JUARA: Skuad Timnas U-21 Spanyol dengan trofi Euro U-21 yang diraih setelah mengalahkan Swiss di final. PHOTO: AFP

Tidak mau melawan gaya dan takluklah Eropa. Spanyol kini benar-benar sang penakluk sepak bola Eropa. Setelah timnas senior menjuarai Piala Eropa 2008, disusul sukses spektakuler di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, Sabtu (25/6) malam atau Minggu (26/6) dini hari WIB, giliran para punggawa muda El Matador memastikan sebagai juara Euro U-21.

Pada laga final di Stadion Aarhus, Denmark, Javi Martinez dkk mengempaskan perlawanan Swiss 2-0 lewat heading Ander Herrera pada menit ke-41 dan tendangan bebas indah nan mematikan Thiago Alcantara menit ke-81.

Trofi Euro U-21 ini merupakan yang kali ketiga untuk Spanyol setelah menjuarainya pada 1986 dan 1998. Dengan koleksi tiga trofi pada ajang di bawah usia 21 tahun ini, Spanyol menempati posisi kedua kolektor gelar setelah Italia dengan catatan lima gelar.

Dalam laga pemuncak melibatkan dua tim tidak terkalahkan pada putaran final Euro-21 ini, Spanyol benar-benar masih di atas kelas Swiss yang lolos ke final tanpa satu pun kebobolan gol. Namun, di hadapan Matador Muda para pemain Swiss tidak banyak berkutik. Mereka hanya mengandalkan serangan balik tanpa koordinasi rapi.

Cuma manuver individu winger Xherdan Shaqiri yang sempat sekali merepotkan Kiper Spanyol David de Gea di babak pertama. Selebihnya tidak ada tendangan membahayakan ke gawang Spanyol. Striker Admir Mehmedi mati kutu.

Pada pertandingan final ini, Pelatih Spanyol Luis Milla dipaksa tidak harus menempuh strategi contra estilo (melawan gaya) sebagaimana terpaksa diambilnya saat melawan Belarusia di semifinal lalu. Milla tetap menurunkan starter sebagaimana laga semifinal itu. Jeffren Suarez yang mencetak gol penentu pada semifinal itu dan diyakini media Spanyol bakal diturunkan sebagai starter tidak terbukti. Ia tetap dicadangkan dan Milla tetap memainkan Iker Muniain bertandem dengan Adrian sejak awal.

Jeffren diturunkan justru pada menit ke-80 menggantikan Adrian. Diego Capel diturunkan saat injury time babak kedua dan Bojan Krkic sama sekali tidak dimainkan di laga final ini. Sejak awal Javi Martinez juga berperan sebagai gelandang pengatur alur serangan dan tidak sedikit pun dipaksa sebagai center back. Dengan pola ini saja terbukti pertahanan Swiss tidak sekokoh Belarusia, yang memenangi perebutan tempat ketiga beberapa jam sebelumnya dengan mengalahkan Rep Chek 1-0 melalui gol Yegor Filipenko.

Dengan hasil itu, untuk kali pertama Belarusia berkesempatan mengikuti cabang sepak bola Olimpiade 2012 di London bersama dua finalis, Swiss dan Spanyol.  Euro U-21 memang sekaligus dijadikan ajang kualifikasi sepak bola Olimpiade. Juara, runner-up, dan penghuni peringkat ketiga langsung lolos ke Olimpiade.

SUSUNAN PEMAIN

SWISS: Yann Sommer, Philippe Koch, Jonathan Rossini, Fabian Lustenberger, Innocent Emeghara (Mario Gavranovic, 53), Fabian Frei (Amir Abrashi, 54), Xherdan Shaqiri, Admir Mehmedi, Granit Xhaka (Pajtim Kasami, 67), Timm Klose, Gaetano Berardi.

SPANYOL: David de Gea, Alvaro Dominguez, Javi Martinez, Adrian Lopez (Jeffren Suarez, 80), Juan Mata, Martin Montoya, Didac Vila, Ander Herrera (Diego Capel, 90), Thiago Alcantara, Alberto Botia, Iker Muniain (Daniel Parejo, 85).