AKSI GUERRERO: Bek Meksiko Hiram Mier (kanan) menghambat pergerakan striker Peru Paolo Guerrero pada laga kedua Grup C Copa America 2011 di Mendoza, Sabtu (9/7) pagi WIB. PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

LAGI-LAGI, favorit juara Copa America 2011 tertekan hebat. Setelah cuma berbagi skor 1-1 melawan Cile pada game pertama laga kedua Grup C, Sabtu (9/7) di Estadio Malvinas Argentinas, Mendoza, Uruguay kini dipaksa berjuang ekstrakeras pada laga terakhir penyisihan grup kontra skuad muda Meksiko.

Game kedua di tempat dan grup serupa, Meksiko takluk 0-1 oleh Peru lewat gol Paolo Guerrero menit ke-83. Kini Peru mengoleksi 4 poin dari sekali seri (1-1) kontra Uruguay di laga perdana dan menang atas Meksiko. Cile juga 4 poin dari menang 2-1 atas Meksiko di laga pertama dan seri kontra Uruguay. Uruguay di peringkat ketiga klasemen sementara dengan 2 poin dari dua kali seri, lantas Meksiko sebagai juru kunci tanpa poin dari dua kali kekalahan.

Seperti prediksi usai laga perdana Grup C, barter serangan Uruguay dan Cile tidak terelakkan sejak menit awal. Namun, dari segi determinasi dan koordinasi pola, Cile lebih unggul. Nafsu menyerang skuad Claudio Borghi menghadapi Uruguay bahkan lebih garang ketimbang saat sua Meksiko di laga perdana; sempat tertinggal 1-0 di babak pertama, lalu membaliknya di babak kedua hingga menang 2-1.

Lawan Cile, pada babak pertama  beberapa kali Uruguay berpeluang mencetak gol. Kans terbaik dimiliki Diego Forlan saat bola heading-nya menyentuh garis gawang lalu disambar pemain belakang Cile. Tidak mau ditekan, Cile membalas dengan beberapa peluang. Yang terbaik, tendangan jarak jauh membahayakan Mauricio Isla, namun membentur tiang gawang Fernando Muslera.

Babak kedua Uruguay langsung menekan, tetapi lagi-lagi masih bisa diimbangi Cile. Memasuki menit ke-54, Luis Suarez men-dribbling bola dari sektor kiri mengirimkan umpan tusukan ke petak terlarang yang bisa diselesaikan menjadi gol oleh Alvari Pereira. Menit ke-63 Suarez nyaris menggandakan keunggulan, namun tendangan datarnya bisa ditepis Kiper Cile Claudio Bravo.

Setelah itu, nyaris momentum menjadi milik Cile. Humberto Suazo di lini depan terus menekan. Namun, menit ke-65, skill individu Alexis Sanchez-lah yang mencocor bola datar dari jarak 12 meter melintasi kaki-kaki para pemain Uruguay hingga mengecoh Muslera. Gol ini membuat Cile semakin bernafsu.

Menit ke-77, Luis Jimenez nyaris mencetak gol penentu kemenangan jika heading-nya gagal diselamatkan Muslera. Lima menit berikutnya lagi-lagi Isla memaksa Muslera jatuh bangun. Hingga usai, Cile terus menekan sementara Uruguay cenderung lebih banyak bertahan.

Pada laga kedua, skuad muda Meksiko yang dimotori Giovanni dos Santos masih tampil trengginas, melakukan pressing dan menyerang pertahanan para seniornya di skuad Peru. Namun, para pemain tim berkostum selempang merah itu menang pengalaman dan meladeni barter serangan Meksiko, meskipun tidak sefrontal laga pertama melawan Cile, hingga menit ke-83 saat Guerrero mengakhiri kebuntuan Peru.

