Manajer Manchester City Roberto Mancini. PHOTO: SCOTT HEPPEL-THE ASSOCIATED PRESS

Manchester United (MU), Chelsea, dan Manchester City terjungkal pada pengujung 2011 dan di hari pertama 2012. Tottenham Hotspur tertahan di kandang Swansea. Meski menang, Arsenal tetap butuh kerja ekstrakeras plus keajaiban meraih takhta juara. Pun, Liverpool yang masih mengesankan angin-anginan.

Kekalahan City 0-1 di rumah Sunderland lewat gol pemain asal Korea Selatan Ji Dong-Won empat detik sebelum tiga menit injury time berakhir, Minggu (1/1) malam, jelas menyesakkan dada Manajer Roberto Mancini. Namun, kemalangan The Citizen justru menjadi kado ultah nan indah untuk Manajer MU Sir Alex Ferguson. Lelaki Skotlandia berakrab sapa Fergie ini tidak meraih kado itu di Old Trafford pada malam Tahun Baru karena skuadnya digasak Blackburn Rovers 2-3.

Karena City dan MU kalah, alhasil perburuan takhta juara di antara mereka tetap ketat. Keduanya meraih 45 poin dari 19 laga. City tetap bertengger di puncak klasemen karena unggul selisih gol, 37 (53-16), berbanding MU 32 (49-17). Di posisi ketiga Spurs dengan 39 poin dari 18 pertandingan setelah ditahan seri 1-1 oleh Swansea, disusul Arsenal dengan 36 poin usai menang 1-0 atas QPR, lalu Chelsea dengan 34 poin di peringkat kelima berkat unggul selisih gol dibandingkan Liverpool dengan poin sama, usai menang 3-1 atas Newcastle United, masing-masing dari 19 laga.

Memasuki 2012 jelas hasil itu tidak menguntungkan duo Manchester. Memburu gelar Premier League merupakan prioritas setelah mereka terlempar dari ajang prestise Liga Champions musim ini. Ke babak 16 besar Liga Champions, Premier League menyisakan duo London: Arsenal dan Chelsea.

Terlebih lagi City yang dituntut cerdik menata rotasi pemain di bulan Januari dan Februari 2012 akibat ketatnya jadwal dengan lawan-lawan superberat plus ditinggalkan bersaudara Kolo dan Yaya Toure untuk memperkuat negaranya, Pantai Gading, di Piala Afrika 2012.

Rotasi yang ditunjukkan oleh Mancini di Stadium of Light, kandang Sunderland, pun berbuah blunder. Mencadangkan pilar-pilar seperti David Silva dan Sergio Aguero di babak pertama terbukti bukan langkah tepat. Daya dobrak The Citizen dari tengah kurang menggigit. Sejumlah peluang yang dimiliki Edin Dzeko dan Micah Richards gagal dikonversi menjadi gol.

Kekalahan dari Sunderland melengkapi hasil kurang memuaskan di laga sebelumnya saat City ditahan imbang tanpa gol oleh West Bromwich Albion. Bagi Mancini, kini jalur City memburu gelar perdana Premier League sejak 1968 benar-benar diuji dan dipertaruhkan. Sedikit saja miskalkulasi, mereka bisa tergelincir lagi saat menjamu Liverpool di Premier League, Selasa (3/1).

Minggu (8/1), Mancini juga harus menyiapkan pasukannya untuk derby menjamu MU di putaran ketiga Piala FA dan tiga hari kemudian melawat ke Anfield, kandang Liverpool, untuk laga pertama semifinal Piala Liga (Carling Cup).

Pada 22 Januari mendatang, City juga menjamu Spurs di Premier League ketika skuadnya tidak lagi lengkap karena pemainnya memenuhi panggilan tugas negara di Piala Afrika. Tiga hari berikutnya, mereka harus menjamu Liverpool lagi pada leg kedua semifinal Piala Liga.

Berbeda dengan MU ketika gap antara pemain inti dan cadangan tidak terlalu lebar, di City jelas terlihat dampaknya ketika the starting eleven reguler tidak lagi dipertahankan. Satu tengara pasti, betapa City begitu tidak berirama dan tidak cukup kokoh membendung sekaligus merobek benteng berlapis lawan ketika Silva, Yaya Toure, dan Aguero diistirahatkan.

Terlebih lagi Silva. Bisa dibayangkan betapa sangat memengaruhi performa City jika pemain asal Spanyol itu tidak main akibat akumulasi kartu, apalagi cedera panjang, pada saat Premier League kini masih separuh jalan.

Selanjutnya adalah prioritas. Bagi City, memburu gelar juara di Europa League setelah terlempar dari persaingan Liga Champions merupakan pilihan rasional untuk bisa menjadi yang terbaik di event besar. Namun, tidak demikian dengan MU yang telah terbiasa dengan atmosfer final, bahkan berhasil menjuarai Liga Champions yang lebih prestisius dibandingkan Europa League.

JADWAL LAGA MANCHESTER CITY PADA PARUH KEDUA MUSIM 2011-2012 (GMT = WIB+7)

3 JANUARI (20:00 GMT)
Manchester City  v  Liverpool  (Premier)
8 JANUARI (13:00 GMT)
Manchester City  v  Manchester United (FA Cup, Round 3)
11 JANUARI (19:45 GMT)
Manchester City  v  Liverpool (Carling Cup, Semifinal)
16 JANUARI (20:00 GMT)
Wigan Athletic  v  Manchester City (Premier)
22 JANUARI (13:30 GMT)
Manchester City  v  Tottenham Hotspur (Premier)
25 JANUARI (19:45 GMT)
Liverpool  v  Manchester City (Carling Cup, Semifinal)
1 FEBRUARI (20:00 GMT)
Everton  v  Manchester City (Premier)
4 FEBRUARI (17:30 GMT)
Manchester City  v  Fulham (Premier)
12 FEBRUARI (16:00 GMT)
Aston Villa  v  Manchester City (Premier)
16 FEBRUARI (20:05 GMT)
FC Porto  v  Manchester City (Europa League, Second Round)
22 FEBRUARI (17:00 GMT)
Manchester City  v  FC Porto (Europa League, Second Round)
25 FEBRUARI (15:00 GMT)
Manchester City   v  Blackburn Rovers (Premier)
3 MARET (15:00 GMT)
Manchester City  v  Bolton Wanderers (Premier)
10 MARET (15:00 GMT)
Swansea City  v  Manchester City (Premier)
17 MARET (15:00 GMT)
Manchester City   v  Chelsea (Premier)
24 MARET (15:00 GMT)
Stoke City  v  Manchester City (Premier)
31 MARET (14:00 GMT)
Manchester City  v  Sunderland (Premier)
7 APRIL (14:00 GMT)
Arsenal  v  Manchester City (Premier)
9 APRIL (14:00 GMT)
Manchester City  v  West Bromwich Albion (Premier)
14 APRIL (14:00 GMT)
Norwich City  v  Manchester City (Premier)
21 APRIL (14:00 GMT)
Wolverhampton Wanderers  v  Manchester City (Premier)
28 APRIL (14:00 GMT)
Manchester City   v  Manchester United (Premier)
5 MEI (14:00 GMT)
Newcastle United  v  Manchester City (Premier)
13 MEI (14:00 GMT)
Manchester City  v  Queens Park Rangers (Premier)