KEJUTAN: Gelandang Venezuela Cesar Gonzalez (tengah) dan Franklin Lucena (kanan) disaksikan Kiper Ekuador Marcelo Elizaga setelah gawangnya dibobol pada laga kedua Grup B Copa America 2011 di Salta, Minggu (10/7) pagi WIB. PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

ADAKAH ini Brasil yang sebenar-benarnya? Pada laga kedua Grup B Copa America 2011 melawan Paraguay di Estadio Mario Alberto Kempes, Cordoba, Minggu (10/7) dini hari WIB, lagi-lagi Brasil belum menunjukkan kelasnya sebagai pemegang status kasta tertinggi sepak bola Amerika Latin dan favorit juara Copa America kali ini.

Mereka dipaksa rally point dengan Paraguay hingga posisi akhir 2-2. Seri lagi setelah di laga pertama Brasil bermain imbang tanpa gol melawan Venezuela. Padahal, pada game kedua di Salta, Venezuela yang selama ini lekat dijuluki tim terlemah di Amerika Latin sukses membekap Ekuador 1-0, sehingga kini bertengger di puncak klasemen sementara Grup B.

Jalan Brasil menuju juara –sebagaimana tuan rumah Argentina di Grup A yang mengemas 2 poin dari dua kali seri— memang belum tertutup. Namun, status kedua raksasa Amerika Latin ini sebagai kandidat juara kiranya kini perlu direnungkan lagi.

Di Grup B, Venezuela memuncaki klasemen sementara dengan 4 poin, disusul Paraguay dan Brasil masing-masing 2 poin, serta Ekuador di posisi juru kunci dengan 1 poin dari hasil seri pada laga perdana melawan Paraguay. Mau tidak mau, Brasil harus menang pada laga terakhirnya melawan Ekuador. Begitu pula Paraguay. Hanya itu rumus teraman untuk lolos ke perempat final.

Hitungannya sederhana saja. Kalah akan mengirim Brasil pulang dini. Andai di laga terakhir itu Brasil cuma mampu seri lagi, sementara di laga lain Paraguay menang atas Venezuela, maka Brasil memperoleh poin akhir 3 dan Ekuador 2. Sedangkan Paraguay 5 dan Venezuela 4 dan otomatis lolos ke perempat final.

Jika tanpa modal cukup banyak gol di laga terakhirnya itu, harapan Brasil lolos dengan status salah satu dari dua peringkat ketiga terbaik juga terbilang berisiko. Persaingan di Grup A dan C juga ketat menjelang laga terakhirnya.

Di Grup A,  misalnya, pemuncak klasemen Kolombia memiliki 4 poin, disusul Kosta Rika 3 poin, lalu Argentina 2 poin, dan Bolivia 1 poin. Pada laga terakhirnya Kolombia melawan Bolivia dan Argentina jumpa Kosta Rika. Jika Kolombia menang atas Bolivia, nilai akhirnya 7. Jika kalah, Bolivia mengoleksi 4 poin. Jika Argentina menang atas Kosta Rika, nilainya 5. Tetapi, jika seri, nilai Argentina 3 dan Kosta Rika 4, tetapi tim ini memiliki surplus gol satu seperti Kolombia. Sejauh ini surplus gol Brasil 0 (2-2).

Di Grup C, pemuncak klasemen Cile mengemas 4 poin sebagaimana Peru. Lantas, ada Uruguay dengan 2 poin, kemudian Meksiko tanpa poin dari dua kali kalah atas Cile dan Peru. Jika di laga terakhirnya salah satu di antara Cile melawan Peru ada yang unggul, maka pemenang meraih poin 7 dan yang kalah tetap 4. Jika Uruguay menang atas Meksiko, maka poin terakhirnya 5 dan bisa menduduki posisi runner-up. Berarti peringkat ketiga masih memiliki 4 poin (bandingkan dengan Brasil jika di laga terakhirnya cuma seri dengan poin 3). Jika seri, poin Uruguay 3. Bila Uruguay kalah, justru Meksiko yang mengemas poin 3 dan harus adu produktif gol dengan Brasil di Grup B serta Argentina di Grup A apabila mereka mencatatkan hasil seri pada laga terakhirnya.

Adu Cerdik Menezes-Martino

Pada laga Minggu dini hari, secara keseluruhan performa Brasil membaik dibandingkan laga pertama melawan Venezuela. Keputusan Pelatih Brasil Mano Menezes memasukkan Jadson sejak menit awal sebagai gelandang serang menggantikan Robinho, yang dicap tidak efektif pada laga pertama, terbukti ampuh. Jadson benar-benar menjadi jawaban atas kelemahan di lini tengah pada laga perdana atas pentingnya kehadiran jenderal lapangan penyuplai bola ke lini depan sebagai pelapis Paulo Henrique Ganso yang lebih berperan sebagai playmaker.