Tidak seperti pada babak pertama yang kurang menggigit, di babak kedua Peru mulai memacu tekanan. Sebelum gol Guerrero, banyak peluang Peru mencetak gol, termasuk dua kali bola membentur gawang Meksiko yang dikawal Luis Michel. Menilik keseluruhan jalannya laga, bagaimanapun, Peru memang layak memenanginya.

MARKING & PRESSING: Arturo Vidal (kiri) menjadi salah satu kunci sukses Cile menahan gempuran Uruguay lewat manuver striker Luis Suarez pada laga kedua Grup C Copa America 2011. PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

Bergantung Diri Sendiri

Kini fokusnya adalah Uruguay. Seandainya pada laga terakhir Grup C pada Rabu, 13 Juli 2011 waktu Indonesia, Cile kontra Peru berakhir seri dan Uruguay mampu menang atas Meksiko, maka tiga tim memiliki nilai akhir 5. Uruguay pun berpeluang menduduki puncak klasemen jika mampu mencetak banyak gol ke gawang Meksiko. Perlu diketahui, rumus yang berlaku di Copa America ini untuk pemeringkatan adalah berdasarkan produktivitas (selisih gol), bukan catatan head-to-head.

Jika salah satu dari Cile maupun Peru kalah, pemenangnya berhak atas posisi juara grup dan kemenangan Uruguay akan mengantarkannya sebagai runner-up. Bila Cile vs Peru seri, begitu pula Uruguay vs Meksiko, maka Uruguay hanya bisa berharap lolos dengan status peringkat ketiga terbaik. Tentu sukses ini juga bergantung pada hasil-hasil laga lain di Grup A dan B.

Nah, dari paparan tersebut, pendek kata kini nasib Uruguay benar-benar ada di tangan Meksiko yang sejauh ini juga belum otomatis tersisih karena masih menanti hasil-hasil dan klasemen akhir di Grup A dan B. Jika Meksiko mampu menang pada laga terakhirnya, maka 3 poin dikemasnya berbanding tetap 2 untuk Uruguay. Bila hasil-hasil di Grup A dan B juga tidak maksimal, peluang El Tricolor lolos ke perempat final masih terbuka.

Maka, Pelatih Uruguay Oscar Tabarez dituntut piawai menerapkan strategi menghadapi skuad muda Meksiko dari hasil evaluasi dua laga di Grup C. Menang telah menjadi harga mati. Kalau bisa, harus dengan banyak gol untuk menjamin keamanan Uruguay bisa lolos ke perempat final.

‘’Kami harus bergantung pada diri sendiri dan sekarang perlu berpikir tentang Meksiko,’’ ujar Luis Suarez, striker Liverpool di timnas Uruguay itu, seperti dimuat AFP.

Ia mengakui persaingan antarim di Copa America 2011 ini semakin ketat. Tidak menutup kemungkinan akan muncul para juara grup dan runners-up dengan nilai yang sama. Maka, jalan teraman adalah berjuang sendiri tanpa lebih dulu menghiraukan kans tim-tim lainnya.

Dari dua laga di Grup C yang sudah dilalui, tampaknya para pemain lini depan Uruguay –Forlan, Suarez, Edinson Cavani— belum bisa menemukan kepaduan sebagaimana yang ditunjukkan pada Piala Dunia 2010. Suarez tidak bisa bebas bermanuver melakukan teror karena masih disibukkan mencari maupun menjemput bola dari lini tengah, sehingga kerap menjadi sasaran tebas para pemain lawan.

Di sisi lain, lini tengah Uruguay juga kerap lubang karena Diego Lugano tidak bisa serta merta naik membantu serangan mengingat harus pula menjadi jangkar. Begitu pula Martin Caceres yang tidak leluasa melakukan overlap karena harus membentengi pertahanan. Itu yang tidak terjadi di Piala Dunia lalu karena masih ada Diego Godin sebagai benteng terakhir Uruguay jika Lugano naik. Di Copa America 2011 ini, Godin absen karena cedera.

