CHAMPIONS: Timnas perempuan Jepang mengangkat tinggi-tinggi trofi Piala Dunia setelah mengalahkan tim favorit AS pada laga final di Frankfurt, Jerman, Senin (18/7) dini hari WIB. PHOTO: GETTY IMAGES
TERIMA KASIH, DUNIA: Para pemain Jepang dengan spanduk bertuliskan ucapan terima kasih kepada dunia yang bersimpati atas bencana tsunami, Maret lalu, usai mengalahkan AS di final. PHOTO: GETTY IMAGES-CHRISTOF KOEPSEL

Mereka datang begitu bersahaja,
Seolah tak sepasang mata pun serius melihatnya.
Mata kamera lebih tertuju kepada tuan rumah, Jerman, dengan asa setinggi gunung menjadi juara dunia tiga kali beruntun.
Mungkin pula perempuan Amerika Serikat yang jago menjual gaya,
Brasil dengan Marta-nya,
atau Swedia yang siap melibas siapa pun yang lengah.

TEGANG: Nobar nonton laga final Jepang vs AS di Yamato, pinggiran Tokyo, Senin (18/7) dini hari WIB. PHOTO: AFP-GETTY-YOSHIKAZU TSUNO

JEPANG?
Ah, serasa tak ada di peta juara.
Mereka datang bagai penggembira,
lalu memantik iba dengan pameran kesedihan…
Kisah pilu tsunami Maret lalu,
warisan krisis nuklir yang belum sepenuhnya berakhir.
 
.Kain putih terbentang di lapangan.
Hinomaru berkibar tanpa malu.
Mengucap terima kasih Tanah Ibu kepada dunia.
Kapten Homare Sawa membawa perempuan Jepang kompatriotnya berlari kencang dan tak ragu menendang…
 
Hai, lihatlah perempuan Jepang di podium.
Mereka berkalung logam mulia dan mengangkat piala,
merebutnya dari Amerika yang justru diterbangkan ke awan untuk memenanginya. Mereka juga garang meneror di lapangan.

AKHIRNYA...: Morihiro (kiri) dan Chinami Kawasumi, orangtua pemain Jepang Nahomi Kawasumi, meluapkan kegembiraan saat nobar dengan warga di Yamato, Senin (18/7) dini hari WIB. PHOTO: AFP-GETTY-YOSHIKAZU TSUNO.

Tetapi, perempuan Jepang tidak menyerah.
Mereka kini Ratu Dunia, yang pertama dari Asia.
Di rumah menyambutnya dengan pesta meriah, senyum bahagia.
Seperti Sawa, para ratu Jepang itu tak sabar pengin segera pulang, untuk berterima kasih kepada keluarga, saudara, dan bangsa.
Kata mereka, semoga ‘’gelas juara’’ ini bisa membuat semua tersenyum bahagia dan menipiskan lara karena duka…

 

UNTUK PAHLAWAN: Di Tokyo, suporter dan warga menerima secara cuma-cuma suplemen khusus oleh sebuah koran pagi yang memuat sukses timnas sepak bola negara itu di final Piala Dunia 2011 dengan mengalahkan AS. PHOTO: AFP-GETTY: YOSHIKAZU TSUNO

Timnas Perempuan Jepang menang 3-1 melalui adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama 90 menit dan perpanjangan pada partai final FIFA Women’s World Cup 2011 Jerman, Minggu (17/7) malam atau Senin (18/7) dini hari WIB.