SULIT DIHADANG: Butuh beberapa pemain Kosta Rika, seperti Oscar Duarte (kiri), Johnny Acosta (dua dari kiri), dan Heiner Mora (kanan) untuk menghentikan pergerakan Lionel Messi (10). Bintang Argentina ini mewujudkan janjinya bermain cemerlang dan membawa timnya lolos ke perempat final pada laga akhir nan krusial di Grup A Copa America 2011 di Cordoba, Selasa (12/7) pagi WIB. PHOTO: AFP-GETTY IMAGES

Argentina Sesungguhnya. Messi Menjawab Kritik. Pembuktian Messi. Jawaban Messi. Messi Membayar Janji. Akhirnya, Argentina Lolos Juga… dan sebagainya.

MUNGKIN begitu inti berbagai judul media merespon kemenangan telak Argentina 3-0 atas Kosta Rika pada laga terakhir nan krusial di Grup A Copa America 2011 di Estadio Mario Alberto Kempes, Cordoba, Selasa (12/7) pagi WIB. Kemenangan dengan selisih tiga gol ini merupakan yang terbesar dari seluruh laga sepanjang Copa America 2011 yang bergulir sejak awal bulan ini.

Raihan tiga poin tersebut juga menempatkan Argentina sebagai runner-up Grup A dengan 5 poin dan melangkah ke perempat final. Posisi puncak ditempati Kolombia dengan 7 poin setelah pada laga terakhir sehari sebelumnya mengalahkan Bolivia.

Di perempat final, Kolombia melawan tim peringkat ketiga terbaik, sedangkan Argentina akan melawan runner-up Grup C: Cile dan Peru (masing-masing dengan 4 poin dan telah memastikan lolos) atau Uruguay (2 poin). Kepastiannya ditentukan pada laga-laga terakhir berikutnya di grup tersebut (lihat jadwalnya di bagian akhir tulisan ini).

Bagaimana dengan Kosta Rika? Sejauh ini nasibnya juga belum sepenuhnya tamat. Tim besutan Ricardo La Volpe itu masih harus menunggu pertandingan lain di Grup B. Seandainya pada laga terakhirnya masing-masing Brasil dan Paraguay kalah, Kosta Rika (3 poin) berhak lolos dengan status peringkat ketiga terbaik. Pada laga terakhirnya Kamis (14/7), Brasil menghadapi Ekuador di Cordoba pukul 07.45 WIB usai Paraguay vs Venezuela (yang telah memastikan lolos) di Salta pukul 05.15 WIB.

Dalam pertandingan melawan Kosta Rika yang sangat mendebarkan bagi kubu serta suporter tuan rumah ini, The Real Messi benar-benar mulai menunjukkan jati diri sebagai bintang paling terang di dunia saat ini dibandingkan dua laga sebelumnya yang berakhir seri: melawan Bolivia dan Kolombia. Pada dua laga Grup A tersebut, Messi dinilai kurang optimal, kurang ini-itu, tidak cukup berjuang, dan berbagai penilaian minor lainnya hingga memaksa ayah kandungnya serta Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) Julio Grondona melempar kata-kata membelanya.

Messi, ujar Grondona, tidak pernah bermain jelek. Para pemain di sekitarnya lah yang tidak maksimal. Sehari sebelum pertandingan, sekumpulan fans hadir di sekitar hotel tempat skuad Argentina  menginap di Cordoba. Mereka membentangkan spanduk berisi pernyataan dukungan moral kepada Messi pribadi serta skuad Argentina agar tetap optimistis menatap duel menentukan melawan Kosta Rika.

Messi pun sempat merasa diperlakukan ‘’tidak adil’’ meskipun ia tidak mampu menampik bahwa semua kritikan merupakan konsekuensi seorang bintang yang harus ditanggungnya. Ia berjanji akan tampil brilian serta membawa Argentina lolos. Hasilnya, ia benar-benar on fire. Bisa dikata, Messi-lah ‘’pemenang sejati’’ laga ini.

Di pengujung babak pertama Sergio Aguero membuka gol Argentina setelah melihat gawang lawan cukup melompong. Kiper Kosta Rika masih belum bangkit sempurna setelah dipaksa menjatuhkan badan menyelamatkan tendangan keras Fernando Gago. Tujuh menit berlangsung di babak kedua, Aguero mencetak gol lagi sehingga kini menempatkannya sebagai top scorer sementara Copa America 2011 dengan 3 gol.

Gol pembuat ketenangan batin itu tercipta berkat assists matang didahului pamer skill individu Messi. Yang demikian berlaku lagi pada lahirnya gol ketiga melalui Angel Di Maria pada menit ke-64. Belum lagi dua assists lain yang seharusnya bisa berbuah gol namun tidak mampu dioptimalkan Aguero, dua untuk Gonzalo Higuain, serta sekali untuk striker pengganti Ezequiel Lavezzi.

Pendek kata, Argentina tampil menekan. Messi bermain gemilang dan memang layak bila kemudian ditahbiskan sebagai man of the match. Tidak bisa lagi disaksikan Kosta Rika dengan striker mudanya, Joel Campbell, bergerak leluasa membombardir wilayah lawan sebagaimana yang ditunjukkan ketika menghajar Bolivia 2-0 pada laga kedua meskipun Los Ticos –julukan Kosta Rika— hadir di kejuaraan ini dengan skuad lapis kedua.

