SAMED YESIL: Bintang muda Jerman ini disebut-sebut memiliki masa depan cemerlang. Mampukah Yesil membawa Jerman melampaui hadangan tuan rumah Meksiko di semifinal dan memberikan gelar juara Piala Dunia U-17 untuk kali pertama bagi Jerman? PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

KEJUARAAN Piala Dunia U-17 sejak akhir Juni segera berakhir. Kamis (7/7) waktu setempat atau Jumat (8/7) WIB, empat tim bersaing di semifinal memperebutkan tiket laga final di Stadion Azteca, Mexico City, pada Minggu (10/7) atau Senin pagi (11/7) WIB.

Pada semifinal pertama pukul 03.00 WIB, dua tim Amerika Latin (Zona CONMEBOL) –Uruguay dan Brasil— berjibaku di Guadalajara. Semifinal kedua di Torreon pukul 06.00 WIB, mempertemukan wakil Eropa (UEFA) yang tersisa, Jerman, dengan tuan rumah Meksiko dari Zona Amerika Tengah, Utara, Karibia (CONCACAF).

Uruguay ke semifinal setelah mengempaskan Uzbekistan, wakil Asia (AFC) yang tampil brilian pada kali pertama partisipasinya di Piala Dunia U-17 ini, 2-0 di perempat final, 4 Juli lalu. Brasil menghentikan langkah sensasional wakil lain Asia, Jepang, 3-2 di hari yang sama. Sehari berikutnya, Jerman menang 3-2 atas sesama tim Eropa, Inggris, dan Meksiko menghentikan Prancis 2-1.

Cukup disayangkan tidak ada lagi wakil Asia di semifinal ini. Namun, realitas turnamen ini memasuki babak empat besar dengan melibatkan tiga wakil zona, bisa dikatakan tradisi pemerataan terhadap calon-calon bintang dari berbagai dunia itu masih terjaga. Tidak didominasi Amerika Latin maupun Eropa.

Cukup disayangkan pula tidak bisa lagi disaksikan aksi Souleymane Coulibaly, top scorer sementara dari Pantai Gading. Kali terakhir ia menambah koleksinya menjadi 9 gol sepanjang turnamen ini berlangsung saat perempat final pada 1 Juli lalu ketika Pantai Gading dikalahkan Prancis 2-3 di Queretaro. Begitu pula dengan Yassine Benzia (5 gol) dari Prancis karena timnya telah disingkirkan Meksiko di semifinal.

Meski cukup menantang, kesempatan mengejar pundi-pundi gol Coulibaly itu kini berada di kaki maupun kepala Samed Yesil (Jerman) dan Ademilson (Brasil) yang juga mengemas 5 gol. Mungkin pula pemain tuan rumah Meksiko Carlos Fierro dengan koleksi 4 gol. Meskipun berat, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Menjadi top scorer lazim juga bukan tujuan utama mereka. Yang terpenting adalah membawa timnya juara.

Uruguay tidak menempatkan nama-nama pemainnya dalam deretan teratas top scorer tersebut. Baru pada Piala Dunia U-17 kali ini Uruguay mampu melangkah jauh hingga semifinal, sebagaimana timnas seniornya pada Piala Dunia 2010 Afrika Selatan dan kini beraksi di Copa America 2011 Argentina. Jika di semifinal mereka harus bertemu Brasil, ini akan memberikan tantangan menarik.

‘’Brasil adalah negara dengan tradisi kenamaan menghasilkan para pemain top. Begitu pula pada kejuaraan U-17 ini, mereka memiliki para pemain hebat. Pertandingan bakal menarik karena kedua tim memiliki kekuatan masing-masing. Kami melawan tim hebat, tetapi bukan berarti tidak memiliki keyakinan menang,’’ ucap Pelatih Uruguay Fabian Coito kepada FIFA.com.

