PEMBUKTIAN: Dengan kepala dibebat setelah menerima tujuh jahitan, Julio Gomez (tengah) dkk merayakan kemenangan atas Jerman di semifinal FIFA World Cup U-17 di Torreon, Jumat (8/7) pagi WIB. Mampukah ia membawa Meksiko juara dengan mengalahkan Uruguay di final? PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

STADION Azteca di Mexico City, Meksiko, Minggu (10/7) malam atau Senin (11/7) pagi WIB bakal gegap gempita. Di stadion yang dinilai ‘’sakral’’ oleh timnas Meksiko itu, tidak kurang 105.064 kursi telah memiliki penghuni yang rela antre sejak timnas tuan rumah memastikan tiket final melawan Uruguay pada kejuaraan FIFA World Cup U-17.

Final itu diraih melalui laga dramatis setelah Antonio Briseno dkk menekuk tim kuat dan paling produktif di kejuaraan ini, Jerman, 3-2 di Torreon pada Kamis (7/7) malam atau Jumat (8/7) pagi WIB. Gol penentu di laga itu dicetak Julio Gomez pada menit ke-90. Gomez tampil heroik hingga kepalanya bocor akibat benturan keras, menerima tujuh jahitan, dan dibebat.

Gomez membawa Meksiko unggul menit ke-3 sebelum disamakan Samed Yesil menit ke-10. Menit ke-60 Emre Can menempatkan Jerman unggul, namun disamakan Jorge Espericueta menit ke-76. Setelah itu, Meksiko terus menggempur. Benteng Jerman yang dikenal kokoh di antara tim-tim yang berlaga di kejuaraan ini jebol juga pada menit ke-90 lewat aksi brilian Gomez.

Di Azteca, rakyat Meksiko berharap Briseno dkk memberikan gelar juara itu dengan mengalahkan Uruguay. Tim lawan ini lolos ke final berkat kemenangan telak 3-0 atas sesama tim Amerika Latin sekaligus kandidat juara, Brasil, di Guadalajara pada hari yang sama. Tiga gol Uruguay diukir Elbio Alvarez dari titik putih menit ke-20, Juan San Martin (72’), dan Guillermo Mendez (90+5’).

Partai final Piala Dunia yang ketiga (dua kali sebelumnya di ajang Piala Dunia timnas senior yang tidak melibatkan tuan rumah) di Azteca, Senin (11/7) pukul 06.00 WIB, ini jelas diharapkan rakyat Meksiko memberikan hasil maksimal: juara. Piala Dunia dari Azteca tercinta, jelas sebuah sejarah juga meskipun enam tahun lalu Meksiko meraih gelar juara Piala Dunia U-17 yang dihelat di Peru. Beda dengan Uruguay yang baru kali pertama menapaki partai puncak, untuk Meksiko final ini merupakan kans mengangkat trofi juara untuk kali kedua.

Berbagai bursa global mengunggulkan Meksiko memenangi partai final ini, meskipun perbandingannya tipis. Skuad muda El Tricolor juga yakin akan melanjutkan tren selalu menang dalam total enam laga pada kejuaraan yang bergulir sejak 18 Juni ini meskipun, lagi-lagi, tanpa striker bintangnya, Juan Cruz Mascia.

Meksiko dua bulan ini dilanda pesta bola. Rakyatnya bersuka cita setelah timnas senior bulan lalu kembali menjuarai Gold Cup (Piala Emas) dengan mengalahkan lawan klasiknya, tuan rumah AS, di partai final. Pada saat Piala Dunia U-17 bergulir, timnas U-22 Meksiko mengikuti ‘’undangan permanen’’ Copa America 2011 di Argentina. Tergabung di Grup C Copa itu, timnas Meksiko memang telah dua kali kalah (dari Cile dan Peru), namun masih bisa berharap lolos ke perempat final jika pada laga terakhirnya mampu mengalahkan Uruguay dengan skor meyakinkan.

