Trofi UEFA Euro U-21 Championship. PHOTO: UEFA

PERJALANAN kejuaraan Euro U-21 segera sampai fase akhir. Delapan tim nasional dari delapan negara Eropa berjibaku menuju podium juara pada putaran final di Denmark, 11 Juni—25 Juni (12 Juni—26 Juni dini hari waktu Indonesia) 2011.

Rakyat Denmark layak berpesta. Timnas mereka memang pernah menjadi juara turnamen senior (Euro 1992) dan sering melaju ke putaran final Piala Dunia, tetapi baru kali pertama ini negara di Skandinavia itu menggelar hajat besar turnamen sepak bola antarnegara.

Sebagai tuan rumah, Denmark dijatah lolos otomatis. Sedangkan tujuh kontestan lainnya harus melewati kualifikasi penyisihan grup (Maret 2009—September 2010). Penyisihan fase kualifikasi diikuti seluruh negara anggota Asosiasi Persatuan Sepak Bola Eropa (UEFA) yang dibagi dalam 10 grup: dua grup beranggotakan enam kontestan serta delapan sisanya berisi lima kontestan. Mereka saling berhadapan dalam format laga kandang dan tandang (home and away).

Sebanyak 10 juara grup dan empat runners-up terbaik selanjutnya lolos ke babak playoffs yang juga memberlakukan home and away (pada 8 dan 12 Oktober 2010) dengan penentuan lolos berdasarkan hitungan gol agregat. Babak playoffs menghasilkan tujuh timnas yang lolos ke putaran final di Denmark.

Hasilnya, jangan kaget apabila tidak ada timnas Belanda (juara 2006, 2007), Prancis (juara 1988), Italia (pemegang rekor hat-trick dari total juara lima kali: 1992, 1994, 1996, 2000, 2004), maupun Jerman (juara 2009) yang tampil sebagai juara Euro U-21 pada 2009 di Swedia setelah mengalahkan Inggris 4-0 di partai final. Catatan sejarah juara lainnya dipegang almarhum Uni Soviet (1980, 1990) dan mendiang Republik Federasi Yugoslavia (1978).

Dengan format yang berlaku saat ini, persaingan memang sangat ketat. Jerman menjadi timnas pertama dalam empat edisi terakhir yang gagal mempertahankan predikat juaranya di putaran final Euro U-21 Denmark ini karena tidak berhasil melampaui kualifikasi penyisihan grup. Begitu pula dengan Prancis. Pada babak playoffs, Italia kalah agregat 2-3 atas Belarusia dan Belanda kalah aturan gol away dengan agregat 3-3 melawan Ukraina.

Tujuh timnas yang lolos ke putaran final event dua tahunan ini adalah Swiss; Inggris (juara 1982, 1984, dan runner-up 2009) setelah menang agregat 2-1 melawan Rumania di playoffs ; Spanyol (juara 1986, 1998) yang menang agregat telak 5-1 atas Kroasia di playoffs; Belarusia yang mengalahkan Italia di playoffs; Islandia yang menang agregat 4-2 atas Republik Irlandia; Ukraina (runner-up 2006) yang menekuk Belanda; dan Republik Chek (juara 2002, runner-up 2000) yang menang telak agregat 5-0 atas Yunani dalam playoffs.

Dengan persaingan seketat itu, tidak mengherankan apabila Euro U-21 juga menjadi kawah candra dhimuka alias penggemblengan kepada para pemain muda untuk menjadi bintang masa depan. Zinedine Zidane, Raul, Luis Figo, Filippo Inzaghi, Andrea Pirlo, Alberto Gilardino, Davor Suker, Petr Cech, Iker Casillas, Klas Jan Huntelaar, Mesut Oezil, dan lain-lain menapaki karier juga dari turnamen ini.

Ketujuh timnas yang lolos dari playoffs plus tuan rumah Denmark lantas dibagi dalam dua grup: GRUP A (Denmark, Swiss, Islandia, Belarusia) dan GRUP B (Inggris, Ukraina, Spanyol, Republik Chek). Pada penyisihan grup ini masing-masing timnas saling berhadapan. Juara dan runners-up setiap grup lolos ke semifinal dengan sistem knock-out. Masing-masing pemenang dari dua pertandingan semifinal lantas sua di partai final.

Untuk diketahui, meskipun nama resmi turnamen ini adalah ‘’Under-21’’ (Di Bawah 21 Tahun), bukan berarti seluruh pemain yang berlaga di putaran final di Denmark mewakili timnas masing-masing harus berusia di bawah 21 tahun. Ketentuan penghitungan usia oleh Komite Eksekutif UEFA (sebelumnya ditangani Komite Kompetisi Timnas UEFA dan tim Administrasi UEFA) adalah bukan saat ini, tetapi pada saat dimulainya kualifikasi penyisihan grup pada September 2009 lalu.

Saat itu ditentukan pemain yang berhak mengikuti turnamen Euro U-21 hingga putaran final adalah mereka yang lahir tepat pada 1 Januari 1988 dan sesudahnya. Dengan demikian, saat putaran final ini cukup banyak pemain yang telah berusia 22 hingga 23 tahun masih diizinkan memperkuat timnasnya.

Mengapa demikian? Tidak lain karena UEFA memutuskan putaran final Euro U-21 ini sekaligus sebagai ajang kualifikasi untuk Olimpiade musim panas. Seperti diketahui, timnas sepak bola yang diizinkan berlaga di Olimpiade tersebut adalah U-23 plus tiga pemain senior on play.

Selain itu, sudah sangat lama –tepatnya sejak 1978 setelah tiga edisi Kejuaraan U-23 dari format sebelumnya yang dikenal dengan sebutan U-23 Challenge Cup sejak 1967— UEFA tidak lagi menyelenggarakan turnamen U-23.

Agar pelaksanaan U-21 juga tidak bersamaan dengan event empat tahunan Olimpiade, Euro untuk tim senior, serta Piala Dunia, maka sejak final Euro U-21 pada 2006 (tahun Piala Dunia digelar di Jerman), maka perhelatan berikutnya dipercepat setahun menjadi 2007 agar tidak bersamaan dengan Euro 2008 di Austria-Swiss dan Olimpiade Beijing. Baru kemudian tradisi dua tahunan dilanjutkan lagi menjadi 2009 alias lebih cepat setahun dari Piala Dunia 2010 dan Euro U-21 pada 2011 ini berarti setahun sebelum Olimpiade London serta Euro untuk timnas senior pada 2012.

JADWAL PERTANDINGAN

(waktu setempat)

Sabtu, 11 Juni 2011

GRUP A: Belarusia vs Islandia, Denmark vs Swiss

Minggu, 12 Juni 2011

GRUP B: Rep. Chek vs Ukraina, Spanyol vs Inggris

Selasa, 14 Juni 2011

GRUP A: Swiss vs Islandia, Denmark vs Belarusia

Rabu, 15 Juni 2011

GRUP B: Rep. Chek vs Spanyol, Ukraina vs Inggris

Sabtu, 18 Juni 2011

GRUP A: Islandia vs Denmark, Swiss vs Belarusia

Minggu, 19 Juni 2011

GRUP B: Inggris vs Rep. Chek, Ukraina vs Spanyol

SEMIFINAL — Rabu,22 Juni 2011

Juara Grup B vs Runner-up Grup A (Match 13)

Juara Grup A vs Runner-up Grup B (Match 14)

FINAL – Sabtu, 25 Juni 2011

Pemenang Match 14 vs Pemenang Match 13