STEPHAN EL SHAARAWY (AC MILAN): Tantangan mengobrak-abrik pertahanan Barcelona. Sebuah misi berat membawa Milan lolos dari hadangan El Barca. PHOTO: GETTY IMAGES
STEPHAN EL SHAARAWY (AC MILAN): Tantangan mengobrak-abrik pertahanan Barcelona. Sebuah misi berat membawa Milan lolos dari hadangan El Barca. PHOTO: GETTY IMAGES

AC MILAN vs BARCELONA

Kilau AC Milan pada perjalanan musim ini tampak memudar. Tidak segarang dua musim lalu meski juga tidak merengkuhi gelar juara Serie A. Alhasil, legenda hidup klub ini, Paolo Maldini, belum lama berselang menyebut Milan bukan lagi klub yang luar biasa seperti dulu melainkan klub yang mediocre alias biasa-biasa saja.

Mampukah ‘’pabrik sepakbola’’ Silvio Berlusconi ini bertarung di belantara elite Eropa, apalagi menghadapi kerakusan tiga poin para pemain Barcelona pada babak 16 besar Liga Champions musim ini?

Seperti bunyi pepatah, bola itu bundar. Yang bermain bagus dan rajin menambang gol belum tentu juara. Di luar prediksi banyak orang, pengamat sekalipun, justru Chelsea yang ‘’membosankan’’ musim lalu naik podium sebagai yang terbaik di Benua Biru.

Jika boleh bermemori manis, Milan punya tradisi kuat sebagai yang terbaik di Eropa. Pada beberapa laga terakhir musim ini, tren positif juga mereka tunjukkan. Bukan mustahil performa membaik ini mencapai peak-nya ketika tiba hari pertempuran melawan El Barca.

Menilik performa Milan (intisari plus-minus berdasarkan komparasi memasukkan-kemasukan) di Serie A serta babak penyisihan Liga Champions musim ini, satu simpulan bisa disodorkan: pertahanan Rossoneri tidak sekokoh tahun-tahun sebelumnya. Di luar pertahanan, jika ada sosok yang layak diperhatikan di skuad Kota Mode ini, tidak lain adalah Ricardo Montolivo, sang central midfielder.

Sepanjang tahun lalu Montolivo menjadi tumpuan alur serangan Milan, juga Timnas Italia. Namun, di hadapan para gelandang brilian Barcelona seperti Xavi Hernandez dan Andres Iniesta plus Lionel Messi yang kerap pula turun melakukan pressing mencari bola, tentu Montolivo tidak bisa leluasa berperan membagi bola, juga menusuk pertahanan Barca. Kiranya ia justru bakal lebih banyak dipaksa memainkan peran bertahan sembari menunggu momentum naik serta bermanuver mengirimkan bola ke Stephan El Shaarawy.

Saat ini pemuda 20 tahun itu bisa dibilang sebagai penyerang terbaik di Italia. Beroperasi di sektor kiri depan, asal cukup mendapatkan pasokan bola, El Shaarawy bisa menjadi ancaman peluru tajam untuk sektor kanan pertahanan Barcelona. Apalagi inkonsistensi penampilan akhir-akhir ini sering ditunjukkan Javier Mascherano, Carles Puyol yang sempat diredam cedera panjang serta dirajam usia, maupun Dani Alves yang belakangan kerap pula out of position setelah naik membantu serangan.

Bisa dibilang, duel AC Milan vs Barcelona akan menjadi ‘’perang teledor’’ lini belakang kedua klub. Penyerang sama-sama tajam. Kuncinya adalah dominasi lini tengah dan, untuk tumpuan analisis ini, kiranya terlalu ceroboh jika menilai Barcelona bakal kedodoran. Lini tengah bakal jadi milik El Barca, sehingga andai Milan tidak mampu mengimbanginya, kunci penangkal adalah menerapkan pertahanan gerendel.

Prediksi: Milan sangat mungkin berusaha mencari kemenangan kandang, lantas berusaha mati-matian menguncinya ketika melakoni laga away ke Camp Nou atau berharap menang agregat. Namun, hasil seri di San Siro sepertinya juga potensial dan bukan merupakan kerugian bagi Barceona. Seandainya di kandang Milan bisa ditahan 1-1, Blaugrana berpeluang membalasnya dengan 2-0 atau 3-1. Keunggulan dengan selisih minimal dua gol memungkinkan Barcelona lolos dari hadangan Milan.