NYARIS KALAH: Ekspresi Fred (kiri) disambut Dani Alves (tengah) dan Lucas usai mencetak gol penyama kedudukan 2-2 melawan Paraguay pada laga kedua Grup B Copa America 2011 di Cordoba, Minggu (10/7) dini hari WIB. PHOTO: AP

Bahkan pada menit ke-39 Jadson membayar kepercayaan Menezes dengan gol ke gawang Paraguay. Lini tengah Brasil mulai hidup, tetapi problem baru muncul di lini belakang. Beruntung hampir sebagian besar babak pertama celah di lini belakang itu bisa ditutupi dengan kepiawaian para gelandang Selecao.

Memasuki babak kedua, Paraguay yang dikenal memilik pertahanan kokoh di Amerika Latin menyadari pentingnya terus menggempur. Ketika lini depan Brasil kesulitan lagi untuk menembus, Paraguay menggencarkan serangan balik dan berbuah pada menit ke-54 melalui pemain senior Roque Santa Cruz.

Pelatih Paraguay Gerardo Martino menyadari betul kelemahan Brasil itu. Usai gol penyama tersebut, ia memasukkan Nelson Haedo Valdez sebagai pendobrak di lini depan pada menit ke-56. Sepuluh menit berikutnya, Valdez membawa Paraguay unggul 2-1 setelah memanfaatkan kesalahan pemain belakang Brasil.

Setelah itu, barter serangan terus terjadi dan beberapa kali pula Pato maupun Neymar mengancam gawang Paraguay, namun tidak berhasil. Ketika laga menyisakan sepuluh menit, Menezes memasukkan Fred menggantikan bintang muda Neymar yang belum juga bersinar pada laga kedua Copa America ini. Padahal, sebagaimana Lionel Messi di skuad Argentina, Neymar ditimang-timang sebagai bintang terang turnamen ini.

Keputusan Menezes tidak keliru. Serangan Brasil kian gencar dan hasilnya lahir gol penyama dari Fred –anggota skuad Selecao di Piala Dunia 2006— hanya satu menit sebelum waktu normal berakhir memanfaatkan umpan manis Ganso. ‘’Hasil yang bagus, tetapi harus diakui sekarang sulit melawan tim-tim di turnamen ini,’’ tutur Fred.

Atas performa Brasil pada dua laga Copa America ini, Menezes meminta fans bersabar. ‘’Kita perlu tetap tenang dan fokus perbaikan. Kami juga tidak ingin kok bermain di bawah standar,’’ ujarnya seperti dilaporkan The Associated Press, yang diamini gelandang Elano.

Adakah itu janji Brasil akan benar-benar on fire pada laga terakhirnya melawan Ekuador, menang, dan lolos ke perempat final? Layak dinanti.

Di sisi lain, Pelatih Paraguay Gerardo Martino mengakui kecewa dengan hasil 2-2 lawan Brasil itu, khususnya atas lahirnya gol penyama kedudukan satu menit menjelang bubaran. ‘’Tetapi, saya berterima kasih kepada skuad saya. Kami bermain lebih bagus daripada di Piala Dunia (2010) lalu. Laga terakhir nanti yang menentukan. Kami belum bisa membahasnya sekarang apakah nanti kami akan pulang,’’ ujarnya.

Kejutan Berlanjut Venezuela

Pada laga lain di Grup B, Minggu (10/7) pagi WIB di Estadio Padre Ernesto Martearena, Salta, di luar dugaan Venezuela kembali menunjukkan taringnya dengan mendominasi permainan atas Ekuador. Venezuela –satu-satunya negara di Amerika Latin yang tidak pernah bermain di putaran final Piala Dunia dan bisbol lebih populer dibandingan sepak bola— total 13 kali mengancam gawang Ekuador berbanding 6 untuk tim lawan tersebut.

Namun, sebagian besar tidak melahirkan gol selain tendangan kaki kanan jarak jauh Cesar Eduardo Gonzalez pada menit ke-61. Wow, Venezuela menang setelah di laga perdana tampil mengesankan menahan gempuran Brasil hingga berakhir tanpa gol. Seri melawan Paraguay pada laga terakhirnya akan mengantarkan Venezuela ke perempat final.

‘’Selama 10 hingga 15 tahun terakhir, sebenarnya kekuatan kami telah mendapatkan pengakuan,’’ ujar bek Venezuela Oswaldo Vizcarrondo atas hasil timnya di sepanjang Copa America kali ini.