RACIKAN JITU: Pelatih Argentina Sergio Batista menyaksikan skuadnya bertempur melawan Kosta Rika pada laga terakhir Grup A di Cordoba, Selasa (12/7) pagi WIB. PHOTO: AP

Kegemilangan Messi yang berbuah kemenangan untuk Argentina ini tidak lepas pula dari racikan baru Pelatih Sergio Batista menilik dua laga sebelumnya yang tidak maksimal. Tidak ada lagi Ever Banega dan Esteban Cambiasso sebagai starter di lini tengah (bahkan keduanya tidak diturunkan hingga laga usai). Gantinya, Batista menyuntikkan Fernando Gago dan Di Maria sejak awal.

Pun, tidak didapati Carlos Tevez dan Lavezzi, melainkan Aguero yang pada dua laga sebelumnya sebagai pengganti plus Higuain. Posisi Messi agak ke belakang, sehingga lebih berfungsi sebagai playmaker dengan Di Maria di depannya sebagai gelandang serang. Dengan formasi ini, gap di lini tengah tidak menganga sebagaimana dua laga sebelumnya yang mengesankan Messi lebih sebagai target man yang diharapkan menusuk sendiri ke petak terlarang lawan dan mencetak gol, lalu Tevez dan Lavezzi lebih menyukai gempuran dari areal samping.

Lini tengah Argentina begitu solid. Kapten Javier Mascherano pun tidak lagi dipaksa berjibaku sebagai playmaker, sehingga bisa fokus berperan sebagai gelandang bertahan yang memberikan ketenangan kepada Nicolas Burdisso, Gabriel Milito, Pablo Zabaleta, serta bintang senior Javier Zanetti di lini belakang. Bahkan Zanetti dan Zabaleta berani lagi overlap membantu serangan.

‘’Lionel paham betul bagaimana menjawab situasi seperti ini. Ia punya karakter untuk mengatasinya dan hari ini telah ditunjukkannya di lapangan. Dia bermain luar biasa cemerlang,’’ kata Batista memuji Messi seusai laga seperti dilansir The Associated Press.

La Volpe, pelatih Kosta Rika berkebangsaan Argentina, mengucapkan selamat kepada kompatriotnya dan juga memuji permainan Messi. Ia menilai Tango telah menunjukkan kualitasnya tanpa harus merendahkan makna kemenangan ini mengingat timnya berisikan para pemain muda U-23. Kosta Rika adalah negara terakhir yang memberikan konfirmasi partisipasi di Copa America 2011 menyusul mundurnya timnas Jepang akibat bencana tsunami, Maret lalu. Timnas senior Kosta Rika baru bulan lalu berlaga di Piala Emas (Gold Cup) CONCACAF di AS dan melangkah hingga perempat final. Juara Piala Emas,

Juara Piala Emas, Meksiko, juga mengirimkan timnas mudanya di kejuaraan ini dan berlaga di Grup C dengan satu-satunya motor dari timnas senior adalah Giovani dos Santos yang masih berusia 22 tahun.

Akankah the winning formula tersebut dipertahankan Batista di perempat final dan, mungkin, laga-laga berikutnya demi ambisi Argentina memungkasi 18 tahun paceklik gelar di berbagai turnamen besar? Layak dinantikan.

DATA PERTANDINGAN GRUP A

Selasa, 12 Juli 2011

Argentina 3-0 Kosta Rika (Estadio Mario Alberto Kempes, Cordoba)

Pencetak Gol: Sergio Aguero (45’, 52’), Angel Di Maria (64’)

ARGENTINA: 23-Sergio Romero, 3- Pablo Zabaleta, 4- Nicolas Burdisso, 6- Gabriel Milito, 8- Javier Zanetti, 20- Fernando Gago, 14- Javier Mascherano, 7- Angel Di Maria (15-Lucas Biglia, 79’), 10- Lionel Messi, 16- Sergio Aguero (21-Ezequiel Lavezzi, 84’), 9- Gonzalo Higuain (18-Javier Pastore, 79’). Pelatih: Sergio Batista. Kartu Kuning: Gabriel Milito (21’), Javier Zanetti (37’), Ezequiel Lavezzi (92’)

KOSTA RIKA: 18- Leonel Moreira, 3- Johnny Acosta, 4- Jose Salvatierra, 2- Francisco Calvo (10-Randall Brenes, 46’), 19- Oscar Duarte, 20- Pedro Leal, 6- Heiner Mora, 22- Jose Cubero, 21- Cesar Elizondo (5-Luis Valle, 56’), 17- Josue Martinez (11-Diego Madrigal, 46’), 12- Joel Campbell. Pelatih: Ricardo La Volpe. Kartu Kuning: Francisco Calvo (41’), Jose Salvatierra (47’)

TOP SCORER: Ekspresi Sergio Aguero usai membobol gawang Kosta Rika untuk kali kedua pada laga terakhir Grup A di Cordoba, Selasa (12/7) pagi WIB. Kini ia memuncaki daftar pencetak gol di Copa America 2011 dengan 3 gol. PHOTO: AP

KLASEMEN AKHIR GRUP A

(main, menang, seri, kalah, memasukkan-kemasukan, poin)

  1. Kolombia                              3          2          1          0          3-0                  7
  2. Argentina                              3          1          2          0          4-1                  5
  3. Kosta Rika                             3          1          1          1          2-4                  3
  4. Bolivia                                   3          0          1          2          1-5                  1

PEREMPAT FINAL

Minggu, 17 Juli 2011

02.00 WIB: Kolombia vs Peringkat 3 Terbaik 1 – Cordoba

05.15 WIB: Argentina vs 2-C – Santa Fe