KEANE FACTOR: Robbie Keane menjadi salah satu faktor penting sukses LA Galaxy menjuarai MLS musim ini. PHOTO: MLSSOCCER

Republik Irlandia lolos ke putaran final Euro 2012 berkat peran penting Robbie Keane, sang kapten. LA Galaxy mengangkat trofi MLS Cup 2011 juga berkat andil besar Keane. Ia sangat layak menjadi fokus, tentu selain David Beckham dan Landon Donovan, saat LA Galaxy bertandang ke Jakarta melawan timnas Indonesia akhir bulan ini.

MEMBINCANG nasib Keane tidak ubahnya guliran bola di rumput lapangan. Seturut purnanya kompetisi musim lalu hingga pertengahan Agustus 2011, ia masih gamang menatap kelanjutan kariernya. Tottenham Hotspur yang berhak atasnya berketetapan tidak mempertahankannya.

Kepiawaian Keane dinilai sirna. Pada awal 2009 Spurs membelinya kembali dari Liverpool yang diperkuatnya cuma setengah musim. Namun Keane tidak lagi mampu bersaing dengan pion-pion di White Hart Lane. Sebagai striker, torehan 11 gol di Premier League untuk Spurs yang kala itu cukup garang jelas tidak mencukupi.

Ia dipinjamkan ke Glasgow Celtic, lalu ke West Ham United pada paruh kedua musim lalu dan mencetak hanya dua gol dari sembilan kali penampilan. Matahari dunia tampaknya mulai temaram di mata Keane.

Beruntung menjelang pengujung Agustus itu, LA Galaxy memboyong Keane. Saat meneken kontrak, hati kecilnya mengatakan harus mampu berkontribusi besar untuk klub barunya. Setelah empat bulan di sana, asa pun terpenuhi ketika Minggu (20/11) malam waktu setempat LA Galaxy memastikan gelar Major League Soccer (MLS—Liga Sepak Bola Utama AS) musim ini setelah mengempaskan Houston Dynamo 1-0 pada partai final di Home Depot Center, Carson, California.

‘’Brilian. Baru beberapa bulan aku di sini dan memenangi kejuaraan jelas sangat membahagiakan,’’ ujar Keane usai laga final seperti dilansir website resmi MLS.

Sejak berlabuh di Home Depot Center, kecepatan dan kecerdikannya mengecoh pertahanan tim-tim lawan menjadi aset yang tak tepermanai untuk LA Galaxy. Sudah cukup baginya untuk menahbiskan diri sebagai pemain yang sangat layak diwaspadai tim-tim lawan meskipun ia hanya empat kali diturunkan di musim reguler. Namun, dari empat kali main itu dua gol dan sekali assist dikemasnya. Pada empat laga playoff, ia menambah satu lagi koleksi golnya untuk LA Galaxy dan sebuah assist di partai final untuk Donovan yang mengemasnya menjadi gol pemasti kemenangan pada menit ke-72.

‘’Banyak orang menilai Robbie hanya sebagai penambang gol, tetapi sejatinya ia juga pemain hebat. Masih kuingat betul hari pertamanya di sini. Menyaksikannya mengumpan bola membuatku sangat terkesan dan sadar betapa ia memang pengumpan yang bagus. Umpan untukku di final itu sangat indah, berkelas dunia,’’ tutur Donovan yang dinobatkan sebagai Pemain Terbaik (MVP) MLS 2011.

Gol penentu kemenangan itu lahir dari kerja sama apik trio LA Galaxy. Umpan Beckham disambut Keane yang lantas melepaskan assist tusukan ke Donovan untuk memperdayai kiper Houston Tally Hall. Berakhirlah kebuntuan serangan Galaxy, termasuk kekecewaan karena gol Keane di awal babak kedua dianulir akibat dinyatakan offside.

Selain gelar MLS dan Pemain Terbaik untuk Donovan, suporter LA Galaxy juga dianugerahi predikat suporter terbaik dua musim beruntun. Wajar jika klub ini berpesta meriah. Gelar kali ini merupakan yang kali ketiga untuk LA Galaxy, namun yang pertama sejak 2005 sekaligus yang pertama sejak era Beckham. Bisa dikata, Keane-lah sang pembawa keberuntungan.

Namun, Keane berusaha tetap rendah hati. ‘’Jika Anda bermain dengan pemain-pemain bagus, tugas pun menjadi jauh lebih mudah,’’ tuturnya merujuk pada rekan-rekan setim, khususnya Beckham dan Donovan.

MOTOR SUKSES: Kapten Keane membawa Rep. Irlandia lolos ke putaran final Piala Eropa 2012. PHOTO: RAIGO PAJULA-AFP/GETTY IMAGES

Gamang di pertengahan, riang jelang pengujung tahun. Itulah Keane. Sukses bersama LA Galaxy itu menyusul prestasinya mengantarkan timnas Republik Irlandia lolos ke putaran final Piala Eropa 2012 setelah menang agregat 5-1 atas Estonia melalui playoff. Ban kapten yang melingkar di lengannya menyemangati Keane dalam memimpin rekan-rekannya demi sukses Republik Irlandia berpartisipasi pada turnamen utama berkelas internasional untuk kali pertama sejak putaran final Piala Dunia 2002 Korea-Jepang.

Trofi untuk LA Galaxy juga yang pertama sejak 2008 saat Keane bersama Spurs menjuarai Piala Liga (Carling Cup). Di luar itu, nasib Keane bagai ombak di lautan. Naik-turun. Sinarnya benderang kala beraksi di Premier League bersama Leeds United, tidak begitu terang di Inter Milan, lalu bersinar di Spurs, meredup di Liverpool, dan balik lagi ke Spurs tetapi tidak mendapatkan kembali yang pernah diraihnya di White Hart Lane.

Kini Keane kian mantap menatap musim berikutnya bersama LA Galaxy. Untuk persiapan ke sana, ia pun bersama klubnya kini fokus ke Tur Asia-Pasifik: Indonesia, Australia, dan Filipina pada 30 November hingga 6 Desember 2011. Semoga para punggawa timnas Indonesia bisa banyak belajar dari pemain Republik Irlandia yang terlahir dengan nama Robert David Keane pada 8 Juli 1980 tersebut.