Setelah gol Gonzalez, sebenarnya Ekuador berkesempatan menyamakan kedudukan pada menit ke-71 lewat striker Felipe Caicedo. Pergerakan individunya berhasil mengecoh dua bek Venezuela sebelum masuk ke petak bahaya. Namun, bola tendangannya begitu lemah sehingga bisa diselamatkan Kiper Renny Vicente Vega.

Ekuador kembali berkesempatan membalas pada menit ke-85 melalui tembakan Christian Benitez. Namun Vega kembali bisa mematahkannya dengan menepis bola ke samping gawang. Kini, dengan 1 poin, fokus Ekuador adalah laga terakhir melawan Brasil.

‘’Kami masih punya kesempatan dan berharap akan pulih saat melawan Brasil,’’ kata Walter Ayovi, bek Ekuador.

DATA PERTANDINGAN GRUP B

Minggu, 10 Juli 2011

Venezuela 1-0 Ekuador (Estadio Padre Ernesto Martearena, Salta)

Pencetak Gol: Cesar Eduardo Gonzalez (61’)

VENEZUELA: 1- Renny Vega, 16- Roberto Rosales, 20- Grenddy Perozo, 4- Oswaldo Vizcarrondo, 6- Gabriel Cichero, 8- Tomas Rincon, 14- Franklin Lucena, 11- Cesar Eduardo Gonzalez (19-Jesus Mesa, 64′), 18- Juan Arango, 7- Miku (23-Salomon Rondon, 74′), 9- Giancarlo Maldonado (5-Giacomo Di Giorgio, 80′). Pelatih: Cesar Farias.

EKUADOR: 1- Marcelo Elizaga, 13- Neicer Reasco, 19- Norberto Araujo, 3- Frickson Erazo, 10- Walter Ayovi, 14- Segundo Castillo (15-David Quiroz, 75′), 6- Christian Noboa, 7- Michael Arroyo (17-Edson Montaño, 71′), 8- Edison Mendez, 11- Christian Benitez, 9- Felipe Caicedo. Pelatih: Reinaldo Rueda

TEROR VALDEZ: Nelson Haedo Valdez (tengah atas) berusaha ditempel Andre Santos (kanan) dari Brasil beberapa saat sebelum membobol gawang Selecao. Paraguay menguji serius kekokohan lini belakang Brasil yang dikomando Lucio (bawah) pada laga kedua Grup B Copa America 2011 di Cordoba, Minggu (10/7) WIB. PHOTO: AP

Brasil 2-2 Paraguay (Estadio Mario Alberto Kempes, Cordoba)

Pencetak Gol: Jadson (39’), Fred (89’)-Brasil; Roque Santa Cruz (54’), Nelson Haedo Valdez (66’)-Paraguay

BRASIL: 1- Julio Cesar, 2- Daniel Alves, 3- Lucio, 4- Thiago Silva, 6- Andre Santos, 5- Lucas Leiva, 8- Ramires (18-Lucas Silva, 69′), 10- Paulo Henrique Ganso, 20- Jadson (16-Elano, 46′), 11- Neymar (19-Fred, 81′), 9- Alexandre Pato. Pelatih: Mano Menezes. Kartu Kuning: Jadson (32′), Alexandre Pato (51′), Lucas Leiva (58′), Daniel Alves (91′)

PARAGUAY: 1- Justo Villar, 2- Dario Veron, 14- Paulo da Silva, 5- Antolin Alcaraz, 17- Aureliano Torres, 13- Enrique Vera, 16- Cristian Riveros (15-Victor Caceres, 68′), 20- Nestor Ortigoza, 21- Marcelo Estigarribia (10-Osvaldo Martinez1 78′), 9- Roque Santa Cruz, 19- Lucas Barrios (18- Haedo Valdez, 56′). Pelatih: Gerardo Martino. Kartu Kuning: Lucas Barrios (45′), Víctor Caceres (86′)

——————–

KLASEMEN SEMENTARA GRUP B

(main, menang, seri, kalah, memasukkan-kemasukan, poin)

1. Venezuela             2          1          1          0          1-0                  4

2. Paraguay               2          0          2          0          2-2                  2

3. Brasil                      2          0          2          0          2-2                  2

4. Ekuador                2          0          1          1          0-1                  1

——————-

PERTANDINGAN SELANJUTNYA DI GRUP B

Kamis, 14 Juli 2011

05.15 WIB: Paraguay vs Venezuela – Salta

07.45 WIB: Brasil vs Ekuador – Cordoba