Sejak kejuaraan dua tahunan ini digelar pada 1985 silam, beraksi semifinal pada Piala Dunia U-17 kali ini merupakan yang ketujuh untuk Selecaozinha alias skuad Brasil Muda dalam 13 kali penampilannya di putaran final. Dari tujuh semifinal itu, Brasil sukses mewujudkannya menjadi tiga kali juara (1997, 1999, dan 2003) dan dua kali runner-up (1995 dan 2005).

Galibnya tim Brasil, skuad muda ini juga memeragakan seni permainan indah dan serasa tidak pernah kehabisan talenta. Menarik disaksikan bagaimana sepak bola menyerang Brasil ini bakal berhadapan dengan tembok kokoh Uruguay. Dari total lima pertandingan di sepanjang Piala Dunia U-17 2011 ini, Uruguay baru kebobolan tiga kali –hanya Jerman yang mampu menyamainya. Dari tiga gol yang bersarang ke gawangnya itu, dua terjadi pada laga terakhir penyisihan Grup C melawan Inggris. Namun, sebelum laga terakhir ketika mereka kalah 0-2 itu Uruguay telah memastikan lolos ke putaran kedua.

Di sisi lain, Brasil kebobolan dua gol lebih banyak dibandingkan Uruguay. Namun, Selecaozinha lebih produktif menambang gol dibandingkan calon lawannya itu dengan komparasi 12 berbanding 8. Dari total 12 gol Brasil itu, tiga disumbangkan penyerang brilian Adryan yang harus absen pada laga melawan Uruguay ini akibat akumulasi kartu kuning. Sedangkan Uruguay tidak bisa diperkuat Jim Varela yang mendapatkan kartu kuning keduanya saat laga perempat final melawan Uzbekistan.

Absennya Adryan, penyerang klub Flamengo itu, tidak lantas membuat Pelatih Brasil Emerson Avila kelimpungan. Ia masih punya stok lumayan banyak di posisi itu selain tetap mengandalkan ketajaman Ademilson (Sao Paulo). Saat menang melawan Jepang dalam pertarungan sengit di semifinal, Brasil juga tanpa diperkuat dua penyerangnya –Lucas Piazon (Sao Paulo) dan Nathan (Internacional). Kedua pemain ini bisa diturunkan mengisi posisi Adryan, namun Piazon dinilai yang paling berpeluang.

Baik Brasil maupun Uruguay telah saling kenal mengingat telah bertemu pada kualifikasi enam tim di Zona CONMEBOL dengan hasil seri tanpa gol. Mereka lantas melakukan dua kali uji coba di Brasil sebelum ke putaran final Piala Dunia U-17 di Meksiko kali ini. Hasilnya, lagi-lagi imbang. Di uji coba pertama Uruguay menang 4-0, namun dibalas Brasil 0-6 pada uji coba kedua.

Leo, salah seorang penggempur lain di skuad Brasil, sepakat laga melawan Uruguay akan sengit. Hasil kualifikasi di Amerika Latin 0-0 lalu tidak bisa jadi patokan mengingat saat itu Brasil lebih banyak bermain dengan 10 pemain setelah bek Josue di-kartu merah. Meski demikian, ujarnya, ‘’Mereka (Uruguay) memang kuat dan penguasaan bolanya sangat bagus.’’

CARLOS FIERRO: Masih diandalkan tuan rumah Meksiko pada laga krusial melawan Jerman di semifinal FIFA World Cup U-17. PHOTO: GETTY IMAGES

Ujian Serius Tuan Rumah

Pada semifinal lainnya, tuan rumah Meksiko menghadapi Jerman juga menjanjikan laga yang tidak kalah menarik. Kedua tim mencatat rekor 100 persen dengan memenangi lima laga yang telah dimainkan. Meksiko yang dipoles Raul Gutierrez dikenal dengan permainan kolektifnya, sedangkan Jerman lewat pertahanannya yang kokoh serta blitzkrieg  (serangan kilat) yang disokong striker-striker haus gol seperti Samed Yesil (Bayer Leverkusen). Lavent Aycicek (Werder Bremen), dan Okan Aydin (Bayer Leverkusen).

