BATAL KE WEMBLEY: Pelatih Timnas Belanda Bert van Marwijk (kanan) meninggalkan hotel yang ditempatinya bersama skuadnya di Noordwiik, Belanda, Selasa (9/8) setelah Inggris memastikan membatalkan laga persahabatan di Stadion Wembley menyusul kerusuhan hebat di London selama tiga malam terakhir. PHOTO: AFP-GETTY-ROBIN VAN LONKHUISEN

Memoles prestasi penting. Hiburan juga penting. Namun, keamanan yang utama. Karena pertimbangan keamanan pula, Persatuan Sepak Bola Inggris (FA) memutuskan membatalkan friendly match internasional antara tuan rumah timnas Inggris kontra Belanda yang sedianya digelar pada Rabu (10/8) di Stadion Wembley, London.

Tiga malam terakhir ibu kota Inggris digoyang kerusuhan menyusul dampak penembakan seorang warga sipil oleh polisi di London pada Kamis (4/8) silam. Bahkan pada Senin hingga Selasa malam, kerusuhan disertai penjarahan itu tidak hanya terjadi di selatan dan pusat kota, tetapi meluas ke distrik di utara yang juga menjadi lokasi Stadion Wembley.

Ketua FA David Bernstein mencemaskan keselamatan pemain kedua timnas yang menuju Stadion Wembley dengan bus-bus itu akan menjadi sasaran amuk. Selain itu, dicemaskan pula terjadi gesekan antara suporter maupun orang-orang yang menuju stadion dengan perusuh yang bisa menimbulkan keadaan yang semakin tidak terkendali.

Oleh karena itu, keputusan menyetop rencana laga persahabatan –yang diyakini baru kali pertama terjadi akibat kerusuhan— sebagai hal yang rasional meskipun sekira 70 ribu tiket dari 80 ribu kapasitas Wembley telah terjual. Sejauh ini belum ada rencana mengembalikan uang tiket para penonton karena FA menjadwalkan laga persahabatan dua raksasa Eropa itu bisa berlangsung tahun depan.

‘’Tentu kami sangat sedih. Namun, hanya ini yang bisa kami lakukan,’’ ujar Bernstein, sebagaimana dilansir The Associated Press, dalam konferensi pers yang disaksikan anggota skuad The Three Lions pada Selasa (9/8) pagi waktu setempat.

Inggris memang tidak mau ambil risiko meskipun lebih dari 16 ribu personel kepolisian dikerahkan di berbagai sudut London untuk pengamanan. Saat pengumuman pembatalan itu keluar, mayoritas para pemain Belanda masih di negaranya.

London membara. Setidaknya itu yang terjadi. Di Peckham di distrik selatan tempat bek timnas Rio Ferdinand tumbuh dewasa, perusuh pada Senin malam menjarah dan membakar sebuah bus tanpa penumpang. Wilayah itu pun menjelma bagai zona konflik.

Atas kerusuhan yang sampai membatalkan pertandingan sepak bola ini, Ferdinand mengaku sangat sedih dan menilainya sebagai tindakan ‘’gila’’. Ia juga menimbang perlukah para tentara diturunkan di London guna mengamankan situasi. Ferdinand pun menulis di akun Twitter-nya: ‘’Siapa ingin melihat pertandingan sepak bola di negara kita ini jadi kacau?’’

Wayne Rooney juga sangat terpukul dan menyerukan kekerasan ini segera diakhiri. ‘’Ini memalukan negara kita. Stop please,’’ tulisnya di Twitter.

Di layanan micro-blogging itu pula, bintang Belanda Rafael van der Vaart mengaku sedih kerusuhan harus menghentikan pertandingan penting meskipun berlabel persahabatan. ‘’Sangat disayangkan pertandingan melawan Inggris dibatalkan. Padahal kami sudah menatap Wembley. London memang mengerikan melihat yang terjadi saat ini,’’ ujar pemain Tottenham Hotspur ini.

Kerusuhan kali pertama meletus di sekitar Tottenham, distrik di utara London yang berpenduduk mayoritas berpenghasilan rendah, pada Sabtu tengah malam. Setelah itu, kerusuhan menjalar ke distrik-distrik lain.

Tak hanya pertandingan persahabatan Inggris vs Belanda yang dibatalkan akibat kerusuhan ini. Beberapa pertandingan lainnya di Piala Liga juga harus menanggung akibatnya. Pada Senin (8/8) polisi membatalkan laga Piala Liga antara Charlton dan Reading, Crystal Palace vs Crawley, dan Bristol City kontra Swindon. Selasa (9/8) setidaknya empat pertandingan Piala Liga di London, termasuk West Ham vs Aldershot, juga dibatalkan.

Meski tempat penjualan tiketnya di Stadio White Hart Lane ikut dibakar massa, Tottenham Hotspur berharap pertandingan pembuka Premier League 2011-2012 menjamu Everton pada Sabtu (13/8) bisa tetap berlangsung.