LEGENDA COSMOS: (Kiri-Kanan): Shep Messing, Pele, Paul Kemsley, Carlos Alberto, Dennis Tueart, dan Peppe Pinton berpose di Lowry Hotel, Manchester, Kamis (4/8). Para legenda New York Cosmos ini memeriahkan laga pelepasan karier bermain Paul Scholes. PHOTO: CHRIS BRUNSKILL - GETTY IMAGES FOR NY COSMOS

KENANGAN. PENGHORMATAN. HARAPAN. Tiga kata ini kiranya mampu mewakili napas laga persahabatan Manchester United (MU) vs New York Cosmos di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Jumat (5/8) malam, untuk menandai momen gantung sepatu gelandang brilian MU Paul Scholes.  ‘Paul Scholes Testimonial Match’ – begitu tajuk laga friendly match ini.

Dibilang kenangan karena pertandingan ini juga melibatkan nama-nama besar yang pernah bernaung di kedua klub tersebut. Sebutlah Pele di pihak Cosmos. Bahkan Eric Cantona  juga lebih memilih memperkuat Cosmos yang sempat disinggahinya setelah mengguritakan namanya di Old Trafford bersama MU.

Tidak terbantahkan, Cosmos merupakan klub yang paling tenar di AS pada era Liga Sepak Bola Amerika (North American Soccer League-NASL) sebelum bermetamorfosis menjadi Liga Sepak Bola Utama (Major League Soccer-MLS). Pada era jaya klub itu, di pengujung kariernya beberapa bintang tenar berlabuh di klub tersebut. Selain Pele, juga terdapat Carlos Alberto (Brasil), Johan Neeskens (Belanda), serta Franz Beckenbauer (Jerman).

Di Cosmos saat itu para bintang dunia tersebut juga bersinergi dengan talenta-talenta lokal New York seperti Shep Messing, Werner Roth, dan Mark Liveric. Pele dan nama-nama terakhir yang asli New York itu hadir dalam laga melepas karier bermain Scholes di Old Trafford. Bahkan dalam skuad beranggotakan 21 pemain yang dibawa Comos, terdapat delapan pemain muda hasil pembinaan sendiri yang tentu saja masih asing di telinga pencinta sepak bola di dunia.

Pemain legendaris, senior, dan pemain muda New York hadir di Manchester untuk memberikan penghormatan pada akhir karier bermain Scholes. Tetapi, dengan komposisi skuad tersebut, mereka juga ingin menunjukkan tidak hanya wajah New York, melainkan juga spirit sepak bola yang berkesinambungan di kota yang juga berjuluk Big Apple tersebut. Tradisi sepak bola New York.

Di Old Trafford, entitas penuh Cosmos tersaji di lapangan untuk kali pertama dalam 25 tahun terakhir. Luar biasa. Apalagi belakangan harapan dan semangat menghidupkan lagi Cosmos untuk bisa bersaing di MLS begitu menggelora. Saat ini klub di kota itu yang lebih diakrabi indera pencinta sepak bola dunia adalah kontestan MLS, New York Red Bulls yang kini diperkuat mantan pemain Barcelona dan Kapten Timnas Meksiko Rafael Marquez serta bekas bintang Arsenal, Barcelona, serta Kapten Prancis Thierry Henry.

Para pemain muda Cosmos menilai, momen penghormatan untuk Scholes ini menjadi ajang tepat menghidupkan lagi kenangan menjadi harapan. Semoga harapan berlaga di MLS segera menjadi kenyataan. ‘’Tak ada itu gugup. Aku benar-benar bahagia bisa mendapatkan kesempatan ini, terlepas nanti hanya bermain 15 menit atau apalah. Akan kunikmati momen ini sepenuh hati,’’ tutur Chad Calderone, salah satu kiper menjanjikan binaan Cosmos yang sebelumnya bermain untuk klub amatir New York Pancyprian selama tiga tahun.

Selain Calderon, beberapa pemain binaan Cosmos (VIDEO) yang dibawa ke Old Trafford dan diprediksi punya masa depan gemilang saat klub itu ke MLS adalah gelandang Armando Gaitan (AS, 18 tahun); bek Yannick Reyering (Jerman, 26 tahun); Marvin Iraheta (El Salvador, 19 tahun); gelandang Dane Murphy (AS, 25 tahun); penyerang Stefan Dimitrov (Bulgaria, 26 tahun); serta gelandang Ibrahim Diaby (AS, 18 tahun).