TEMPEL KETAT: Bek Brasil Daniel Alves (kiri) naik membantu serangan, tetapi selalu dikawal ketat Juan Arango dari Venezuela pada laga perdana Grup B di La Plata, Senin (4/7) dini hari WIB. PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

PELIT! Satu kata ini kiranya tepat untuk menggambarkan dua laga perdana di Grup B Copa America 2011 di Argentina, Minggu malam (3/7) atau Senin (4/7) WIB. Tidak satu pun gol lahir padahal yang bermain sekelas timnas Brasil, penghuni takhta sepak bola menyerang di planet bumi ini.

Namun, di hadapan para pemain Venezuela yang diposisikan sebagai underdog baik berdasarkan rekaman statistik maupun kalkulasi terkini oleh berbagai bursa taruhan global, Brasil dengan bintang-bintang mondial, termasuk the newborn star Neymar, tidak kuasa melahirkan gol. Begitu pula ketika laga kedua, Paraguay kontra Ekuador, yang berakhir 0-0.

Apa makna hasil dua laga tersebut? Satu hal pasti, tidak ada perubahan posisi di Grup B karena total empat timnas mengemas 1 poin. Dengan demikian, laga kedua grup bakal sengit serta –laiknya Argentina di Grup A yang seri pada laga perdana melawan Bolivia— memberikan tekanan serius kepada Brasil. Apalagi pada laga kedua, Minggu 10 Juli 2011 (02.00 WIB), yang dihadapi Selecao di Cordoba adalah Paraguay yang nota bene dipandang lebih kuat dibandingkan Venezuela maupun Ekuador.

Pada laga perdananya di Copa America 2011, Brasil –juara dunia lima kali dan sembilan kali juara Copa America, termasuk juara beruntun dalam dua edisi terakhir— serasa hilang akal di Estadio Unico Ciudad de La Plata. ‘’(Pemain) Venezuela bermain seperti Kuda Troya,’’ tutur Pelatih Brasil Mano Menezes saat konferensi pers seusai laga.

Ia mengakui lini depannya yang terdiri atas Alexandre Pato, Robinho, dan Neymar dalam formasi 4-3-3 kurang tajam dan masih butuh evaluasi. Beberapa peluang tercipta, namun tidak cukup lempang untuk mencetak gol. Jika dikilas, satu-satunya peluang yang terbilang paling matang lahir dari Pato pada babak pertama. Tetapi, bola tendangannya menghantam mistar gawang La Vinotinto, julukan Venezuela, yang dikawal kiper kelahiran Argentina, Renny Vega.

Di luar itu, manuver-manuver individu Pato, Robinho, dan Neymar tidak cukup bertaji merobek pertahanan Venezuela yang cenderung defensif dengan menempatkan sembilan pemain di belakang bola (formasi 4-5-1). Trio muda Brasil itu tidak mampu mengulang catatan manis para pendahulu mereka di skuad Copa America 1999 yang melindas telak Venezuela 7-0 pada laga perdananya. Dari total gol itu empat diukir penggedor trio-R: Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho.

Setelah itu, Venezuela masih tim terlemah di Zona Amerika Latin (CONMEBOL). Banyak yang memakluminya mengingat negara berperingkat ke-69 dunia dalam ranking terbaru FIFA ini memang berbeda dibandingkan negara-negara lain di Amerika Latin yang gila bola. Di Venezuela, satu-satunya negara di Amerika Latin dengan penduduk berbahasa Spanyol dengan beragam dialek itu, olahraga yang paling populer adalah bisbol (baseball).

Namun, kini di bawah polesan Cesar Arias, timnas sepak bola Venezuela bisa berbangga setelah mampu menahan Brasil tanpa gol. Padahal sebelum duel perdana di La Plata ini, Brasil selalu menang dalam lima pertemuan terdahulu di Copa dengan menjaringkan 25 gol dan kemasukan hanya sekali. ‘’Mereka bermain bagus, tetapi kami juga layak dipuji,’’ ujar Arias.

Brasil yang berperingkat ke-5 dunia versi FIFA memang layak kecewa tidak bisa mengungguli tim sekelas Venezuela. Setidaknya itu pengakuan Neymar seusai laga. ‘’Kami terbiasa dengan kemenangan,’’ ucap striker berusia 19 tahun yang beberapa pekan lalu andil mengantarkan klubnya, Santos, menjuarai Copa Libertadores.

Meski demikian, jika Brasil menginginkan Copa America 2011 ini tidak semata sebagai ajang mengejar tambahan koleksi penta, melainkan juga mengasah amunisi-amunisi untuk Piala Dunia 2014 di rumah sendiri, masih banyak waktu untuk berbenah dengan tenang. Dengan status tuan rumah, Brasil tidak perlu mengikuti kualifikasi Piala Dunia itu.

Seandainya Brasil gagal menjuarai Copa America 2011 ini, toh mereka masih bisa melakukan analisis kekuatan di Piala Konfederasi 2013 di rumah sendiri dan, lagi-lagi, mendapatkan jatah otomatis. Seandainya mampu menjuarai Copa kali ini, maka runner-up yang mewakili Amerika Latin ke Piala Konfederasi 2013. Sebuah turnamen untuk menguji kelayakan stadion-stadion yang akan dipakai di Piala Dunia setahun berikutnya.