——————–

REAL MADRID vs MANCHESTER UNITED

ROBIN VAN PERSIE (MAN UNITED): Misi mengubur kebesaran nama Cristiano Ronaldo di Old Trafford. PHOTO: GETTY IMAGES
ROBIN VAN PERSIE (MAN UNITED): Misi mengubur kebesaran nama Cristiano Ronaldo di Old Trafford. PHOTO: GETTY IMAGES

Mungkin Anda menyebut pertemuan dua klub mapan Eropa ini sebagai final dini. Anda boleh mengeluh, tetapi ‘’hukum undian’’ telah memastikan duel keduanya pada babak 16 besar. Takdir ini mungkin pula tidak disesali banyak penggandrung sepakbola di seluruh dunia yang berharap tidak hanya suguhan permainan apik, tetapi juga menantikan sosok Cristiano Ronaldo bertempur melawan bekas klubnya dan, jika tiada aral, menjejak lagi rumput Old Trafford.

Apalagi pertemuan kedua klub juga menyisakan lembaran manis-manis pahit untuk Ronaldo. Pertemuan Real Madrid dan MU ini merupakan yang kali pertama sejak Liga Champions 2003. Saat itu Ronaldo yang masih ber-jersey MU berhasil melesakkan tiga gol ke gawang El Real yang dijamunya. Ronaldo pun mendapatkan standing ovation dari publik Old Trafford. Nahas, tiga gol Ronaldo tidak cukup menyelamatkan MU lolos dari babak knockout. MU tersisih karena kalah agregat 3-4. Sejak berkostum Real Madrid, Ronaldo tidak pernah berbenturan langsung dengan bekas rekan-rekan seklubnya.

Ronaldo –tentu selain asyiknya menonton perang syaraf Sir Alex Ferguson dan Jose Mourinho— akan menjadi fokus perhatian. Kiranya fans MU perlu bersiap-siap menahan napas ketika sang maestro bernama Ronaldo membawa bola. Tidak hanya karena speed dan skill bintang asal Portugal itu, tetapi juga marwah yang dimilikinya sebagai penentu kemenangan Real Madrid di berbagai laga krusial.

Jika MU berkeputusan memainkan Patrice Evra di sektor kiri, kiranya itulah celah yang bisa diacak-acak Ronaldo. Semua mafhum, selama dua musim terakhir performa Evra menyusut. Nah, siapa yang ditugasi Ferguson melapis Evra, ini yang perlu dicermati untuk bisa menjagoi Real Madrid atau MU.

Di lini tengah, bisa dikata kekuatan kedua klub sama ulet dan liat dalam penguasaan bola. Jika ada pembeda, tidak lain kelebihan sebagai kreator serangan yang dimiliki Pemain Terbaik Jerman 2012 Mesut Oezil. Ia cepat dan cermat mencari ruang, memberikan assist, hingga melesakkan sendiri bola ke gawang. Kalau sudah demikian, kepiawaian kiper MU David de Gea lah yang menjadi ‘’taruhan’’.

Toh bukan berarti Real Madrid tanpa celah. Jika Pepe diturunkan (saat tulisan ini dibuat kompatriot Ronaldo di Timnas Portugal itu sedang off cukup lama karena cedera), tentu akan menjadi catatan tersendiri. Harapan El Real sekiranya masih bertumpu pada sosok Xabi Alonso dan Sergio Ramos meskipun bukan garansi mereka bisa selalu tepat mengantisipasi manuver Wayne Rooney maupun Robin van Persie yang saat ini benar-benar on fire.

Sangat mungkin terjadi, jika Ferguson berkeputusan besar menurunkan Shinji Kagawa, pemain asal Jepang ini akan menjadi umpan untuk memancing ‘’amarah’’ Alonso dan Ramos. Kemampuan Kagawa sulit dideteksi, tetapi Alonso dan Ramos bisa terpancing melakukan pelanggaran keras yang tidak jauh dari gawang. Di situlah tendang bebas sangat diharapkan MU untuk dieksekusi Rooney maupun Van Persie.

Prediksi: Saat tulisan ini dibuat, performa El Real jeblok di La Liga, sementara MU perkasa di Premier League. Namun, di pentas bernama Liga Champions, motivasi besar diyakini dimiliki pasukan Mourinho jika mereka telah meyakini sulit mengejar langkah seteru klasiknya, Barcelona, menuju podium juara La Liga.

