Madrid menuju Anfield pada musim panas 2007 lalu senilai 27 juta pound. ‘’Uang besar berarti harapan besar. Saya lebih dari siap menghadapi tantangan itu. Saya sangat menyukai kehidupan baru dan era baru.’’

Ia pun memahami kemarahan sebagian kalangan Liverpudlian, termasuk aksi pembakaran jersey-nya di Liverpool. Untuk menyerang balik, ia hanya mengatakan tidak pernah mencium emblem (badge) Chelsea sebagai tanda cinta tulus kepada klub itu. Cinta tulusnya hanya untuk klub lamanya, Atletico Madrid. Bisa diartikan ini semacam psywar sebelum Chelsea berjibaku melawan Liverpool di Premier League, Minggu (6/2) malam.

Mental seperti apa yang ia siapkan jika Manajer Chelsea Carlo Ancelotti benar-benar menandai debutnya di Stamford Bridge justru saat laga lawan Liverpool itu?

Bermain bagus. Jika ia mampu mewujudkan ambisi menjebol gawang Liverpool, ia memilih tidak akan merayakannya sebagai wujud respek kepada fans The Reds. Torres merasa punya masa-masa indah di Anfield dengan mencetak 81 gol dari total 142 laga bersama Liverpool. Dari koleksi itu, tujuh gol dari delapan laga diceploskan ke gawang Chelsea yang sekarang dibelanya. Chelsea memang sejak lama mengincarnya.

Meski mengaku belum menentukan formasi pemain untuk menjamu The Reds, Minggu malam, Ancelotti tidak menutup kemungkinan mencoba Torres. Semoga harapan penikmat sepak bola di dunia bisa menyaksikan Torres berseragam biru terwujud, menyaksikan sang bintang bermain melawan klub yang baru saja ditinggalkannya.

Jika ia diturunkan dan mampu membobol gawang Liverpool, wow, wow, wow, luar biasa. Menyakitkan untuk fans The Reds memang, tetapi akan menjadi pembuktian awal totalitasnya di Chelsea. Modal bagus Torres untuk mendapatkan tempat di hati publik Stamford Bridge. Apalagi saat kedua klub berjibaku pada duel pertama musim ini di Anfield pada November lalu, Torres-lah yang menentukan kemenangan The Reds 2-0 atas Chelsea.

Menarik ditunggu racikan Ancelotti; langsung memasang Torres sebagai starter atau sebagai pemain pengganti. Pada satu sisi, Ancelotti bisa saja setia dengan formasi manjur saat Chelsea mengalahkan Sunderland 4-2 pada Selasa (1/2) lalu.

Sebagai penikmat bola, ingin sekali menyaksikan Torres tampil sejak menit awal untuk mempertajam lini depan The Blues. Ingin pula melihat aksi bek anyar muda usia David Luiz yang baru saja diboyong Chelsea dari Benfica (Portugal) senilai 21,3 juta pound. Kekuatan baru lini depan dan belakang.

Luis Suarez membobol gawang Stoke City pada debutnya untuk Liverpool, Selasa (1/2).

Beberapa rumah taruhan memang mengunggulkan tipis Chelsea atas Liverpool. Ketika rekrutan baru Liverpool berbanderol 35 juta pound, Andy Carroll, masih belum bisa dipasang akibat cedera, pembuktian awal newcomer lain seharga 22,7 juta pound, Luis Suarez, belum cukup diperhitungkan meskipun debut striker asal Uruguay itu sebagai pemain pengganti pada babak kedua ditandai dengan satu gol dari kemenangan The Reds 2-0 atas Stoke City pada Selasa lalu.

Padahal jika Suarez diturunkan sejak awal oleh Manajer Liverpool Kenny Dalglish, kombinasi kecepatan dan skill-nya dengan ke-ngeyel-an Dirk Kuyt yang berposisi bebas di lini tengah bakal menjadi ancaman serius untuk lini belakang The Blues. Menarik bila Chelsea meresponsnya dengan menurunkan bek baru, Luiz, sejak awal bersama-sama John Terry untuk menggalang kekuatan di lini belakangnya.

Chelsea juga bisa mengancam serius apabila langsung memasang tridente: Torres yang piawai dalam positioning bertandem dengan Didier Drogba yang memiliki kecepatan dan keunggulan adu fisik, plus Nicolas Anelka dengan posisi sedikit ke belakang mereka, untuk menguji kekukuhan lini belakang The Reds yang diperkuat bek muda brilian Martin Kelly bersama Skrtel, Agger, dan Glen Johnson. Jamie Carragher sudah pulih dari cedera bahu, tetapi Dalglish belum memastikan bek veteran itu bisa diturunkan.

Jika skema itu yang terjadi, lini tengah benar-benar akan menjadi medan pertempuran sengit yang menentukan aliran amunisi pamungkas untuk kedua klub. Di lini ini Kapten Steven Gerrard disokong Raul Meireles (Liverpool) akan bertarung skill melawan Frank Lampard dkk.

Benar-benar akan menjadi pertandingan yang luar biasa. Jika ada fokus lain yang layak dicermati, tidak lain kekompakan yang melandasi spirit tempur. Tapi kiranya kekompakan itu kini lebih banyak ada di pihak The Reds (peringkat ketujuh) yang berambisi terus naik menuju zona Eropa pada akhir musim dibandingkan ancaman bahaya mengejar gelar juara Premier League di pundak Chelsea (peringkat keempat). Jika tidak cepat beradaptasi, kehadiran Torres justru akan menjadi sumber ‘’masalah baru’’ di lini depan.

Meskipun mengaku tidak terbebani, pada laga melawan Liverpool justru benar-benar menjadi ujian serius yang harus bisa dilewati Torres. Jika tidak, kehadirannya di Stamford Bridge pun akan menjadi catatan kelam yang butuh waktu cukup lama untuk menghapusnya.

PERKIRAAN PEMAIN

Chelsea (4-3-1-2): Cech; Bosingwa, Ivanovic, Terry, Cole; Essien, Mikel, Lampard; Anelka; Torres, Drogba.

Liverpool (4-5-1): Reina; Kelly, Skrtel, Agger, Johnson; Kuyt, Gerrard, Lucas, Maxi, Meireles; Suarez.