Striker Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko (11) merayakan golnya ke gawang Meksiko pada laga persahabatan melawan Meksiko di Soldier Field Chicago, AS, 3 Juni 2014. REUTERS | DAVID BANKS - USA TODAY SPORTS
Striker Bosnia-Herzegovina Edin Dzeko (11) merayakan golnya ke gawang Meksiko pada laga persahabatan  di Soldier Field Chicago, AS, 3 Juni 2014. REUTERS | DAVID BANKS – USA TODAY SPORTS

SEJAK Piala Dunia pasca-Perang Dunia II bergulir, baru di Piala Dunia 2014 Brasil ini debutan tercatat hanya satu tim. Kontestan itu adalah Bosnia-Herzegovina, wakil Eropa yang juga pecahan bekas Federasi Yugoslavia.

Bosnia mengikuti jejak Inggris sebagai debutan di Piala Dunia 1950 Brasil, beberapa negara lain Eropa di sejumlah Piala Dunia berikutnya (lihat tabel), bahkan saudara sesama eks Federasi Yugoslavia: Yugoslavia (Serbia dan beberapa republik kecil) dan Kroasia di Piala Dunia 1998, Slovenia di Piala Dunia 2002, Serbia-Montenegro di Piala Dunia 2006, dan Serbia di Piala Dunia 2010.

Sebagaimana negara-negara eks Federasi Yugoslavia, sejumlah negara di Eropa Timur pasca 1990-an juga terbagi menjadi beberapa negara dengan tim masing-masing menjejak putaran Piala Dunia. Sebutlah Cekoslowakia dengan Republik Ceko ke putaran final Piala Dunia 2006 dan Slowakia di Piala Dunia 2010.

Jerman Barat mengukir debut pada 1954 di Piala Dunia Swiss, sementara Jerman Timur pada Piala Dunia 1974 di Jerman Barat. Namun, selepas runtuhnya Tembok Berlin kedua Jerman bersatu lagi dan FIFA mengakomodasi keduanya dalam catatan tunggal partisipasi mereka di Piala Dunia.
Sejarah juga mencatat, di antara debutan Eropa pada helatan Piala Dunia selepas Perang Dunia II prestasi membanggakan diukir Jerman (Barat) yang menjuarai Piala Dunia 1954 dan Kroasia sebagai penghuni peringkat ketiga di Piala Dunia 1998. Juga Portugal ke semifinal Piala Dunia 1966, serta Wales di Piala Dunia 1958 maupun Ukraina (eks Uni Soviet) di Piala Dunia 2006 yang sama-sama menjejak perempat final pada debutnya. Meski bukan rekor spektakuler, debutan Slowakia pada putaran final Piala Dunia 2010 Afsel lalu juga cukup mengejutkan dengan lolos ke putaran kedua setelah menggulingkan Italia di penyisihan grup.

PELUANG BOSNIA

Nah, bagaimana kans Bosnia di putaran final Piala Dunia 2014 Brasil?

Membincang Bosnia di arena hijau sepak bola, publik Tanah Air saat ini langsung tertambat ke sosok Edin Dzeko. Striker Muslim yang membela Manchester City, juara Liga Primer Inggris pada musim yang baru lewat, adalah tumpuan Bosnia di Piala Dunia 2014. Sebelumnya pesepak bola Bosnia yang diakrabi pencinta di Indonesia adalah Hasan Salihamidzic yang cukup lama membela klub elite Bayern Munich Jerman.

Berbeda dengan Salihamidzic yang tidak pernah mengantarkan Bosnia ke putaran final Piala Dunia, kerapnya frekuensi penayangan Dzeko dalam siaran sepak bola di televisi Tanah Air plus keberhasilan membawa timnas ke Brasil membuatnya lebih populer. Apalagi di Bosnia Dzeko sudah telanjur ditahbiskan sebagai ‘’simbol pemersatu’’ di antara saudara yang harus terpisah karena beda haluan politik. Tidak lain, karena di Manchester City ia harus main bareng Aleksandar Kolarov yang berkebangsaan Serbia.

Semua mafhum, saat Perang Balkan meletus pada 1990-an, etnis Bosnia juga berhadapan sengit dengan Serbia, etnis yang dominan era Yugoslavia. Serbia bertempur duluan memerangi etnis Kroasia, lalu Bosnia terseret. Ketika perpecahan di ambang pintu pada 1991, Dzeko masih kanak-kanak yang gemar sepak bola dan telah menyaksikan kedigdayaan timnas Yugoslavia melaju hingga perempat final Piala Dunia 1990 di Italia sebelum dihentikan Argentina. Pada 1991 klub Red Star Belgrade (Beograd) memenangi Piala Champion 1991 setelah mengalahkan Marseille di final.

Kini dunia menunggu apakah Dzeko dkk mampu memberikan prestasi terbaik dalam debut Bosnia di Piala Dunia 2014 Brasil. Berada di Grup F bersama Argentina, Nigeria, dan Iran, menilik performanya di kualifikasi Eropa, banyak pihak menjagokan Bosnia lolos ke putaran kedua. Sebutlah salah satunya jajak bursa taruhan Pinnacle ini. Argentina jelas-jelas dijagokan memimpin lolos dari Grup F dengan kemungkinan hingga 93 persen, disusul Bosnia 51 persen, Nigeria 43 persen, dan Iran 13 persen.

