Liga ChampionsHASIL drawing babak 16 besar Champions League 2012/2013 di Nyon, Swiss, Kamis (20/12), benar-benar mengagumkan. Bukan saja klub-klub kelas berat Eropa akan berjibaku, tetapi juga menyangkut memori dan ambisi para bintang yang bakal berlaga. Bendera telah berkibar. Pembuktian siap digelar.

Pada fase knockout tersebut, raksasa Italia Juventus ditantang Celtic, Galatasaray kontra Schalke, dan Lukas Podolski dari Arsenal akan melawan bekas klubnya, Bayern Munich. Cristiano Ronaldo juga bakal menjejak lagi rumput Old Trafford saat undian menempatkan Real Madrid jumpa Manchester United, Barcelona vs  AC Milan, Valencia vs Paris Saint-Germain, serta FC Porto vs Malaga.

Laga pertama (first leg) dari format home and away digelar pada 13-14 serta 20-21 Februari 2013 dini hari waktu Indonesia. Laga kedua (second leg) pada 6-7 dan 13-14 Maret 2013 dini hari. Undian untuk perempat final pada 15 Maret dan laga final dihelat di Stadion Wembley London, 26 Mei 2013 dini hari WIB.

Bagaimana kans klub-klub kontestan babak perdelapan final ini? Siapa yang lebih berpeluang lolos ke babak berikutnya? Berikut prediksi berdasarkan kondisi pasca-drawing babak 16 besar:

GALATASARAY vs SCHALKE

Pertemuan pertama kedua klub. Galatasaray yang dipoles Fatih Terim dan mengandalkan eks gelandang Juventus Felipe Melo sebagai dirijen serangan ini berpeluang menang kandang saat menjamu Schalke. Meski berperforma kurang bagus belakangan ini (di posisi ketujuh klasemen Bundesliga) hingga membuat Pelatih Huub Stevens kehilangan pekerjaan, Schalke yang mengandalkan winger senior Jefferson Farfan dan penggedor Ibrahim Afellay berpeluang membalas ketika menjamu pasukan Terim. Apalagi, sebagai palang pintu terakhir Hakan Balta belakangan kerap kedodoran seandainya Emre Colak terlambat mengisi ruang yang ditinggalkannya untuk menghalau serangan dari sayap. Potensi lubang itu bisa dieksploitasi Farfan, Afellay atau Julian Drexler.

Prediksi: Perhitungan gol agregat jadi penentu. Mungkin pula vonis diraih setelah perpanjangan waktu. Namun, kans Galatasaray lolos ke perempat final lebih besar.

———-

BORUSSIA DORTMUND vs SHAKHTAR DONETSK

Battle of the dark horses. Pertempuran ‘’kuda hitam’’. Begitu beberapa kalangan menyebut pertemuan Dortmund dan Shakhtar Donetsk ini, dua tim yang disebut-sebut sebagai ‘’pendatang baru’’ nan mengejutkan dengan masing-masing mengandalkan amunisi serangan balik.

Siapa pemain di kedua klub yang layak menjadi fokus pada laga ini? Tidak lain sosok Marco Reus di kubu Dortmund dan Darijo Srna di kubu Shakhtar. Reus, yang juga penyerang Timnas Jerman, adalah bom Dortmund dengan kemampuan jitu menerobos pertahanan lawan dan mencetak gol. Musim ini ia sangat berharga untuk Dortmund setelah ditinggalkan Shinji Kagawa yang hijrah ke Manchester United. Pertempuran Reus kontra Srna di sektor kanan pertahanan bakal dominan menentukan jalannya pertandingan.

Prediksi: Dengan kedua klub mengandalkan serangan balik, masing-masing berpotensi menang di kandang. Dengan demikian, kepastian lolos kemungkinan ditentukan melalui extra time maupun Dortmund lolos melalui kemenangan agregat ketika bermain di kandang.

———-

CELTIC vs JUVENTUS

Jangan berpaku pada prediksi ‘’klenik’’ bahwa Celtic bakal mencetak 5 gol hanya karena hasil menjamu Juventus pada empat laga sebelumnya klub Skotlandia itu bisa mengukir berturut-turut 1, 2, 3, 4 gol. Meski bukan mustahil, sulit pula berharap dongeng Celtic menumbangkan Barcelona di penyisihan grup lalu, bisa terulang saat menjamu ‘Nyonya Tua’ di Celtic Park. Saat laga home, gelandang Victor Wanyama akan menjadi motor serangan Celtic untuk menghambat manuver Arturo Vidal, Andrea Pirlo, Paul Pogba, atau Claudio Marchisio. Celtic akan tampil trengginas, berusaha keras mencuri gol, dan menang. Tidak ingin bernasib seperti Barca, Juve sekiranya tidak akan terlalu frontal, tapi lebih mengandalkan serangan balik untuk mencuri gol tandang. Syukur kalau menang.

Jika Celtic secara mengejutkan menang di kandang, apalagi tidak dengan selisih gol cukup telak, mereka berpotensi bertahan total kala tandang ke Turin. Namun, itu juga belum bisa jadi jaminan. Sebastian Giovinco bisa diandalkan Juve untuk merobek tembok pertahanan Celtic. Namun, Giorgio Chiellini juga harus ekstrawaspada mengantisipasi bola-bola panjang serangan balik Celtic untuk direspon Gary Hooper yang bisa saja menemukan form terbaiknya di babak knockout Liga Champions ini.

Prediksi: Pertandingan di Celtic Park berpotensi seri dan Juventus memastikan lolos dengan kemenangan saat laga kandang.

———-

ARSENAL vs BAYERN MUNICH

Salah satu big matches yang sangat dinantikan pada babak 16 besar Liga Champions musim ini. Sejarah mencatat keunggulan selalu milik Bayern. Pada babak 16 besar pula di musim 2004/2005, Bayern menekuk The Gunners dengan keunggulan agregat setelah dua laga menorehkan hasil menang 3-1 dan kalah 0-1. Pada putaran kedua musim 2000/2001, mereka bermain imbang 2-2 di London dan Bayern memastikan lolos ke putaran berikutnya setelah menang 1-0 di kandang.

Sewindu dari pertemuan terakhir kedua klub telah terlewati. Profil dan kondisi tim pun berganti. Kini Bayern serasa di puncak performa di liga domestik. Kondisi yang nyaris berbanding terbalik dengan Arsenal.

Sangat menarik menantikan aksi playmaker Toni Kroos sebagai tumpuan formasi 4-2-3-1 Bayern. Kroos pula yang musim lalu menjadi pilar tim Bavaria itu kala menggulingkan Real Madrid di semifinal, tetapi akhirnya dikalahkan secara menyakitkan oleh Chelsea pada partai final di kandang. Lawan Arsenal, peran Kroos sangat vital pada laga yang diyakini banyak mengandalkan pertempuran lini tengah dan ball possession ini.

Sangat menarik pula menantikan duel lini tengah antara kecerdikan dan kelicinan Santi Cazorla (Arsenal) dan kekokohan fisik Javi Martinez di pihak Bayern. Martinez dituntut kukuh menjalin kerja sama dengan Kroos dan Bastian Schweinsteiger menutup pergerakan Cazorla yang berpeluang memberikan bola matang kepada Lukas Podolski guna menuntaskan ‘’dendam’’ kepada bekas klubnya.

Prediksi: Meski mampu menang di kandang, kiranya Arsenal sulit bisa lolos dari hadangan Bayern pada fase knockout ini. Jika harus ditentukan dengan perhitungan gol agregat, terbuka peluang Bayern lolos dengan keunggulan minimal dua gol.

Bersambung…