TANGOLERO: Maskot Copa America 2011, ''Tangolero'' -- burung tanpa sayap bernama Suri yang merupakan satwa khas Argentina.

JUMAT (1/7) malam atau Sabtu (2/7) pagi WIB, Copa America 2011 resmi bergulir di Argentina. Upacara pembukaan berlangsung di Estadio Ciudad de La Plata, Kota La Plata, sekira 60 km (35 mil) dari Ibu Kota Buenos Aires. Dibangun pada 2003, stadion ini merupakan yang termodern di Argentina dengan kapasitas 35 ribu tempat duduk serta baru-baru ini telah dilengkapi atap yang memayungi seluruh kursi penonton. Di stadion ini tuan rumah Argentina menjalani laga pertama kontra Bolivia di Grup A usai upacara pembukaan.

Meskipun Copa America telah memasuki hari kick-off, sejauh ini masih muncul pertanyaan berkaitan pemilihan venues untuk kejuaraan sepak bola tertinggi di Amerika Selatan tersebut. Pertanyaan itu khususnya menyangkut Ibu Kota Buenos Aires yang hanya sekali dijadikan lokasi laga, tepatnya partai final pada 24 Juli (25 Juli WIB) nanti di Stadion Monumental—markas klub legendaris River Plate yang baru beberapa hari lalu terdegradasi dari divisi utama untuk kali pertama dalam 110 tahun.

Jika Buenos Aires hanya sekali menjadi lokasi laga, tidak demikian tujuh kota lainnya, yaitu Cordoba, Mendoza, La Plata, Salta, San Juan, Santa Fe, dan San Salvador de Jujuy. Selain Monumental di Buenos Aires, ketujuh kota yang sebagian besar masuk kategori kota kecil tersebut dan stadionnya sebelumnya tidak cukup dikenal oleh orang di luar Argentina.

Namun, Argentina merasa perlu mengenalkannya kepada dunia luar, terlebih lagi perhelatan Copa America 2011 ini disiarkan melalui tayangan langsung televisi, termasuk RCTI di Indonesia, kepada pemirsa di hampir 200 negara di dunia. Selain itu, perhelatan Copa America ini juga untuk memeratakan pendapatan dari kunjungan suporter. Di kota-kota kecil tersebut faktor keamanan selama ini juga bukan menjadi masalah serius, sehingga diharapkan perhelatan Copa America berlangsung sukses.

Berikut profil stadion-stadion di delapan kota yang menjadi venues Copa America 2011:

BUENOS AIRES – Ibu kota sekaligus kota terbesar di Argentina. Berpenduduk sekitar 12 juta jiwa, kota ini bisa disebut sebagai pusat kehidupan pemerintahan Argentina dan ‘’jantung sepak bola Negeri Tango’’. Copa America 2011 hanya sekali mementaskan laga di ibu kota ini, yakni di Stadion Monumental, pada partai final mendatang. Stadion tertua yang juga dikenal sebagai stadion nasional ini dibangun pada 1938 silam, lalu direnovasi dan didesain ulang pada 1978 sebelum Argentina menggelar kejuaraan Piala Dunia. Terletak di wilayah hijau Nunez –di pinggiran utara Buenos Aires— stadion berkapasitas 57.921 tempat duduk ini memiliki nama resmi Antonio Vespucio Liberti

CORDOBA – Kota terbesar kedua di Argentina terletak sekira 700 km sebelah barat Buenos Aires. Di kota ini, laga-laga Copa America 2011 bakal dimainkan di Estadio Mario Alberto Kempes. Stadion ini awalnya dibangun untuk persiapan Argentina sebagai tuan rumah Piala Dunia 1978 yang akhirnya dijuarai oleh Mario Kempes dkk itu. Dari stadion berkapasitas 57 ribu tempat duduk ini bisa disaksikan panorama indah kota, iklimnya yang sejuk, dengan pemandangan pegunungan di sekitarnya.

MENDOZA – Terbilang sebagai kota terbesar keempat di Argentina dan juga dikenal sebagai produsen minuman anggur. Mendoza bahkan tersohor sebagai kota penghasil minuman itu yang terbesar di Amerika Selatan. Panorama di kota dekat Gunung Aconcagua setinggi 6.962 meter ini juga dikenal sangat indah. Laga-laga Copa America 2011 berlangsung di Estadio Malvinas Argentinas yang dibangun pada 1978 dengan kapasitas 40.268 tempat duduk.

LA PLATA – Ciudad de La Plata merupakan stadion termodern di Argentina yang dimiliki kota ini. Di stadion yang dibangun pada 2003 dengan atap penutup dan kapasitas 53 ribu tempat duduk ini upacara pembukaan Copa America 2011 berlangsung, dilanjutkan laga perdana tuan rumah Argentina melawan Bolivia di Grup A.

SALTA – Terletak di barat laut wilayah Argentina dengan ketinggian 1.100 meter dari permukaan air laut, panorama alamnya yang indah serta produksi anggur menjadikan Salta sebagai salah satu destinasi wisata utama di Argentina. Laga-laga Copa America 2011 di kota ini berlangsung di Estadio Padre Ernesto Martearena yang dibangun pada 2001 dengan kapasitas 20.408 tempat duduk.

SAN JUAN – Juga termasuk salah satu kota di dataran tinggi Argentina dengan ketinggian 640 meter di atas permukaan air laut. Seperti Mendoza, kota ini dikenal sebagai sentra produksi anggur plus minyak zaitun. Di kota ini, pertandingan Copa America 2011 digelar di Estadio del Bicentenario yang baru dibangun pada 2010 dengan kapasitas 25 ribu tempat duduk.

SANTA FE – Terletak sekitar 300 km arah barat laut dari Buenos Aires, Santa Fe adalah pusat produksi daging, gandum, serta kedelai Argentina yang sangat terkenal itu. Di Santa Fe pula para pelancong bisa menyantap steak dan beef  yang lezat. Pertandingan-pertandingan Copa America 2011 digelar di Estadio Brigadier General Estanislao Lopez –lebih populer disebut Cementario de Elefantes— yang dibangun pada 1946 dengan kapasitas 47 ribu tempat duduk.

SAN SALVADOR DE JUJUY – Provinsi paling luar di barat laut Argentina yang berbatasan dengan Bolivia dan Cile ini berjarak sekira 1.600 km dari Ibu Kota Buenos Aires. Di wilayah inilah pusat peradaban dan kebudayaan asli Argentina berada. Berketinggian sekitar 1.200 meter dari permukaan air laut dekat Pegunungan Andes, pertandingan-pertandingan Copa America 2011 berlangsung di Estadio 23 de Agosto yang dibangun pada 1973 dengan kapasitas 23 ribu tempat duduk.