Secara rerata banderol pemain yang berkoefisien atas kualitasnya, Real Madrid juga lebih unggul. Namun, semua tahu MU memiliki kohesitas permainan dan algojo-algojo di lini depan yang bertipikal petempur tajam. Kunci jawaban, lini tengah mana yang bakal dominan. Real Madrid yang sangat mungkin menurunkan Xabi Alonso, Sami Khedira, Luka Modric, dan Mesut Oezil atau Michael Carrick , Tom Cleverley, dan Anderson. Mereka lah yang menentukan pasokan bola ke algojo masing-masing di lini depan.

Alhasil, Real Madrid memburu kemenangan kandang tanpa kebobolan di Santiago Bernabeu sebagai modal ke Old Trafford. Menang besar? Meski dalam sepakbola hasil apa pun bukan mustahil, rasanya sulit terwujud. Skenario tertinggal dengan selisih maksimal dua gol membuat MU masih cukup percaya diri bisa membalasnya di kandang untuk memaksakan perpanjangan waktu atau adu penalti.

——————–

VALENCIA vs PSG

ZLATAN IBRAHIMOVIC (PSG): Misi mengubur apes di pentas Eropa. PHOTO: GETTY IMAGES
ZLATAN IBRAHIMOVIC (PSG): Misi mengubur apes di pentas Eropa. PHOTO: GETTY IMAGES

Apa dan siapa yang layak dicermati dalam duel ini? Siapa lagi kalau bukan Zlatan Ibrahimovic. Tiada maksud merendahkan, namun sejauh ini striker Timnas Swedia itu lebih moncer dan bertuah memberikan gelar juara ketika bermain di level klub ketimbang di Liga Champions. Saat membela Ajax, Inter Milan, Barcelona, dan AC Milan, tidak satu pun gelar Liga Champions disumbangkannya. Justru Inter dan Barcelona juara setelah ia tidak lagi di sana.

Kini Ibra berkaus Paris Saint-Germain (PSG). Melawan Valencia akan menjadi ujian kesekian kali bagi Ibra untuk menunjukkan kualitasnya menuju cita-cita memberikan trofi Eropa. Sepanjang musim ini, fakta bahwa PSG susah menang jika Ibra tidak main. Ini menjadi bukti betapa ia benar-benar menjadi andalan untuk menambang tiga poin.

Melawan Valencia, lini tengah PSG tidak akan leluasa memberikan umpan ke Ibra. ‘Kelelawar Mestalla’ dikenal memiliki para gelandang yang ulet, apalagi jika mereka bisa memainkan Ever Banega pada hari H melawan Ibra dkk. Lini tengah Valencia juga diisi para pemain petempur yang selama ini mengandalkan ball possession untuk membikin lawan frustrasi.

Prediksi: Di kandang Valencia akan berusaha menabung keunggulan minimal dengan selisih dua gol, sehingga akan menjaga ritmenya kala tandang ke PSG. Valencia kemungkinan lolos dengan selisih satu gol agregat.

————————-

MALAGA vs PORTO

JACKSON MARTINEZ (FC PORTO): Amunisi jitu untuk klub, momen tepat untuk "menjual diri". PHOTO: AFP
JACKSON MARTINEZ (FC PORTO): Amunisi jitu untuk klub, momen tepat untuk “menjual diri”. PHOTO: AFP

Undian ini mungkin menyenangkan kedua klub karena tidak sua ‘’para raksasa’’ di babak 16 besar. Mungkin pula pencinta sepakbola di dunia –tentu selain fans Malaga dan Porto— memandang pertandingan ini yang paling ‘’tidak menarik’’ dibandingkan matches lainnya pada babak 16 besar.

Bahaya jika Malaga tidak mampu menambang cukup banyak gol saat main di kandang mengingat Estadio do Dragao, markas Porto, sejauh ini dikenal sebagai ‘’kubangan nista’’ untuk tim-tim tamu, tidak terkecuali para raksasa Eropa. Terpenting, inilah panggung pemain kedua klub untuk memamerkan kemampuannya sehingga menarik minat klub-klub besar merekrutnya pada musim mendatang. Sebutlah misalnya James Rodriguez, Joao Moutinho, dan Isco. Layak pula dicermati sosok Jackson Martinez, amunisi andalan Porto. Pemain asal Kolombia ini bisa menjadi sumber petaka yang mengerikan untuk Malaga.

Prediksi: Jika tidak mampu menang atau seri di kandang Malaga, asal tidak kebobolan minimal tiga gol, Porto berpeluang besar membalasnya di kandang. Porto akan lolos dengan agregat minimal dua gol.

Demikian prediksi saya untuk babak 16 besar Liga Champions. Anda bisa tidak sependapat dengan saya dan memiliki analisis serta prediksi sendiri. Tidak haram kok berbeda pendapat, hehehe… (habis)