Dua laga di Grup C pula menunjukkan, dengan kecepatan sprint pemain muda usia, betapa punggawa sayap Meksiko begitu ngotot bermanuver dengan Dos Santos sebagai dirigen di lini tengah setiap saat menusuk, mengirim umpan kepada rekan-rekannya ke petak terlarang lawan, atau menembaknya sendiri. Inilah yang layak diwaspadai Uruguay di laga terakhirnya.

DATA PERTANDINGAN GRUP C

Sabtu, 9 Juli 2011

Peru 1-0 Meksiko (Estadio Malvinas Argentinas, Mendoza)

Pencetak Gol: Paolo Guerrero (83’)

PERU: 1- Raul Fernandez, 17- Giancarlo Carmona, 3-Santiago Acasiete, 2-Alberto Rodriguez e 4-Walter Vilches; 5-Adan Balbin, 11- Carlos Lobaton (7-Josepmir Ballon 85′), 10-Rinaldo Cruzado (Michael Guevara 76′), 16-Luis Advincula (Yoshimar Yotun 46′), 6- Juan Vargas; 9-Paolo Guerrero.

MEKSIKO: 1-Luis Michel, 5-Darvin Chavez (16-Miguel Ponce 73′), 19-Hector Reynoso, 14-Nestor Araujo, 22-Paul Aguilar (17-Edgar Pacheco 46′), 23-Diego Reyes, 15-Jorge Enriquez 21-Hiram Mier, 11-Javier Aquino (18-Oribe Peralta 85′); 10-Giovani dos Santos; 9-Rafael Marquez Lugo. Kartu Kuning: Hiram Mier (58′), Hector Reynoso (71′)

——————–

Uruguay 1-1 Cile (Estadio Malvinas Argentinas, Mendoza)

Pencetak Gol: Alvaro Pereira-Uruguay (54′), Alexis Sanchez-Cile (65′)

GOL: Ketika Alvaro Pereira membobol gawang Cile. PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

URUGUAY: 1-Fernando Muslera, 16-Maxi Pereira (14-Nicolas Lodeiro 77′), 2-Diego Lugano, 4-Sebastian Coates e 22-Martin Caceres; 15-Diego Perez, 17-Egidio Arevalo Rios (8-Sebastian Eguren 84′) and 11-Alvaro Pereira; 9-Luis Suarez, 10-Diego Forlan, 21-Edinson Cavani (20-Alvaro Gonzalez 45′). Kartu Kuning: Alvaro Pereira (11′), Luis Suares (37′), Martin Caceres (48′), Alvaro Gonzalez (82′), Sebastian Coates (86′)

GOAL SCORER: Ekspresi Alexis Sanchez usai cetak gol. PHOTO: AP

CILE: 1-Claudio Bravo, 5-Pablo Contreras, 3-Waldo Ponce, 18-Gonzalo Jara (10-Jorge Valdivia 60′); 4-Mauricio Isla, 17-Gary Medel, 8-Arturo Vidal, 11-Luis Jimenez and 15-Jean Beausejour (6-Carlos Carmona 73′); 7-Alexis Sanchez, 9-Humberto Suazo (22-Esteban Paredes 73′). Kartu Kuning: Pablo Contreras (23′), G. Jara (37′), Alexis Sanchez (57′), Arturo Vidal (70′)

KLASEMEN SEMENTARA GRUP C
(main, menang, seri, kalah, memasukkan-kemasukan, perolehan poin)

1. Cile                         2        1       1       0         3-2             4
2. Peru                       2        1       1       0         2-1             4
3. Uruguay              2        0       2       0         2-2             2
4. Meksiko                2        0       0       2         3-1              0

PERTANDINGAN SELANJUTNYA DI GRUP C

Rabu, 13 Juli 2011

04.15 WIB: Cile vs Peru – Mendoza
07.45 WIB: Uruguay vs Meksiko – La Plata