Pelatih Meksiko Raul Gutierrez optimistis timnya akan kembali memetik hasil sempurna menilik hasil laga semifinal melawan tim kuat seperti Jerman. Keyakinan serupa dimiliki Kapten Briseno. ‘’Aku sangat bangga bisa memimpin tim Meksiko ini. Kami skuad yang sangat padu dan usaha bersama sebagai tim telah kami tunjukkan saat mengalahkan Jerman,’’ ujarnya seperti dilansir FIFA.com.

Di sisi lain, Uruguay menyadari usahanya mengukir sejarah di Azteca tidak akan mudah. Fans tuan rumah pasti akan memadati stadion nasional ini. Namun, skuad polesan Fabian Coito mengatakan tidak gentar. Mereka akan tetap mengandalkan strateginya yang solid bertahan serta mencuri gol dari serangan-serangan balik mematikan seperti yang diperagakan ketika menekuk Brasil di semifinal. Maka, Briseno dkk di skuad Meksiko selayaknya ekstrasiaga membaca manuver para pemain Uruguay seperti Gaston Silva, Guillermo Mendez, dan Rodrigo Aguirre.

‘’Dalam enam bulan terakhir beberapa kali kami bermain melawan Meksiko. Saya memiliki keyakinan tinggi terhadap tim saya. Mereka (Meksiko) memang sangat bagus di lini belakang, selalu berusaha memainkan sepak bola yang bagus dengan pemain-pemain jempolan di setiap posisi. Namun, di tengah kecemasan laga final ini, saya berharap akan ditampilkan sepak bola indah dengan ambisi yang sama pada kedua kubu,’’ tutur Coito.

Bintang Masa Depan

Tim terbaik memang pantas juara. Selain juara, Piala Dunia U-17 ini juga telah memunculkan calon-calon bintang sepak bola global di masa mendatang. Sebutlah Souleymane Coulibaly (Pantai Gading) sebagai top scorer sementara dengan 9 gol. Catatan ini bisa disamai Samed Yesil dari Jerman (6 gol) seandainya pada laga perebutan tempat ketiga, Senin (11/7) dini hari WIB, bisa mengukir hat-trick ke gawang Brasil. Cukup berat, memang.

Selain Yesil yang berdarah Turki itu, Jerman juga memiliki Emre Can, Levan Aycicek, Okan Aydin, dan bek tangguh Mitchell Weiser. Selain nama-nama yang telah disebutkan sebelumnya, tuan rumah Meksiko juga memiliki Carlos Fierro—top scorer di timnasnya dengan 4 gol.

Sedangkan Brasil menyodorkan Ademilson, Adryan, Leo, maupun Lucas Piazon. Prancis bisa berharap bakal gemilangnya bintang Yassine Benzia, Adam Morgan dan Hallam Hope di skuad Inggris, Maximiliano Padilla di skuad Argentina, dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk Asia (AFC), Timur Khakimov dan Abbosbek Makhstaliev dari Uzbekistan serta Fumiya Hayakawa dan Shoya Nakajima dari Jepang diyakini akan bersinar terang pada masa mendatang.

SEJARAH MENANTI: Emiliano Vazquez (kiri), Elbio Alvarez (tengah), dan Rodrigo Aguirre merayakan kemenangan atas Brasil di semifinal. Mereka bertekad mengganjal ambisi Meksiko menjadi juara di rumah sendiri. PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

PERKIRAAN PEMAIN

URUGUAY: 1-Jonathan Cubero;  2-Emiliano Velazquez, 3-Gaston Silva, 6-Maximiliano Moreira, 17-Gianni Rodriguez, 20-Alejandro Furia, 7-Leonardo Pais, 8-Elbio Alvarez, 10-Guillermo Mendez, 11-Rodrigo Aguirre, 16-Santiago Charmoni. Pelatih: Fabian Coito

MEKSIKO: 1-Richard Sanchez, 2-Francisco Flores, 4-Antonio Briseno, 5-Jorge Caballero, 8-Julio Gomez, 13-Luis Solorio, 6-Kevin Escamilla, 7-Jorge Espericueta, 17-Giovanni Casillas, 11-Marco Bueno, 9-Carlos Fierro. Pelatih: Raul Gutierrez