Menilik persentasenya, berarti Bosnia dibayangi Nigeria, yang juga menjadi andalan Afrika selain Ghana. Nigeria memang bukan tim lemah. Tim Super Eagles adalah juara Afrika. Namun, seperti Kamerun yang dirongrong persoalan internal seperti tuntutan bayaran oleh pemain, meski tak tampak mencolok di permukaan benih-benih itu juga ada di kubu Nigeria.

Pun, sebagaimana Iran, performa Nigeria di pentas resmi internasional belakangan juga tidak begitu cemerlang. Saat helatan Piala Konfederasi 2013 di Brasil, mereka hanya sekali menang dari tiga laga yang dijalani. Kemenangan telak 6-1 memang didapat Nigeria, tetapi melawan tim superlemah Tahiti. Melawan tiki-taka Spanyol, Nigeria terbukti tidak banyak berkutik.

Pemeringkatan FIFA untuk Bosnia pun jauh lebih bagus ketimbang Nigeria. Berdasarkan peringkat terakhir yang dirilis FIFA per 5 Juni 2014, Bosnia di peringkat ke-21, sedangkan Nigeria ke-44. Malah Iran lebih bagus satu setrip, yaitu di peringkat ke-43 FIFA. Peringkat Argentina tetap yang tertinggi di Grup F ini, yaitu ke-5.

Sepak bola memang bukan hitungan matematis. Juga bukan sepenuhnya peruntungan. Banyak faktor memengaruhi hasil pertandingan. Namun, menilik persiapan, kekompakan, dan performa terakhir tim, sekiranya Bosnia memang lebih layak diunggulkan mendampingi Argentina dan Dzeko adalah ace-nya.

Selain performa gemilang yang ikut andil besar membawa Manchester City juara Liga Primer, ia pencetak gol terbanyak di timnas (35 gol dari 62 penampilan). Saat kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa, ia menorehkan 10 gol dan berada di peringkat kedua top scorer Benua Biru di bawah striker Belanda Robin van Persie dengan 11 gol.

Tinggal menunggu pembuktian Dzeko bersaing di Grup F. Selain dengan sejumlah nama tenar Argentina semacam Lionel Messi, Sergio Aguero, Higuain, Lavezzi, juga dengan bintang vital Nigeria semacam Emmanuel Emenike, dan penggedor Iran Ashkan Dejagah.

DAFTAR DEBUTAN DI PIALA DUNIA
(Cetak Tebal dari Benua Eropa)

1930 Uruguay: 13 kontestan, 13  debutan (Argentina, Belgia, Bolivia, Brasil, Chile, Prancis, Meksiko, Paraguay, Peru, Rumania, AS, Uruguay, Yugoslavia)

1934 Italia: 16 kontestan, 10 debutan (Austria, Cekoslowakia, Mesir, Jerman, Hungaria, Italia, Belanda, Spanyol, Swedia, Swiss)

1938 Prancis: 15 kontestan, 4 debutan (Kuba, Indonesia/Hindia Belanda, Norwegia, Polandia) 1950

1950 Brasil: 13 kontestan, 1 debutan (Inggris)

1954 Swiss: 16 kontestan, 4 debutan (Korea Selatan, Skotlandia, Turki, Jerman Barat)                                                                                                                                 

1958 Swedia: 16 kontestan, 3 debutan (Skotlandia, Uni Soviet, Wales)

1962 Chile: 16 kontestan, 2 debutan (Bulgaria, Kolombia)

1966 Inggris: 16 kontestan, 2 debutan (Korea Utara, Portugal)

1970 Meksiko: 16 kontestan, 3 debutan (El Salvador, Israel–masih tergabung di Zona Asia, Maroko)

1974 Jerman Barat: 16 kontestan, 4 debutan (Australia, Jerman Timur, Haiti, Zaire)

1978 Argentina: 16 kontestan, 2 debutan (Iran, Tunisia)

1982 Spanyol: 24 kontestan, 5 debutan (Aljazair, Kamerun, Honduras, Kuwait, Selandia Baru)

1986 Meksiko: 24 kontestan, 3 debutan (Kanada, Denmark, Irak)

1990 Italia: 24 kontestan, 3 debutan (Kosta Rika, Republik Irlandia, Uni Emirat Arab)

1994 AS: 24 kontestan, 4 debutan (Yunani, Nigeria, Rusia, Arab Saudi)

1998 Prancis: 32 kontestan, 5 debutan ( Kroasia, Jamaika, Jepang, Afrika Selatan, Republik Yugoslavia)

2002 Korea-Jepang: 32 kontestan, 4 debutan (China, Ekuador, Senegal, Slovenia)

2006 Jerman: 32 kontestan, 8  debutan (Angola, Pantai Gading, Republik Ceko, Ghana, Serbia-Montenegro, Togo, Trinidad-Tobago, Ukraina)                   

2010 Afrika Selatan: 32 kontestan, 2 debutan (Serbia, Slovakia)                                                                                                                                                                                      

2014 Brasil: 32 kontestan, 1 debutan (Bosnia-Herzegovina)

 

* Dimuat di HARIAN NASIONAL edisi Rabu 11 Juni 2014