Mencermati laga melawan Venezuela di Copa kali ini, kiranya Brasil belum memiliki sosok-sosok berpengaruh, pemegang total alur dan ritme di lini tengah penopang serangan sekelas Rivaldo, Ronaldinho, maupun Kaka. Bintang muda Santos lainnya, Paulo Henrique Ganso, belum mampu memainkan peran itu. Kiranya bukan karena faktor skill, tetapi masih minimnya jam terbang di timnas. Ia masih kerap salah mengambil posisi, sehingga harus ‘’berbenturan’’ dengan rekan setim dalam mengalirkan serangan.

Kondisi itu yang mempermudah para gelandang Venezuela mematahkan aliran serangan Selecao. Apalagi, Venezuela menumpuk lima pemain di lini tengah, sementara lini belakangnya begitu sigap di bawah komando Roberto Rosales dan Vizcarrondo. Saat para pemain Brasil tergoda naik menyerang namun terantuk tembok pertahanan itu, Venezuela tidak segan menggebrak dengan serangan balik, mengirimkan bola jauh ke depan hingga membuat bek-bek Brasil panik. Thiago Silva pun terpaksa beberapa kali melakukan pelanggaran.

TIDAK GOL: Penyerang Ekuador Christian Benitez (dua dari kiri) berhasil mempedayai Kiper Justo Villar dan para pemain belakang Paraguay, namun tidak berhasil mencetak gol dalam pertandingan Grup B Copa America 2011 di Santa Fe, Senin (4/7) dini hari WIB. PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

Menilik duel tanpa gol Brasil kontra Venezuela, lantas Paraguay lawan Ekuador, kiranya ada harapan pada laga kedua Selecao mampu melibas Paraguay di Cordoba. Lini belakang Paraguay di laga lawan Ekuador itu tidak sekokoh saat mereka beraksi di putaran final Piala Dunia 2010 dan melangkah hingga perempat final. Beberapa kali para pemain Ekuador mampu merobek tabir pertahanan mereka, namun terkendala pada penyelesaian akhir. Paraguay kiranya telah menyadari kelemahan itu menyongsong laga lawan Brasil.

Meski demikian, para pemain Brasil juga layak waspada. Lini tengah dan sayap Paraguay terbilang mumpuni mengendalikan ritme permainan dan mampu menusuk tajam lewat umpan-umpan tidak terduga. Di petak terlarang lawan sudah menanti pemain veteran Roque Santa Cruz yang siap memangsa. Lebih layak diwaspadai lini belakang Brasil nanti seandainya Nelson Haedo Valdez diturunkan sejak awal. Bukan sebagai pengganti seperti saat melawan Ekuador.

‘’Akan kita saksikan pertandingan yang sangat berimbang,’’ ucap Menezes tentang proyeksi duel seru melawan Paraguay.

DATA PERTANDINGAN GRUP B

Senin, 4 Juli 2011

Brasil 0-0 Venezuela (Estadio Unico Ciudad de La Plata)

BRASIL: 1-Julio Cesar, 2-Daniel Alves, 3-Lucio, 4-Thiago Silva, 6-Andre Santos, 5-Lucas Leiva, 8-Ramires (16-Elano, 75’), 10-Paulo Henrique Ganso, 7-Robinho (19-Fred, 63’), 9-Alexandre Pato (18-Lucas Silva, 75’), 11-Neymar. Kartu Kuning: Thiago Silva (37’)

VENEZUELA: 1-Renny Vega, 16-Roberto Rosales, 20-Grenddy Perozo, 4-Oswaldo Vizcarrondo, 6-Gabriel Cichero, 8-Tomas Rincon, 14-Franklin Lucena, 11-Cesar Gonzalez (5-Giacomo Di Giorgi, 86’), 18-Juan Arango, 7-Miku (9-Giancarlo Maldonado, 77’), 23-Salomon Rondon (15-Alejandro Moreno, 63’). Kartu Kuning: Salomon Rondon (61’), Cesar Gonzalez (62’), Alejandro Moreno (93’)

———-

Paraguay 0-0 Ekuador (Cementerio de Elefantes, Santa Fe)

PARAGUAY: 1-Justo Villar, 3-Ivan Piris, 14-Paulo da Silva, 2-Dario Veron, 17-Aureliano Torres, 8-Edgar Barreto (13-Enrique Vera, 37’), 16-Cristian Riveros, 20-Nestor Ortigoza, 21-Marcelo Estigarribia, 19-Lucas Barrios (18-Haedo Valdez, 73’), 9-Roque Santa Cruz (7-Pablo Zeballos, 83’). Kartu Kuning: Pablo Zeballos (89’)

EKUADOR: 1-Marcelo Elizaga, 13-Neicer Reasco, 19-Norberto Araujo, 3-Frickson Erazo, 10-Wálter Ayovi, 14-Segundo Castillo, 6-Cristian Noboa, 16-Antonio Valencia (7-Michael Arroyo, 46’), 8-Edison Mendez (15-David Quiroz, 81’), 11-Cristian Benitez, 9-Felipe Caicedo.

———-

KLASEMEN SEMENTARA GRUP B

(main, menang, seri, kalah, memasukkan-kemasukan, poin)

1. Brasil                      1   0   1   0   0-0    1

2. Paraguay              1   0   1   0   0-0    1

3. Ekuador                 1   0   1   0    0-0   1

4. Venezuela              1   0   1   0    0-0    1

———-

Pertandingan Selanjutnya

Minggu, 10 Juli 2011

02.00 WIB: Brasil vs Paraguay – Cordoba

04.30 WIB: Venezuela vs Ekuador – Salta