PHOTO: JASPER JUINEN-GETTY IMAGES EUROPE

Memasuki jeda Libur Natal dan Tahun Baru 2012, sudah 20 gol diukir Cristiano Ronaldo di pentas La Liga. Untuk sementara, bintang asal Portugal itu bertengger di pucuk daftar pencetak gol (top scorer). Sedangkan di ajang Liga Champions Eropa, 3 gol diukirnya dan masih berpeluang bertambah mengingat Real Madrid lolos ke babak 16 besar.

Nike CR Mercurial Vapor Superfly III

Tentu Ronaldo belum bisa menghela napas lega. Koleksi total 23 gol itu ternyata bisa disamai bintang Barcelona Lionel Messi. Di La Liga, untuk sementara Messi memang di posisi runner-up dengan 17 gol, tetapi di Liga Champions justru sebagai top scorer bersama Mario Gomez (Bayern Munich) dengan 6 gol. Bintang Argentina ini juga berpeluang menambah golnya karena El Barca lolos ke fase 16 besar.

Well, memasuki 2012, tentu persaingan mereka merebut Sepatu Emas bakal sesengit rivalitas Real Madrid dan Barcelona. Musim lalu Ronaldo meraih Sepatu Emas setelah mencetak total 40 gol. Namun, ujarnya, itu semua tidak cukup berarti tanpa gelar La Liga dan Liga Champions yang justru dimiliki si seteru klasik, El Barca.

Meski musim lalu Real Madrid yang dibelanya mengangkat Piala Raja setelah mengalahkan Barcelona di partai final, Ronaldo menyebut sukses klubnya di La Liga dan Liga Champions jauh lebih penting ketimbang apresiasi individu untuknya.

‘’Menjuarai La Liga atau kompetisi utama antarklub Eropa jauh lebih spesial. Musim lalu mungkin penampilan terbagus sepanjang karierku dan jelas membikin aku bahagia. Namun, tanpa gelar rasanya aku mencetak lebih sedikit sepuluh gol. Musim ini aku berusaha keras terus mencetak banyak gol dan memenangi banyak trofi,’’ ujar bintang yang akrab dilabeli CR7 ini seperti dilansir ThePostGame.com.

Nah, guna mencapai ambisi itu, Nike merasa sang icon perlu disokong total dalam penampilannya di lapangan. Maka, menjelang pengujung musim lalu, diciptakanlah Nike CR Mercurial Vapor Superfly III –sepatu khusus agar sang bintang tetap moncer, rajin menambang gol, dan berkontribusi penting untuk klubnya.

Sepatu tersebut didesain tidak hanya pas untuk jari-jari kaki, khususnya jempol, Ronaldo sehingga menjamin kenyamanan sekaligus garansi akurasi saat menendang bola. Lebih dari itu, seperti belum lama ini dipaparkan desainernya, Andrew Caine, sepatu baru tersebut juga didesain untuk mengecoh lawan. Lho kok bisa?

Begitulah adanya karena, demikian Caine, sepatu tersebut mengadopsi desain kamuflase alias pengecoh. Jika ditatap mata lawan, khususnya pemain belakang, warna sepatu berubah-ubah yang memengaruhi pandangan. Pendek kata, ‘teknologi bunglon’ yang menghasilkan efek warna pada desain sepatu itu akan sangat memengaruhi konsentrasi lawan.

Mereka bisa saja mengira CR7 bergerak ke kiri padahal ke kanan dan sebaliknya. Maka, lawan yang telah terilusi bakal kesulitan mendeteksi sekaligus menghentikan pergerakan CR7.

‘’Wajar kan karena gerakan kaki yang banyak dilihat pemain. Jika Anda defender yang ditugasi mengawal Cristiano, pasti akan mencermati ke mana gerak tubuhnya untuk bisa menghentikannya. Maka, ide mengecoh pandangan akan sedikit menyulitkan untuk bisa membaca pergerakan tubuhnya. Mengecoh pandangan itulah yang berlaku di sini,’’ tutur Caine.

SEPATU ORANYE: CR7 dalam putaran final Piala Dunia 2010 Afsel. Sepatu oranye yang dipakai merupakan awal eksperimen untuk penciptaan sepatu berteknologi bunglon yang dipakainya musim ini. PHOTO: GUARDIAN.CO.UK

Menurut Caine, permainan warna sangat berperan dalam pengecohan ini. Bagaimana lawan menatap pergerakan CR7 kala bermain di sayap serta dari berbagai arah dan sudut lain di lapangan. Tanpa banyak diwartakan ketika itu, eksperimen Nike untuk sepatu khusus CR7 itu sejatinya telah dimulai pada putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.

Saat itu CR7 memakai sepatu warna oranye cerah agar rekan-rekannya di timnas Portugal bisa mudah membaca pergerakan kakinya. Namun, yang berlaku pada Nike CR Mercurial Vapor Superfly III justru sebaliknya, yaitu mengecoh lawan yang melihatnya. Mereka seolah menatap kaki yang berbeda-beda tergantung dari sisi sebelah mana sepatu itu dilihat.

Masing-masing sisi sepatu itu menebarkan warna yang berbeda-beda. Dari kanan terlihat seperti garis-garis tipis bersih, tetapi bergaris tebal dengan aksen garis merah dari sisi kiri. Efek visual dua sisi itu dipadukan desain sepatu yang asimetris membuat lawan terkecoh menilai pergerakan CR7.

Menurut Caine, CR7 sangat antusias dan kooperatif dalam proses penciptaan sepatu barunya itu. Tiga kali Caine terbang ke Madrid membawa tiga prototipe berbeda guna menentukan desain yang benar-benar pas untuk CR7.

Semua tahu CR7 juga memiliki reputasi sebagai icon fesyen. Sepatu baru tersebut tidak bertujuan menambah penampilannya melainkan lebih untuk memacu performanya di lapangan demi prestasi pribadi yang berdampak positif pada klubnya.

Terbukti sepatu baru itu benar-benar bertaji di perjalanan musim ini sebelum berakhir pada Sabtu, 10 Desember 2011, ketika Real Madrid dipaksa menelan kekalahan pahit 1-3 oleh sang seteru klasik, El Barca. Yang menyesakkan dada CR7 dan segenap punggawa El Real beserta suporternya, kekalahan pada el clasico yang mengakhiri torehan 15 kali menang beruntun di La Liga itu terjadi di hadapan 79.900 pasang mata di kandang sendiri, Stadion Santiago Bernabeu.

Karena sepak bola merupakan permainan tim, jelas kekalahan itu bukan kegagalan CR7 seorang. Namun, kekalahan yang melengkapi kegagalan El Real mengimbangi kuasa El Barca musim lalu itu membuat orang semakin banyak menjagokan kembali Lionel Messi meraih penghargaan Bola Emas (Ballon D’Or) sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA 2011 yang diumumkan Januari 2012. Messi adalah Pemain Terbaik Dunia 2010.

Jika demikian, tanpa gelar pemain terbaik sejagat dua tahun beruntun, dengan sepatu barunya (prototipe-nya sudah masuk ke Indonesia dengan harga sekitar Rp 4,6 juta per pasang), mampukah CR7 mempertahankan Sepatu Emas-nya sekaligus membawa El Real juara La Liga atau Liga Champions, bahkan keduanya? Menarik ditunggu.