Di lini tengah, Jerman yang dipoles Steffen Freund ini juga memiliki kreator serangan brilian pada diri Emre Can (Bayern Munich) plus bek kanan agresif penambang tiga gol Mitchell Weiser (FC Cologne). Dengan 18 gol diukir dan 3 kali kebobolan, banyak pengamat menjagokan Jerman sebagai pesaing serius tuan rumah Meksiko untuk menjuarai Piala Dunia U-17 kali ini.

Jerman belum pernah tampil sebagai juara Piala Dunia U-17, sedangkan Meksiko sekali menjadi juara saat perhelatan di Peru pada 2005 setelah mengalahkan Brasil di partai final.

‘’Jerman akan menjadi ujian serius untuk kami. Mereka lawan yang sangat tangguh. Namun, jika kami memainkan gaya kami dengan penguasaan bola dan kompak bertahan, tidak ada alasan kami tidak mampu mengalahkannya,’’ tutur Kapten Meksiko Antonio Briseno.

Menyongsong duel krusial itu, Pelatih Gutierrez sama sekali tidak terkendala dengan kondisi pemainnya. Top scorer di timnas ini, Carlos ‘Charley’ Fierro (Chivas) dan tandemnya di lini depan, Marco Bueno (Leon), serta winger Giovani Casillas (Chivas) dan Marelo Gracia (Monterrey) dalam kondisi on fire. Kapten sekaligus centre-back  Briseno pun telah siap menantang kegarangan skuad muda Die Panzer.

‘’Kami juga menatap pertandingan itu dengan penuh optimisme. Melawan tuan rumah di stadion yang dipadati penonton pada laga semifinal ini sangat spesial. Inilah pesta sepak bola,’’ ujar Weiser, yang juga melingkar ban kapten Jerman di lengannya.

PERKIRAAN PEMAIN

Semifinal Pertama, Jumat 8 Juli 2011, Pukul 03.00 WIB

URUGUAY: 1-Jonathan Cubero;  2-Emiliano Velazquez, 3-Gaston Silva, 6-Maximiliano Moreira, 17-Gianni Rodriguez, 20-Alejandro Furia, 7-Leonardo Pais, 8-Elbio Alvarez, 10-Guillermo Mendez, 11-Rodrigo Aguirre, 16-Santiago Charmoni. Pelatih: Fabian Coyto

BRASIL: 1-Charles; 2-Wallace, 3-Marquinhos, 4-Matheus, 6-Emerson, 5-Misael, 7-Guilherme, 8-Marlon Bica, 9-Ademilson, 11-Lucas Piazon, 20-Leo. Pelatih: Emerson Avila

Semifinal Kedua, Jumat 8 Juli 2011, Pukul 06.00 WIB

JERMAN: 1-Odisseas Vlachodimos; 2-Mitchell Weiser, 3-Cimo Roecker, 5-Nico Perrey, 14-Kaan Ayhan, 15-Noah Korzowski, 6-Robin Yalcin, 8-Emre Can, 9-Samed Yesil, 10-Lavent Aycicek, 17-Marvin Ducksch. Pelatih: Steffen Freund

MEKSIKO: 1-Richard Sanchez, 2-Francisco Flores, 4-Antonio Briseno, 5-Jorge Caballero, 8-Julio Gomez,13-Luis Solorio, 6-Kevin Escamilla, 7-Jorge Espericueta, 17-Giovanni Casillas, 11-Marco Bueno, 9-Carlos Fierro. Pelatih: Raul Gutierrez

——————–

PERTANDINGAN SELANJUTNYA

Senin, 11 Juli 2011 (Stadion Azteca, Mexico City)

Perebutan Tempat Ketiga

03.00 WIB: Kalah Uruguay-Brasil  vs  Kalah Jerman-Meksiko

Final

06.00 WIB: Pemenang Uruguay-Brasil vs Pemenang Jerman-Meksiko