TIMNAS PRANCIS: Skuad Prancis di Euro 2012 dinilai berada di titik paling harmonis setelah kekompakan mereka terkoyak-koyak di Piala Dunia 2010.

Grup A, B, dan C pada putaran final Euro 2012 telah menyelesaikan laga perdana. Grup D baru akan mempertemukan Prancis kontra Inggris, sebuah big match yang juga dinantikan di Euro ini, serta salah satu tuan rumah, Ukraina, diuji Swedia. Bagaimana peluang Inggris di antara kepungan Prancis, Swedia, dan tuan rumah Ukraina?

Banyak yang menjagokan Prancis lolos. Amboi, sangat masuk akal. Tentu partai melawan Inggris akan menjadi semacam test the water, seberapa pekat persaingan di grup ini.

Dengan kualitas materi yang ada, jelas Prancis jauh lebih greng ketimbang The Three Lions. Prancis berpeluang memenangi laga pertamanya. Secara tim, permainan mereka jauh lebih kompak, baik di kedua sayap maupun di lini tengah. Ball possession mereka bakal mengungguli Inggris.

Ada potensi Steven Gerrard bakal kewalahan di lini tengah seandainya pemain lini depan tidak sering-sering membantu menjemput bola dengan turun hingga garis tengah lapangan karena bisa dipastikan John Terry, yang belum sepenuhnya pulih dari cedera, akan dipaksa mati-matian mengomando lini pertahanan.

Harapan Inggris, kiranya, lebih banyak bertumpu pada counterattacks dengan memanfaatkan kecepatan sprint serta skill individu penyerangnya. Juga, bila lini belakang Prancis melakukan kesalahan maupun pelanggaran di atau sekitar garis terlarangnya. Inggris bolehlah berharap mujur dari bola-bola set pieces.

Seandainya Inggris kalah, asalkan tidak dengan selisih banyak gol, toh ‘’Tiga Singa’’ masih berpeluang lolos, apa pun hasil pada pertandingan Ukraina vs Swedia. Kualitas Inggris masih di atas kedua tim tersebut. Gaya permainan Inggris masih jauh lebih bertenaga dibandingkan Ukraina.

Dari beberapa laga kualifikasi dan uji coba yang mereka jalani, timnas tuan rumah Ukraina tidak segarang Rusia (Grup A) meskipun sama-sama pernah berhimpun di bawah bendera mendiang Uni Soviet. Swedia juga tidak seliat Denmark (Grup B) walaupun sama-sama dari Skandinavia. Kecenderungan Ukraina dan Swedia adalah memainkan bola-bola panjang, namun tanpa diimbangi pressing ketat dan pertahanan yang supersolid.

Mereka cenderung suka memainkan pola terbuka (open play), berusaha menguasai bola selama mungkin di lini tengah sembari berharap menemukan celah melakukan tusukan. Ada pula kecenderungan terlalu Sheva (Andriy Shevchenko)-sentris di Ukraina serta Ibra (Zlatan Ibrahimovic)-sentris di Swedia. Asal lini belakang Inggris tidak gegabah, The Three Lions kiranya mampu melampaui upaya ganjalan kedua tim tersebut.

Belum Ada Kejutan

Sejatinya, belum ada kejutan sangat berarti sepanjang beberapa pertandingan yang telah berlangsung. Biasa-biasa saja. Hasil laga perdana memang vital, tetapi belum menentukan karena belum mutlak menggaransi lolos dan tidanya kontestan di Euro 2012 ini.

Namun, dari hasil laga perdana setidaknya sudah bisa dibaca kemungkinan tim-tim yang berpeluang lolos. Di Grup A, tentu, sebutlah Rusia yang menang telak 4-1 atas Rep Ceska. Toh, di grup ini Rep Ceska masih berpeluang lolos karena, di atas kertas, mereka jauh lebih berpotensi mengungguli tuan rumah Polandia maupun Yunani yang berbagi angka 1-1 pada laga perdananya.

Potensi kejutan di Grup A baru akan terjadi jika di laga keduanya Rusia bisa dikalahkan Polandia dan Yunani mampu mengandaskan Rep Ceska.

Di Grup B, Denmark mengalahkan Belanda 1-0 juga belum bisa dibilang kejutan. Begitu pula ketika Jerman menundukkan Spanyol di grup yang sama dengan skor sama pula. Teoritis, laga kedua melawan Jerman akan menjadi ‘’partai final’’. De Oranje harus menang. Jika tidak, sementara Denmark bisa menang atas Portugal, mau tidak mau Belanda harus out dini dan menanti sekadar kewajiban main di laga ketiganya melawan Portugal.

Kejutan baru akan terjadi di Grup B jika pada laga keduanya Denmark mampu mengalahkan Portugal.

Di Grup C, cukup adil kiranya juara bertahan Euro dan juara dunia Spanyol berbagi angka 1-1 melawan Italia. Begitu pula ketika agresivitas pemain-pemain Kroasia yang tersebar di klub-klub liga utama Eropa bisa memorakporandakan kedisiplinan para pemain Rep Irlandia, membuatnya tidak memiliki banyak ruang gerak, serta memaksanya memeragakan old style football dengan bola-bola panjang guna menghalau serangan bertubi-tubi.

Saya kira, permainan bola-bola panjang Rep Irlandia merupakan yang terburuk sepanjang pertandingan Euro 2012 ini, jauh lebih buruk dibandingkan Yunani, sehingga wajar dikalahkan 1-3 oleh Kroasia. Sama sekali tidak terlihat kedisiplinan dan semangat tempur Rep Irlandia sebagaimana ditunjukkan di kualifikasi dan playoffs lalu, apalagi saat diempaskan secara kontroversial oleh Prancis pada playoffs meraih satu tiket ke putaran final Piala Dunia 2010 silam.

Di grup tersebut, seandainya Spanyol dan Italia mampu memertahankan permainan seperti saat mereka bertemu, tidak sulit keduanya tetap bisa lolos. Kualitas Kroasia dan Rep Irlandia masih di bawah mereka.

Kejutan baru akan terjadi jika Spanyol bisa ditahan, apalagi dikalahkan, Rep Irlandia, sementara Kroasia mampu menahan atau mengalahkan Italia di laga keduanya.