DI luar dugaan, Korea Utara yang dielus-elus mampu berjaya mengibarkan bendera sepak bola Asia pada turnamen FIFA World Cup U-17 di Meksiko kali ini harus pulang dini. Meskipun demikian, Piala Dunia U-17 tahun 2011 ini benar-benar menunjukkan adanya pemerataan terhadap pembinaan atas talenta-talenta muda dari semua konfederasi kontinental.

Hasil imbang 1-1 melawan Denmark pada laga tunda, Selasa (28/6) dini hari –dari jadwal semula Senin (27/6) namun di-cancel karena cuaca buruk di Queretaro, kota lokasi pertandingan– menempatkan Australia sebagai wakil Asia lolos ke babak 16 besar. Sebelumnya Asia juga telah menempatkan Jepang (Asia Timur) dan Uzbekistan (Asia Tengah) pada babak pertama fase knock-out.

Dengan kata lain, tiga dari empat wakil Asia sukses melampaui persaingan di penyisihan grup. Kapan kira-kira Indonesia bisa seperti ini? Hehehe…. Pasti ada harapan dan bisa pada masa mendatang asalkan pembinaan serius benar-benar dilakukan dan pengurus PSSI serta insan-insan sepak bolanya tidak ribut mulu. Semua harus bahu-membahu demi sepak bola nasional.

Jadi, sukseskan Kongres PSSI di Solo 9 Juli nanti agar kesempatan talenta-talenta muda Indonesia menikmati atmosfer persaingan dunia semakin terasah. Kalah menang, juara atau tidak, itu urusan nanti. Semuanya adalah proses yang butuh waktu serta menuntut keseriusan.

Dibanding Afrika (CAF), kali ini Asia (AFC) lebih digdaya. Jika Asia menempatkan tiga dari empat wakilnya pada babak 16 besar, Afrika menyisakan Pantai Gading dan Kongo. Sedangkan Rwanda dan Burkina Faso harus angkat koper.

Wakil Oceania (OFC) Selandia Baru juga lolos. Zona Amerika Tengah, Utara, dan Karibia (CONCACAF) menempatkan tiga wakilnya: tuan rumah Meksiko, Amerika Serikat, dan Panama. Kanada dan The Young Reggae Boyz Jamaika angkat koper. Total empat wakil Amerika Latin (CONMEBOL) –yakni Brasil, Ekuador, Argentina, dan Uruguay— semuanya lolos. Lantas Eropa (UEFA) harus menyaksikan Denmark, Belanda, dan Rep Chek angkat kopor dini. Yang tersisa adalah Prancis, Inggris, dan Jerman.

Dari pairing untuk 16 besar yang telah ditentukan, pemerataan prestasi dari semua konfederasi itu bisa terbaca meskipun, cukup disayangkan, karena beberapa tim dari konfederasi yang sama harus sudah berhadapan di babak 16 besar ini. Sebutlah Uzbekistan kontra Australia, Brasil vs Ekuador, lantas Meksiko vs Panama. Namun, bola bulat bergulir, siapa bisa menerka bila hasilnya jadi begini. Sudah biasa dalam sebuah turnamen.

Dari pairing itu pula, kiranya yang bakal menyedot perhatian besar adalah ketika Inggris jumpa Argentina. Ketika dua timnas dua negara itu dari segala level umur bertarung di lapangan, nuansa psikologis orang melayang balik ke Perang Malvinas (Falkland), lalu gol ‘’Tangan Tuhan’’ Diego Maradona di Piala Dunia (senior) Meksiko 1986, ulah Diego Simeone terhadap David Beckham di Piala Dunia Prancis 1998, revans Inggris di Piala Dunia 2002 Korea-Jepang, dan lainnya.

TOP SCORER: Pemain muda Pantai Gading Souleymane Coulibaly. Dialah top scorer sementara turnamen ini hingga memasuki babak 16 besar dengan torehan 8 gol. PHOTO: GETTY IMAGES

Seperti disinggung dalam tulisan terdahulu tentang FIFA World Cup U-17 ini, juara dan runners-up masing-masing grup serta empat peringkat tiga terbaik lolos ke babak 16 besar yang mulai memberlakukan fase knock-out. Jika pada babak gugur ini sebuah laga berakhir imbang, maka pertandingan langsung diakhiri dengan adu penalti. Tidak ada perpanjangan waktu.

Berikut Jadwal Pertandingan 16 Besar dalam Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB) atau selisih sehari dibandingkan waktu di Meksiko:

Kamis, 30 Juni 2011

03.00 WIB Uzbekistan (1-D) vs Australia (3-F)
03.00 WIB Brasil (1-F) vs Ekuador (2-E)
06.00 WIB Kongo (2-A) vs Uruguay (2-C)
06.00 WIB Jepang (1-B) vs Selandia Baru (3-D)

Jumat, 1 Juli 2011

03.00 WIB Jerman (1-E) vs Amerika Serikat (2-D)
03.00 WIB Inggris (1-C) vs Argentina (3-B)
06.00 WIB Prancis (2-B) vs Pantai Gading (2-F)
06.00 WIB Meksiko (1-A)  vs Panama (3-E)